- Ketua DPK APINDO Kotabaru, Putra: APINDO Menjadi Rumah Bersama Para Pengusaha
- Ketua DPRD Kotabaru Hadiri Pengukuhan DPK APINDO Kotabaru periode 2026–2031
- WALHI Sebut RSPO is Greenwashing! Buyers Diminta Hentikan Pembelian Dari Pemasok Terkait Karhutla
- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
17 Agustus Di Bukit Mamake Kotabaru

Keterangan Gambar : Suasana 17 Agustus di Bukit Mamake Kotabaru, Minggu (17/8/2025).
Kotabaru, Borneopos.com - Hari Kemerdekaan pada Minggu, 17 Agustus 2025. Bendera merah putih berkibar gagah di wisata Bukit Mamake, di puncak bukit. Seolah menjadi pusat perhatian yang dikelilingi panorama pantai, pegunungan, hingga perkotaan di sekitarnya.
Baca Lainnya :
- Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli Pimpin Upacara Peringatan HUT RI ke-800
- Sambut HUT ke-80 RI, Pemkab Kotabaru Gelar Apel dan Pawai Taptu0
Di sore hari, menanti senja yang indah menjadi momen untuk berswafoto dan lain-lain. Beberapa pengunjung juga membuat konten di bawah bendera merah putih, dengan kamera yang diletakkan di tanah mengarah ke atas, memperlihatkan bendera yang berkibar.
Salah satu pengunjung, Sintia, mengaku terkesan dengan keindahan Bukit Mamake. "Sangat lengkap, dari sini bisa melihat suasana pantai dari atas, gunung-gunung, dan pemandangan indah lainnya. Kami memilih tempat ini karena aksesnya cepat, dan malam kami sudah harus pulang," ujarnya, Minggu (17/08/2025).
Sementara itu, Riswan, pengunjung asal Desa Sarang Tiung yang kerap berkunjung ke Bukit Mamake, menilai perkembangan objek wisata ini sudah cukup baik. Namun, ia tetap memberi masukan terkait aspek keselamatan.
"Kalau ada perempuan yang tidak berani naik ke atas, sebaiknya meminta bantuan penjaga untuk diantar. Tidak semua orang berani naik sendiri, jadi lebih baik ditanyakan dulu. Kalau memang tidak berani, penjaga bisa membantu mengantar sampai ke atas," sarannya.
Ia juga menambahkan, sering kali melihat pengunjung, khususnya perempuan, berjalan kaki turun ke bawah karena motor mereka ditinggalkan. "Selama saya naik ke atas, ada saja perempuan berjalan kaki turun, mungkin karena motor mereka ditaruh di bawah," jelasnya. (Ali)



Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita Kotabaru


.jpg)









