- Kalimantan Dikepung 9.853 Titik Panas Menjelang El NinoJakarta
- Pemkab Kotabaru Peringati Harkitnas ke-118 dan HUT Proklamasi ALRI Divisi IV
- Ubah HGB Menjadi SHM Kini Lebih Mudah dan Terjangkau
- Balik Nama Sertifikat Hibah Orang Tua ke Anak Kini makin Mudah
- Dewan Pers Desak Pembebasan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel
- Ketua Tim Pembina Posyandu Kotabaru Buka Rapat Koordinasi Posyandu Tahun 2026
- Mengenal Sososk Rendy Rahmadani, Relawan Literasi Masyarakat Kotabaru
- Peringati Hari Hipertensi, Dinkes Kalsel Ajak Masyarakat Tingkatkan Pola Hidup Sehat
- Tingkatkan Kesadaran Masyarakat, DP3AKB Kalsel Tekankan Pencegahan Stunting Dimulai Sebelum Hamil
- Paripurna DPRD Tanah Bumbu, Andi Rustianto Minta Pemkab Hadirkan Layanan OSS Keliling
Mengenal Sososk Rendy Rahmadani, Relawan Literasi Masyarakat Kotabaru

Keterangan Gambar : Rendy Rahmadani, Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) 2026.
Kotabaru, Borneopos.com - Sebuah rasa syukur dan kebanggaan dirasakan Rendy Rahmadani setelah dinyatakan lolos sebagai Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) 2026, program nasional yang digagas Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk memperkuat budaya baca dan pengembangan literasi masyarakat di Indonesia.
Baca Lainnya :
- Peringati Hari Hipertensi, Dinkes Kalsel Ajak Masyarakat Tingkatkan Pola Hidup Sehat0
- Tingkatkan Kesadaran Masyarakat, DP3AKB Kalsel Tekankan Pencegahan Stunting Dimulai Sebelum Hamil0
Keberhasilan tersebut menjadi capaian tersendiri, terlebih karena menjadi langkah perdana keterlibatan Kabupaten Kotabaru dalam program RELIMA di tingkat nasional.
RELIMA sendiri merupakan program yang dihadirkan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebagai langkah nyata untuk memperkuat budaya baca, meningkatkan kecakapan literasi masyarakat, serta membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan di seluruh Indonesia. Program ini hadir bukan sekadar sebagai relawan membaca, tetapi sebagai penggerak perubahan sosial melalui pendekatan literasi yang dekat dengan masyarakat.
Perjalanan menuju tahap tersebut tidaklah mudah. Proses seleksi dimulai dari tahapan administrasi, penilaian portofolio, esai, hingga wawancara yang menilai pengalaman, gagasan, komitmen, dan kesiapan relawan dalam mengembangkan budaya literasi di daerah masing-masing.
Dari rangkaian seleksi itu, terpilih sebanyak 360 RELIMA terbaik dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke.
Rendy Rahmadani menyampaikan rasa terima kasih kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kotabaru, Muhammad Fuad Fahruddin, S.Ag., M.M., beserta seluruh Bidang Layanan Perpustakaan Kotabaru yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan selama proses seleksi berlangsung.
"Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kotabaru beserta seluruh Bidang Layanan Perpustakaan Kotabaru yang telah memberikan dukungan, arahan, dan kepercayaan penuh hingga saya mampu melewati seluruh tahapan seleksi ini," ucapnya, Senin (18/05/2026)
Sebagai daerah kepulauan, Kabupaten Kotabaru dinilai memiliki tantangan tersendiri dalam pemerataan akses literasi. Berdasarkan Data Dukung Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Tahun 2025, Kabupaten Kotabaru berada pada angka 10,98.
Angka tersebut disebut bukan untuk menjatuhkan ataupun menyudutkan, melainkan menjadi pengingat bahwa masih banyak ruang yang perlu dibangun bersama dalam meningkatkan budaya baca dan akses literasi masyarakat.
"Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca buku. Literasi adalah tentang membuka wawasan, membangun cara berpikir kritis, memperkuat kualitas generasi muda, dan menciptakan masyarakat yang mampu berdaya saing di masa depan," katanya.
Melalui program RELIMA, Rendy ingin menghadirkan pendekatan membaca yang lebih menyenangkan, kreatif, dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Menurutnya, membaca tidak harus terasa kaku dan dipaksakan, tetapi dapat tumbuh melalui ruang-ruang yang hangat, aktivitas yang menarik, serta lingkungan yang mendukung anak-anak dan remaja mencintai ilmu pengetahuan.
Ia juga berharap gerakan tersebut dapat menjadi langkah awal menghadirkan lebih banyak ruang baca, kegiatan literasi, diskusi buku, kampanye membaca, hingga kolaborasi bersama sekolah, komunitas, desa, dan berbagai stakeholder lainnya di Kabupaten Kotabaru.
Selain itu, dukungan terhadap penguatan budaya literasi juga diharapkan datang dari seluruh SKPD, komunitas, pegiat literasi, dunia pendidikan, serta pimpinan daerah Kabupaten Kotabaru, yakni Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli, S.Sos. dan Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis, S.Sos.
"Semoga semangat ini dapat menjadi bagian dari ikhtiar besar untuk menciptakan sumber daya manusia Kotabaru yang unggul, kreatif, kritis, dan mampu berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, dan dari membaca harapan besar itu tumbuh," tutupnya.(Red/Ril)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250


.jpg)









