- Ratusan Pekerja Tambang PT. Hilcon Padati Siring Laut, Menunggu Jaswal RDP di DPRD Kotabaru
- Ambin Demokrasi | Penertiban Baliho, *JANGAN SAMUNYAAN DITAGUK*
- Aksi Nyata Indocement Tarjun Cetak Generasi Sehat Dengan Cegah Stunting di Kelumpang Hilir
- Percepat TLHP, Inspektorat Kotabaru Luncurkan Aplikasi E-Hebat
- Pemkab Kotabara Laksanakan Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi Tahun 1447 H/2026 M
- Suwanti Janjikan RDP ke Pekerja Tambang Soal PT. Hilcon Yang Belum Bayar Gaji
- PT. Hilcon Tak Bayar Gaji Karyawan, Puluhan Pekerja Mengadu ke DPRD Kotabaru
- Bupati Kotabaru Hadiri Pelantikan Pengurus KONI Masa Tugas 2026–2030
- Bupati H.M Rusli Lantik Ahmad Romansa Jadi Kepala Disdikbud Kotabaru
- OPINI Ambin Demokrasi | CeO Di Bali, Kada Mambuang Taruh
Bioskop Bisik Inklusif

Keterangan Gambar : Noorhalis Majid
Oleh: Noorhalis Majid
Kotabaru, Borneo Pos -- Menonton film di bioskop, selama ini hanya dilakukan oleh yang mampu melihat. Padahal tidak semua mampu melihat. Ada banyak saudara-saudara kita yang disabilitas tuna netra, tidak dapat menyaksikan film di bioskop. Mereka hanya mendengar, atau mendapat cerita dari kawannya, tentang film-film yang ramai ditonton dan menjadi pembicaraan.
Baca Lainnya :
- Pengadilan Negeri Balige Eksekusi Lahan di Desa Maduma Simanindo, Polres Samosir Lakukan Pengamanan0
- Polda Kalsel Musnahkan 65,5 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi0
Ide tentang bioskop bisik inklusif, awalnya dicetuskan oleh Cici Suciati dan Tarini, dari komunitas Fellowship of Netra Community (Fency) pada tahun 2015 di Galeri Indonesia Kaya – Jakarta. Ide tersebut kemudian bergulir di berbagai tempat di Indonesia, termasuk di Banua Kalimantan Selatan.
Sekarang, Forum Sineas Banua (FSB), bersama Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, juga mulai memperkenalkan tentang bioskop bisik inklusif. Terutama dalam rangka mensosialisasikan film-film Banjar yang tidak kalah bagusnya dibanding film lainnya, kepada disabilitas tuna netra.
Bioskop Bisik merupakan kegiatan menonton film secara bersama-sama yang inklusif bagi penyandang tuna netra. Dalam kegiatan ini, penonton yang berpenglihatan, membisikkan deskripsi adegan kepada teman netra yang hanya mendengarkan.
Setiap adegan dibisikkan oleh teman, sehingga memberikan gambaran tentang alur, setting, adegan dan jalannya film yang disaksikan melalui penglihatan, terutama pada saat tidak ada dialog.
Bioskop Bisik bertujuan memberikan akses yang sama bagi penyandang tuna netra untuk menikmati hiburan. Diharapkan warga bisa lebih terbuka dan bersahabat terhadap penyandang disabilitas tuna netra, agar dapat menikmati pengalaman sinematik yang inklusif dan menginspirasi.
Pengusaha bioskop harus turut menyambut gagasan ini, dengan melengkapi sarana prasarana yang dibutuhkan di lingkungan bioskop. Termasuk membenahi fasilitas akses, tempat parkir, toilet, dan sarana lainnya.
Ada baiknya untuk melengkapi dan menciptakan keramahan tersebut, langsung melibatkan disabilitas tuna netra, agar mereka menyampaikan sendiri segala kebutuhannya, dan dapat menguji secara langsung, apakah sarana yang tersedia sudah memberikan akses dan kemudahan.
Dan yang lebih penting, semua warga mendukung, memberikan keramahan, dan bersedia menjadi relawan yang mau membisikkan, agar bioskop juga dapat dinikmati saudara-saudara kita penyandang disabilitas tuna netra. (nm)
Baca Lainnya :
- Lagi, Polres Kotabaru Bekuk Penjual Zenith0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250





4.jpg)






