- Bupati Rusli didampingi Forkopimda Lepas Karnaval HUT ke - 81 RI di Kotabaru
- Siaran Pers WALHI Kalsel: 81 Tahun Kemerdekaan, Kalsel Belum Merdeka dari Asap dan Krisis Iklim
- Pemkab Kotabaru Apresiasi Penampilan dan Dedikasi Paskibraka 2026
- Pemkab Kotabaru Gelar Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI
- Usai Upacara HUT RI ke 81, Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru Kompak Kunjungi RSUD PJS
- HUT RI ke-81, Bupati Dan Wakil Bupati Kotabaru Teguhkan Semangat Menuju Kotabaru Hebat
- LPTQ Kotabaru Bina Talenta Qari dan Qariah, Targetkan Tiga Besar MTQ Kalsel
- Pemkab Kotabaru Gelar TAPTU dan Pawai Obor Meriahkan HUT RI ke-81
- HUT RI ke-81, Polresta Samarinda Bagikan 500 Bendera Merah Putih
- Kamaruddin Anggota DPRD Samarinda Angkat Bicara Soal Jalan Rusak di Pemukiman
Tingkatkan Kesadaran Masyarakat, DP3AKB Kalsel Tekankan Pencegahan Stunting Dimulai Sebelum Hamil

Keterangan Gambar : Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan
Kalsel, Borneopos.com - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan, Husnul Hatimah, menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak sebelum kehamilan, bahkan sejak masa remaja perempuan. Hal tersebut disampaikan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan perempuan dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Baca Lainnya :
- Paripurna DPRD Tanah Bumbu, Andi Rustianto Minta Pemkab Hadirkan Layanan OSS Keliling0
- Pantai Gedambaan, Tempat Wisata Nuansa Laut Yang Ramah Kantong0
Menurut Husnul Hatimah, periode seribu hari pertama kehidupan menjadi fase yang sangat menentukan tumbuh kembang anak, karena pada masa tersebut perkembangan tubuh dan otak berlangsung sangat cepat.
“Stunting dimulai sebelum hamil. Lalu kenapa seribu hari pertama kehidupan disebut periode emas? Karena sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, tubuh dan otak anak berkembang sangat cepat. Di sinilah stunting bisa terjadi, tetapi juga masih bisa dicegah,” ujarnya di Banjarbaru, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, keberhasilan pencegahan stunting sangat bergantung pada kondisi kesehatan dan status gizi perempuan, mulai dari remaja putri, ibu hamil hingga ibu menyusui. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan perempuan harus menjadi prioritas bersama.
“Kuncinya ada pada perempuan remaja putri, ibu hamil hingga ibu menyusui. Status gizi perempuan sebelum dan selama kehamilan sangat menentukan masa depan anak-anak kita,” kata Husnul Hatimah.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa upaya pencegahan stunting tidak bisa hanya dilakukan ketika anak telah lahir, melainkan harus dimulai sejak perempuan mempersiapkan diri secara sehat sejak usia remaja.
“Jadi, pencegahan stunting tidak dimulai saat anak lahir, tetapi dimulai dari perempuan remaja yang sehat dan siap sejak awal,” tegasnya.
DP3AKB Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang, serta kesiapan perempuan dalam menghadapi masa kehamilan guna mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kalimantan Selatan.(Red/Mcksl)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250














