- Suwanti beberkan 5 Rekomendasi RDP Soal Masuknya Kapal Cantrang Dari Jawa ke Perairan Kotabaru
- PKS Kotabaru Luncurkan Rumah Advokasi Hukum Gratis
- Ayo Warga Saijaan! Berburu Kuliner Sekaligus Berwisata di CFD
- Opini | Kebijakan Sumbu Pendek, Soal Raperda No. 6 Tahun 2021
- Perkenalkan Nilai-Nilai Budaya, DKD Kotabaru Gelar Lomba Musikalisasi Puisi Bahasa Banjar
- Pansus I DPRD Kotabaru Setujui Raperda Pemberian Purna Bhakti Bagi Kepala Desa
- Warga Sungai Rangas Tengah Antusias Pilah Sampah, Terkumpul 431,85 Kilogram untuk Ditukar Sembako
- Komisi IV DPR RI Minta Kalsel Siapkan Langkah Mitigasi Antisipasi El Nino
- Optimalkan Penyerapan Panen Petani, Ketua Komisi IV DPR RI Resmikan Revitalisasi Gudang Perum Bulog
- Gubernur Kalsel Resmi Buka Workshop dan Pameran Seni Rupa *Merajut Asa, Harmoni Warna*
Dishut Kalsel Perkuat Pengamanan Hutan dan Kesiapsiagaan Karhutla 2026

Keterangan Gambar : Rakor Pengamanan Hutan dan Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026 yang digelar di Aula Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan.
Kalsel, Borneopos.com - Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan bergerak cepat memperkuat perlindungan kawasan hutan menyusul prediksi cuaca ekstrem serta meningkatnya kerawanan gangguan keamanan hutan pada 2026. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengamanan Hutan dan Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026 yang digelar di Aula Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan belum lama ini.
Baca Lainnya :
- Dishut Kalsel dan Tenaga Ahli Gubernur Sinkronkan Strategi Pengelolaan Kehutanan Berkelanjutan0
- Pemkab Kotabaru Sambut Tim Penilai PK2D Provinsi Kal-Sel0
Rakor dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (PKSDAE) Dinas Kehutanan Kalsel, Rudiono Herlambang, mewakili Kepala Dinas Kehutanan Kalsel. Kegiatan tersebut dihadiri seluruh Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) se-Kalimantan Selatan, Kepala UPTD Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, serta jajaran Kepala Seksi Pengamanan Hutan dari masing-masing wilayah kerja.
Rudiono menyampaikan data berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi fenomena El Nino yang diprediksi menguat pada awal semester II tahun 2026.
“Musim kemarau tahun 2026 datang lebih awal dibanding kondisi normal. Berdasarkan data grafik, pergerakan kemarau dimulai secara bertahap sejak April sebesar 2,6 persen, meningkat pada Mei sebesar 43,6 persen dan Juni 42,8 persen. Puncaknya diproyeksikan terjadi pada Juli hingga September. Seluruh wilayah Kalimantan Selatan diprediksi mengalami sifat kemarau bawah normal atau lebih kering dari biasanya,” ujarnya, Banjarbaru (20/5/2026).
Selain ancaman cuaca ekstrem, tantangan pengamanan kawasan hutan juga menjadi perhatian serius. Diketahui bahwa luas kawasan hutan di Kalimantan Selatan mencapai sekitar 1.653.687 hektare, sementara jumlah personel Polisi Kehutanan (Polhut) yang tersedia hanya 68 orang, terdiri dari 60 ASN dan 8 PPPK.
Meski demikian, keterbatasan personel tersebut tidak mengurangi komitmen dalam menjaga kawasan hutan dari berbagai ancaman.
“Keterbatasan personel bukan alasan untuk mengendurkan pengawasan. Tahun ini, upaya pencegahan gangguan hutan dioptimalkan melalui integrasi langkah pre-emtif dan preventif yang didukung teknologi modern seperti Global Forest Watch (GFW) dan sistem Smart Patrol,” tegasnya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Dinas Kehutanan Kalsel menegaskan komitmennya untuk memperkuat kesiapsiagaan personel di lapangan sekaligus memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital guna menjaga kelestarian kawasan hutan Kalimantan Selatan dari ancaman kebakaran maupun gangguan keamanan hutan sepanjang tahun 2026.(Red/Mcksl)

Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita KALSEL














