- Percepat TLHP, Inspektorat Kotabaru Luncurkan Aplikasi E-Hebat
- Pemkab Kotabara Laksanakan Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi Tahun 1447 H/2026 M
- Suwanti Janjikan RDP ke Pekerja Tambang Soal PT. Hilcon Yang Belum Bayar Gaji
- PT. Hilcon Tak Bayar Gaji Karyawan, Puluhan Pekerja Mengadu ke DPRD Kotabaru
- Bupati Kotabaru Hadiri Pelantikan Pengurus KONI Masa Tugas 2026–2030
- Bupati H.M Rusli Lantik Ahmad Romansa Jadi Kepala Disdikbud Kotabaru
- OPINI Ambin Demokrasi | CeO Di Bali, Kada Mambuang Taruh
- WALHI Kalsel | Krisis Sungai Barito Bukan Takdir Ilahi, Melainkan Rakusnya Oligarki
- Pesan Menkomdigi Pada HPN 2026, Pers Yang kredibel Dan Independen Bukan pilihan Tapi Kebutuhan
- Perjuangan Wali Kota Lisa Gaungkan Cempaka Sebagai Living Museum, Menteri Fadli Zon Siap Dukung
Lapas Kotabaru Pastikan Akses Layanan Kesehatan Dan Makanan Warga Binaan Memenuhi Standar

Keterangan Gambar : Doni Hadriansyah, S.H, M.Si
Borneopos.com, Kotabaru - Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kabupaten Kotabaru terus mengupayakan berbagai langkah untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan di Lapas kelas IIA Kotabaru.
Baca Lainnya :
- Bupati Kotabaru Sambut Kunjungan Silaturahmi Basarnas Kalsel0
- Pemkab Kotabaru Akan Gelar Tabliq Akbar Sambut Harjad Ke-750
Hal ini terkonfirmasi dari penjelasan Kalapas Kelas II Kotabaru, Doni Hadriansyah, S.H, M.Si, mengatakan bahwa Lapas Kotabaru terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum seperti Polri, Kejaksaan dan TNI untuk menjaga keamanan, termasuk melakukan patroli bersama.
"Kondisi Lapas saat ini dalam keadaan aman dan kondusif, kami terus berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) seperti Polri, Kejaksaan, dan TNI. Kami terus bersinergi, salah satunya adalah patroli keliling dari kepolisian dan TNI," ucapnya.
Lebih jauh di jelaskannya, diantara Lapas dan Rutan seluruh Indonesia Lapas Kelas IIA Kabupaten Kotabaru terpilih, 54 diantaranya untuk mengikuti kontestasi wilayah bebas dari korupsi, jadi dari seluruh Indonesia Lapas Rutan Bapas LBKA hanya 54 untuk mewakili kontestasi wilayah bebas dari korupsi salah satunya adalah lapas kelas IIA Kotabaru
Kondisi kesejahteraan warga binaan di Lapas Kelas IIA, terutama terkait akses makanan dan layanan kesehatan, menunjukkan hasil yang positif.
Warga binaan mendapatkan makanan tiga kali sehari, yang menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan nutrisi mereka.
Lapas juga memiliki klinik yang terakreditasi paripurna, yang menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan di Lapas sudah memenuhi standar tinggi. Klinik di Lapas Kelas IIA berfungsi dengan baik dan memiliki tim kesehatan yang siap memberikan perawatan kepada warga binaan.
Secara keseluruhan, akses terhadap makanan dan layanan kesehatan di Lapas Kelas IIA dianggap memadai dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
"Untuk kesehatan dan keselamatan kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, RSUD, dengan Puskesmas Dirgahayu terus untuk keselamatan kami bekerjasama dengan BPBD dan Damkar, kami juga melakukan pelatihan penanggulangan bencana beberapa bulan yang lalu," tambahnya
Melalui kegiatan pembinaan kemandirian dan pembinaan kepribadian, warga binaan tidak hanya memperoleh ilmu dan keterampilan yang dapat digunakan setelah mereka bebas, tetapi juga dapat menghasilkan pendapatan selama mereka berada di dalam lapas. Dari kegiatan kemandirian ada penerimaan negara bukan pajak untuk Negara.
"Program pembinaan, seperti pembinaan kepribadian yaitu rohani tiap agama yang ada di dalam dapat pembinaan rohani, kami bekerjasama dengan Kementerian Agama dan Gereja untuk agama kristiani, terus juga ada pembinaan kemandirian yaitu pelatihan-pelatihan baik dari swasta maupun pemerintah, dari PT. Arutmin misalkan memberikan pelatihan menjahit. Terus dari dinas perikanan, pariwisata dan UMKM pun memberi support terhadap produk-produk warga binaan agar bisa dikenal masyarakat luas melalui pameran-pameran baik tingkat kabupaten, provinsi maupun Nasional. Hubungan kami terjalin sangat baik karena setiap ada kegiatan selalu digandeng. Jadi warga binaan ini di dalam sudah bisa jadi pahlawan Devisa karena sudah mampu menyetorkan penerimaan negara bukan pajak, rata-rata besaran nya sekitar 18 Juta pertahun," tutupnya. (ryan)
Baca Lainnya :
- Lagi, Polres Kotabaru Bekuk Penjual Zenith0
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0










