- Filipina Darurat Energi, Menteri ESDM: Stok Energi Kita Aman di Tengah Krisis Global
- [HOAKS] Presiden Prabowo Minta Maaf terkait Ikut Board of Peace dan akan Kembalikan Rp17 Triliun
- Kemlu: Iran Beri Lampu Hijau untuk Kapal Tanker Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz
- 177 ASN Banjarbaru Naik Pangkat, Kinerja Jadi Penentu
- Pemprov Kalsel Sampaikan RLPPD 2025, Indikator Kinerja Pemerintahan Semakin Meningkat
- Tentunda 7 Tahun, Pemprov Kalsel Usulkan Ulang Rencana Pembangunan Rusun ASN
- Seleksi JPT Pratama Resmi Dibuka, Pemprov Kalsel Gelar Seleksi Terbuka dan Transparan
- Mendagri Pastikan WFH Tak Ganggu Layanan Esensial
- Pemkab Kotabaru Gelar Pra Musrenbang PPPS Tahun 2026
- Prabowo Perintahkan Percepatan Waste to Energy, Sampah Jadi Energi di Kota-Kota Besar
Banjir Lagi! Warga Kotabaru Tunggu Kerja Nyata Dinas Terkait

Keterangan Gambar : Titik banjir di depan perumahan bamega town simpang gunung ulin, Selasa (26/11/24)
Kotabaru, Borneopos.com -- "Banjir lagi, sampai kapan begini?," keluh Akhmad Supiani warga Desa Sungai Taib Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru, Selasa (26/11/24).
Baca Lainnya :
- Kadis Perkim Kotabaru Buka Suara Soal Pembebasan Lahan Bandara Gusti Syamsir Alam 0
- Dinas Perkim Kotabaru Tak Hadir Rapat Di DPRD, Bahas Keluhan Warga Soal Pembebasan Lahan Bandara GSA0
Keluhan ini buntut dari banjir yang terus berulang dan terulang terjadi di beberapa titik ruas jalan di Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru saat hujan.
Warga berharap pemkab Kotabaru melalui Dinas PUPR, Perkim, DLH dan Dinas lainnya yang terkait, serius menangani persoalan banjir di Kotabaru.
Pantauan media ini di lapangan, titik banjir tersebut antara lain berada di depan perumahan bemega town Desa Sungai Taib, ruas jalan depan kantor pengadilan agama di desa Stagen, ruas jalan pembataan di Desa Sebelimbingan, dan lainnya.
Sementara ketinggian banjir yang mengenangi ruas-ruas jalan protokol tersebut bervariasi, mulai 30-50cm, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Adapun penyebab banjir di ruas jalan-jalan protokol ini, antara lain drainase yang tak mampu menampung jumlah air yang masuk ke parit, sampah dan kotoran menghambat kelancaran drainase, kurangnya tangkapan air diwilayah pegunungan, maraknya betonisasi di wilayah perkotaan, dan lainnya. (red)



Baca Lainnya :
- Kadis Perkim Kotabaru Buka Suara Soal Pembebasan Lahan Bandara Gusti Syamsir Alam 0
- Dinas Perkim Kotabaru Tak Hadir Rapat Di DPRD, Bahas Keluhan Warga Soal Pembebasan Lahan Bandara GSA0














