- WALHI Sebut RSPO is Greenwashing! Buyers Diminta Hentikan Pembelian Dari Pemasok Terkait Karhutla
- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
Jual Barang Dan Manipulasi Data Milik CV, Dua Karyawan Ditangkap Polisi

Keterangan Gambar : Terduga pelaku saat diamankan, (18/12/24).
Samarinda, Borneo Pos -- Team Polsek Sungai Kunjang Polresta Samarinda berhasil menangkap dua pelaku penggelapan dalam jabatan di CV. DINOY 1980, di Jl. Banggeris, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Rabu (18/12/2024).
Baca Lainnya :
- Pastikan Kenyamanan Penumpang, PT Pelindo Cabang Kotabaru Dirikan Posko Terpadu NATARU 0
- Amankan NATARU, Kapolres Samosir Cek Kesiapan Pasukan Operasi Lilin Toba 20240
Hal ini diungkapkan oleh Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Dr. Ary Fadli, S.I.K, M.H, M.S.I, melalui Kapolsek Sungai Kunjang Kompol Zainal Arifin, SH. Kapolsek menerangkan, "Usai menerima laporan dari perusahaan, kita langsung melakukan penangkapan terhadap 2 pelaku," jelas Kapolsek.
Dua pelaku berinisial AP Als AT dan STK. Diungkapkan Kapolsek, awalnya pimpinan CV. DINOY melakukan audit pada hari Rabu tanggal 03 Januari 2024 s/d hari Jumat tanggal 20 November 2024, setelah selesai melaksanakan audit ternyata Ke dua pelaku terbukti melakukan penggelapan dalam jabatan di CV. DINOY 1980 dengan cara menjual barbagai jenis item barang selanjutnya uang dari penjualan tidak di setorkan atau tidak di input kedalam sistem elektronik penjualan perusahaan.
Lebih lanjut, Kompol Zainal Arifin, mengatakan pelaku memanipulasi sistem elektronik perusahaan yang mana data barang-barang yang uangnya tidak di setorkan di kurangi di dalam sistem sehingga seolah-olah data barang sesuai dengan stok di toko. Atas kejadian tersebut mengalami kerugian total sebanyak Rp.126.490.000
"Setelah dilakukan pemeriksaan diperoleh alat bukti yang cukup Piket Reskrim Polsek Sungai Kunjang mengamankan ke dua pelaku," Pungkas Kapolsek.
Pelaku kita interogasi dan mengakui telah membuat kwitansi ekspedisi palsu atau fiktif dengan memalsukan tanda tangan supir mobil ekspedisi dan mengklaim biaya tersebut ke perusahaan .
"Kemudian pelaku diamankan di rutan mako Polsek Sungai Kunjang guna proses dan pengusutan lebih lanjut," tegas Kapolsek. (red/saiful).
Baca Lainnya :
- 35 Anggota DPRD Kotabaru Periode 2024-2029 Resmi Dilantik0
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0














