- Bupati Kotabaru Hadiri Pelantikan Pengurus KONI Masa Tugas 2026–2030
- Bupati H.M Rusli Lantik Ahmad Romansa Jadi Kepala Disdikbud Kotabaru
- OPINI Ambin Demokrasi | CeO Di Bali, Kada Mambuang Taruh
- WALHI Kalsel | Krisis Sungai Barito Bukan Takdir Ilahi, Melainkan Rakusnya Oligarki
- Pesan Menkomdigi Pada HPN 2026, Pers Yang kredibel Dan Independen Bukan pilihan Tapi Kebutuhan
- Perjuangan Wali Kota Lisa Gaungkan Cempaka Sebagai Living Museum, Menteri Fadli Zon Siap Dukung
- Gubernur Muhidin Lantik 292 Pejabat, Evaluasi 6 Bulan Jika kurang Baik Non Job
- Tiga Kampus Bumi Saijaan Apresiasi Terobosan Pendidikan Bupati Rusli
- Sekjen KNPI Kalsel Andi Rustianto Himbau Pemuda Jauhi Judi Online
- Perkuat Integritas, Pelindo Kotabaru Gandeng Kejaksaan Sosialisasikan Larangan Pungli dan Gratifikas
Jelang Akhir Tahun, Harga Cabai di Pasar Bauntung Banjarbaru Merangkak Naik

Keterangan Gambar : Suasana pasar Bauntung Banjarbaru, Selasa (24/11/2025).
Banjarbaru, Borneopos.com (25/11/25) - Jelang penghujung tahun, pasar Bauntung Banjarbaru menunjukkan dua wajah kontras: stabilitas harga pangan yang terjaga ketat berkat pengawasan multisektor, dan penurunan daya beli yang signifikan, terutama pada sektor non-pangan akibat persaingan dengan e-commerce. Membuat sebagian penjual kini menghadapi tantangan adaptasi di era digital.
Baca Lainnya :
- Warga Guntung Paikat Banjarbaru Apresiasi Dinas Sosial, Penyaluran Bansos Tepat Sasaran 0
- Perpaprov Kalsel V di Tanah Laut: Kotabaru Sudah Raih 6 Medali 0
Menurut data dari UPT pasar Bauntung. Harga kebutuhan pokok utama seperti beras, minyak goreng, dan telur dilaporkan masih tergolong stabil ini alias tidak ada kenaikan dalam beberapa Minggu. Sementara itu, komoditas daging ayam ras hanya naik tipis sekitar Rp2.000 menjadi Rp36.000 per kilogram dari Rp34.000. Namun, satu komoditas yang mengalami lonjakan tinggi adalah cabai, yang harganya melonjak dari rata-rata Rp50.000 menjadi Rp63.000-Rp65.000 per kilogram. Lonjakan ini disebabkan kendala cuaca yang mengganggu pasokan dari daerah luar, termasuk dari Pulau Jawa.
Menanggapi fluktuasi ini, Kepala UPT Pasar Bauntung, Abdul Malik Iberahim, menegaskan bahwa timnya telah memastikan stok barang kebutuhan pokok aman menjelang akhir tahun. Ia juga menjelaskan bahwa harga jual di pasar ini selalu terpantau ketat.
"Disini pengawasan harga tidak hanya dilakukan oleh UPT dan Dinas Perdagangan kota dan provinsi, tetapi juga melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH), Polda, dan Inspektorat kota maupun provinsi. Keterlibatan banyak pihak ini membuat penjual tidak bisa menaikkan harga dengan mudah, sebab harus sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh dinas perdagangan," ujar beliau.
Pengawasan ketat ini menjadi kunci dalam mitigasi inflasi daerah. Malik menjamin harga jual pedagang tidak akan naik melambung tinggi karena semua harga sudah diatur bersama pemerintah. Dalam konteks ini, inflasi dapat dipicu oleh kenaikan harga komoditas yang pasokannya terganggu (seperti cabai) dan peningkatan permintaan (biasanya pada momen besar).
Berdasarkan pantauan UPT, tekanan inflasi dari sisi permintaan di akhir tahun ini tidak terlalu besar dibandingkan momen lainnya.
Meski harga pangan stabil, Malik mengakui daya beli pembeli secara umum agak menurun, kecuali pada Los Basah (ikan, daging, ayam).
Sektor yang paling terpukul adalah Los Kering, yang menjual sandang. Menyadari derasnya arus e-commerce, Malik berharap agar daya beli tetap stabil, pedagang sandang mau tidak mau harus mengikuti perkembangan zaman. Mereka didorong untuk aktif membuat konten, serta memanfaatkan e-commerce dan media sosial. Kendala utama adalah banyak penjual yang sudah berumur dan tidak mengerti penggunaan smartphone secara optimal.
Untuk menjaga iklim usaha yang kondusif, Malik mengharapkan agar pemerintah dapat bekerja sama untuk lebih memperhatikan pasar tradisional agar bisa terus tumbuh dan tidak mati suri.
Hal ini termasuk memberikan pendampingan adaptasi digital bagi para pedagang yang kesulitan. Selain itu, ia menekankan perlunya menertibkan keberadaan pasar-pasar liar di sekitar Banjarbaru.
Penertiban pasar liar diharapkan dapat mengembalikan citra dan fungsi Pasar Bauntung agar bisa kembali menjadi pusat perekonomian (center) seperti di awal pembangunannya. Di sisi pedagang, Malik berpesan agar setiap kebijakan yang dikeluarkan UPT diikuti terlebih dahulu tanpa banyak protes, demi kebaikan bersama dan menjaga ketertiban pasar.
Mengenai dampak akhir tahun, Malik menyampaikan bahwa momen ini tidak terlalu berdampak signifikan. Justru, event keagamaan seperti Haulan Guru Sekumpul yang akan dilaksanakan pada bulan Desember adalah momen yang sangat membludak pengunjung, bahkan lebih ramai dari hari raya besar seperti idul Adha dan idul fitri, Momen haulan memberikan efek positif yang jauh lebih besar terhadap perputaran ekonomi pasar tradisional.
Dengan 892 penjual aktif harian, Pasar Bauntung saat ini berupaya menyeimbangkan antara ketaatan pada regulasi harga yang ketat dan tantangan adaptasi digital, memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi menjelang tutup tahun yang juga berbarengan dengan momen haulan Guru Sekumpul. (Nita/red)

Baca Lainnya :
- Lagi, Polres Kotabaru Bekuk Penjual Zenith0
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
Berita KALSEL



.jpg)
.jpg)


.jpg)
1.jpg)




