- Gubernur Kalsel H. Muhidin Sampaikan Duka Mendalam atas Musibah KM Virgo Transport 8
- Genjot Kemajuan Daerah, Bupati Tinjau Pembagunan Jalan Tembus Jembatan Tanjung Serdang
- Gekrafs Binaan Disparpora Siap Promosikan Gula Aren Tirawan Kotabaru di CAEXPO 2026 China
- Pantai Risalo Tanjung Selayar, Tawarkan Keindahan Asri nan Alami
- Kadisparpora Kotabaru Dorong Kaum Muda Saijaan Lahirkan Karya Film
- Penutupan Pelatihan Paskibraka Kalsel 2026; Gubernur Titipkan Masa Depan Daerah, Bangsa dan Negara
- Gubernur H. Muhidin: Kalsel Perkuat Pilar Indonesia Merawat Kehidupan Beragama
- Sekdaprov Kalsel Pimpin Visitasi PKN Tingkat II Angkatan XVIII ke Jawa Timur
- Momentum Harjad ke 76 Kalsel, Gubernur H. Muhidin Berikan Berbagai Penghargaan
- Pamor Borneo 2026 Himpun LoI Investasi Senilai Rp64,45 Triliun
Ratusan Warga Desa Rampa Cengal Pamukan Selatan Tutup Jalan Kebun PT Paripurna Swakarsa III

Keterangan Gambar : Warga Desa Rampa Cengal Kecamatan Pamukan Selatan saat unjuk rasa dan menutup jalan kebun, Rabu (10/9/2025).
Kotabaru, Borneopos.com - Warga Desa Rampa Cengal, Kecamatan Pamukan Selatan Kotabaru melakukan protes keras kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Paripurna Swakarsa III Rampa Estate Minamas Plantation yang tergabung dibawah bendera Minamas Group lantaran tak kunjung merealisasikan tuntutan warga.
Baca Lainnya :
- Pemkab Kotabaru Kukuhkan 69 Pengurus Karang Taruna Masa Bakti 2025–20300
- Muhammad Rusli Tutup Turnamen Sepak Bola Bupati Cup 20250
Protes dan aksi dilaksanakan oleh ratusan warga Desa Rampa Cengal dengan memblokade jalan kebun, dengan memasang portal dari kayu, pada Rabu (10/9/2025) siang.
Koordinator aksi, H.Syahrudin menuturkan kepada Borneopos.com, Kamis (11/9/2025) bahwa penutupan akses jalan kebun ini buntut dari pertemuan di hotel Grand Surya Kotabaru pada tanggal 9 September 2025 yang tidak ada titik temu.
"Sebelum dilakukan penutupan akses jalan pada tanggal 10 September 2025, warga melakukan mediasi dengan pihak perusahaan, namun tidak membuahkan hasil, karena itu kami mengambil langkah dengan menutup akses jalan kebun. Sebelumnya kami juga sudah memberitahukan hal ini melalui surat kepada kepada Kapolres Kotabaru dan ditembuskan kepada Camat dan Kapolsek Pamukan Selatan, Kepala Desa dan BPD Desa Rampa Cengal," ucapnya, Kamis (11/9/2025) kepada Borneopos.com.
Baca juga :
Melanjutkan penjelasannya, Syahrudin mengatakan bahwa mediasi akan dilaksanakan kembali pada hari sabtu, tanggal 13 September 2025.
Diakhir penjelasannya, Syahrudin menegaskan bahwa penutupan akses jalan ini akan terus dilaksanakan sampai tuntutan warga di realisasikan.
"Kami akan bertahan menutup akses jalan kebun ini, sampai 5 (lima) permintaan warga desa rampa cengal di setujui," tutup Syahrudin.
Selain Syahrudin, ada 3 koordinator aksi lainnya yang juga menyampaikan hal senada seperti Abdullah HB, Tajuddin dan Jamaluddinya, "Kami atas nama warga desa rampa cengal terpaksa menutup lahan kebun, sampai tuntutan kami berupa plasma direalisasikan oleh PT Minamas Group sesuai prosedur yang berlaku," ungkapnya. (red)


Baca Lainnya :
- 35 Anggota DPRD Kotabaru Periode 2024-2029 Resmi Dilantik0
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0

.jpg)


.jpg)







