- Bupati Kotabaru Hadiri Pelantikan Pengurus KONI Masa Tugas 2026–2030
- Bupati H.M Rusli Lantik Ahmad Romansa Jadi Kepala Disdikbud Kotabaru
- OPINI Ambin Demokrasi | CeO Di Bali, Kada Mambuang Taruh
- WALHI Kalsel | Krisis Sungai Barito Bukan Takdir Ilahi, Melainkan Rakusnya Oligarki
- Pesan Menkomdigi Pada HPN 2026, Pers Yang kredibel Dan Independen Bukan pilihan Tapi Kebutuhan
- Perjuangan Wali Kota Lisa Gaungkan Cempaka Sebagai Living Museum, Menteri Fadli Zon Siap Dukung
- Gubernur Muhidin Lantik 292 Pejabat, Evaluasi 6 Bulan Jika kurang Baik Non Job
- Tiga Kampus Bumi Saijaan Apresiasi Terobosan Pendidikan Bupati Rusli
- Sekjen KNPI Kalsel Andi Rustianto Himbau Pemuda Jauhi Judi Online
- Perkuat Integritas, Pelindo Kotabaru Gandeng Kejaksaan Sosialisasikan Larangan Pungli dan Gratifikas
Tak Terawat, Pantai Cemara Di Desa Mangkupadi Kabupaten Bulungan Perlu Perhatian Serius

Keterangan Gambar : Kondisi pantai cemara di Desa Mangkupadi, Kab. Bulungan, Kalimantan Utara
Borneopos.com, BULUNGAN - Pantai Cemara yang terletak di Desa Mangkupadi, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dulunya adalah salah satu destinasi wisata favorit di kawasan ini.
Pantai ini dikenal dengan pasir putihnya yang lembut dan deretan pohon cemara yang memberikan keteduhan alami, menciptakan suasana yang sejuk dan menyegarkan bagi para pengunjung.
Baca Lainnya :
Namun, sayangnya, keindahan ini kini mulai memudar.
Salah satu daya tarik utama dari Pantai Cemara adalah deretan pohon cemara yang tumbuh subur di sepanjang pantai.
Pohon-pohon ini tidak hanya memberikan keindahan visual tetapi juga berfungsi sebagai pelindung alami dari angin kencang dan erosi pantai.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, banyak pohon cemara yang ditebang, entah karena alasan pembangunan atau pemanfaatan kayu. Penebangan pohon-pohon ini berdampak signifikan pada kondisi pantai.
Tanpa pohon cemara, pantai menjadi lebih terbuka terhadap angin kencang, yang mengurangi kenyamanan para pengunjung.

Selain masalah penebangan pohon, kondisi rumah pondok di Pantai Cemara juga menjadi perhatian.
Pantauan media borneopos.com, Sabtu (20/7/2024) tampak rumah-rumah pondok yang dulunya digunakan sebagai tempat beristirahat dan berlindung dari teriknya matahari oleh para pengunjung, kini terlihat tidak terawat.
Banyak pondok yang atapnya bocor, dinding yang mulai rusak dan lantai yang rapuh.
Keadaan ini tidak hanya mengurangi daya tarik pantai, tetapi juga memberikan kesan yang tidak menyenangkan bagi wisatawan.
Warga berharap, pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat memberikan perhatian serius, untuk mengembangkan dan memajukan sektor pariwisata, yang ada di Desa Mangkupadi, Kabupaten Bulungan serta daerah lainnya, sebagai penggerak ekonomi. (fitria)



Baca Lainnya :



1.jpg)
.jpg)



.jpg)
1.jpg)




