- Perkuat Pondasi Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi, LK3 Banjarmasin Gelar Expo Religi Ke-11
- MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana, Hadirkan Tokoh
- Opini | Tegas! KBB Keluarkan Tiga Rekomendasi Soal Demokrasi dan Kebangsaan
- Karhutla Kalsel, Gubernur Minta 300 Perusahaan di Banua Aktif Bantu Tangani Kebakaran
- Menhut dan Kepala BNPB Monitoring Karhutla di Kalsel, Lebih 23 ribu Hektar Lahan Terbakar
- Tandatangani PKS, Pemkab Kotabaru Optimis Pelayanan Administrasi Kependudukan Semakin Meningkat
- Gubernur Muhidin Turun Langsung Padamkan Titik Api di Kawasan Rumah Sakit Sambang Lihum
- Pemprov Kalsel Perkuat Pengembangan Meratus UNESCO Global Geopark
- Pemprov Kalsel Terus Jaga Kestabilan Harga, Pantau Distrubusi Pangan di Daerah
- Ayo Bersantai Sambil Nikmati Live Musik di Bukit Mamake
Tak Terawat, Pantai Cemara Di Desa Mangkupadi Kabupaten Bulungan Perlu Perhatian Serius

Keterangan Gambar : Kondisi pantai cemara di Desa Mangkupadi, Kab. Bulungan, Kalimantan Utara
Borneopos.com, BULUNGAN - Pantai Cemara yang terletak di Desa Mangkupadi, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dulunya adalah salah satu destinasi wisata favorit di kawasan ini.
Pantai ini dikenal dengan pasir putihnya yang lembut dan deretan pohon cemara yang memberikan keteduhan alami, menciptakan suasana yang sejuk dan menyegarkan bagi para pengunjung.
Baca Lainnya :
Namun, sayangnya, keindahan ini kini mulai memudar.
Salah satu daya tarik utama dari Pantai Cemara adalah deretan pohon cemara yang tumbuh subur di sepanjang pantai.
Pohon-pohon ini tidak hanya memberikan keindahan visual tetapi juga berfungsi sebagai pelindung alami dari angin kencang dan erosi pantai.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, banyak pohon cemara yang ditebang, entah karena alasan pembangunan atau pemanfaatan kayu. Penebangan pohon-pohon ini berdampak signifikan pada kondisi pantai.
Tanpa pohon cemara, pantai menjadi lebih terbuka terhadap angin kencang, yang mengurangi kenyamanan para pengunjung.

Selain masalah penebangan pohon, kondisi rumah pondok di Pantai Cemara juga menjadi perhatian.
Pantauan media borneopos.com, Sabtu (20/7/2024) tampak rumah-rumah pondok yang dulunya digunakan sebagai tempat beristirahat dan berlindung dari teriknya matahari oleh para pengunjung, kini terlihat tidak terawat.
Banyak pondok yang atapnya bocor, dinding yang mulai rusak dan lantai yang rapuh.
Keadaan ini tidak hanya mengurangi daya tarik pantai, tetapi juga memberikan kesan yang tidak menyenangkan bagi wisatawan.
Warga berharap, pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat memberikan perhatian serius, untuk mengembangkan dan memajukan sektor pariwisata, yang ada di Desa Mangkupadi, Kabupaten Bulungan serta daerah lainnya, sebagai penggerak ekonomi. (fitria)



Baca Lainnya :



1.jpg)
.jpg)









