- Opini | Kebijakan Sumbu Pendek, Soal Raperda No. 6 Tahun 2021
- Perkenalkan Nilai-Nilai Budaya, DKD Kotabaru Gelar Lomba Musikalisasi Puisi Bahasa Banjar
- Pansus I DPRD Kotabaru Setujui Raperda Pemberian Purna Bhakti Bagi Kepala Desa
- DPRD Kotabaru Soroti Tingginya Angka Pengangguran di Kotabaru
- Manager PLN Kotabaru Sebut Pemadaman Listrik Disebabkan Gangguan di PLTGU Muara Teweh
- Gegara Ucapan *Bau Kentut* MD Tusuk Kepala Temannya Pakai Sangkur
- KNPI Kal-Sel Apresiasi Kinerja Polda pada HUT Bhayangkara ke-80
- BPSDMD Kalsel Tingkatkan Kompetensi ASN Melalui Sertifikasi Level-1 Pengadaan Barang dan Jasa
- Museum Lambung Mangkurat Gelar Pekan Cinta Museum 2026, Perkuat Edukasi Sejarah dan Budaya
- Hari Bhayangkara ke-80, Gubernur Kalsel Tegaskan Sinergi Pemprov dan Polri Jaga Keamanan Daerah
Pemprov Kalsel Bangun 17 RTLH Lengkap dengan Sanitasi di Tanah Laut, Sasar Keluarga Berisiko Stuntin

Keterangan Gambar : Pemprov Kalsel Bangun 17 RTLH Lengkap dengan Sanitasi di Tanah Laut, Sasar Keluarga Berisiko Stunting
Kalsel, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan membangun 17 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) lengkap dengan fasilitas sanitasi di Desa Sungai Bakau, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut.
Baca Lainnya :
- Pemkab Kotabaru Gelar Sosialisasi SP4N-LAPOR untuk Perkuat Pelayanan Publik yang Responsif dan Akunt0
- Apel Hari Bhayangkara ke-80 di Siring Laut, Sinergi Polri dan Pemkab Kotabaru Perkuat Komitmen Layan0
Program ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana insentif yang diterima Pemprov Kalsel atas keberhasilannya menurunkan angka stunting dan kemiskinan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmiyanti Janoezir Pamuntjak, mengatakan dana tersebut merupakan penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada daerah yang mampu menunjukkan kinerja baik dalam penanganan stunting dan pengentasan kemiskinan.
“Karena Kalimantan Selatan berhasil menurunkan angka kemiskinan dan stunting, kita memperoleh dana insentif. Salah satu peruntukannya adalah pembangunan rumah RTLH yang lengkap dengan fasilitas sanitasi. Jumlahnya ada 17 unit dan berlokasi di Kabupaten Tanah Laut,” ujar Rahmiyanti, Jumat (3/7/2026).
Ia menjelaskan, seluruh calon penerima bantuan telah melalui proses verifikasi bersama instansi terkait dengan mengacu pada data sasaran nasional. Kabupaten Tanah Laut dipilih karena masih menjadi salah satu daerah dengan angka stunting yang cukup tinggi di Kalimantan Selatan.
Rahmiyanti menambahkan, pembangunan tersebut ditargetkan mulai direalisasikan setelah anggaran perubahan disahkan. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
“Mudah-mudahan proses pengesahan anggaran perubahan berjalan lancar sehingga pembangunan bisa segera dilaksanakan. Target kami, seluruh 17 unit selesai pada Desember tahun ini,” katanya.
Menurutnya, program ini berbeda dengan bantuan peningkatan kualitas RTLH yang selama ini dilaksanakan Disperkim. Jika program reguler hanya memberikan bantuan sebesar Rp20 juta untuk perbaikan komponen utama rumah berupa atap, lantai, dan dinding, program khusus penanganan stunting ini memberikan bantuan senilai Rp32,5 juta per unit karena telah mencakup pembangunan rumah beserta fasilitas sanitasi yang layak.
“Nilai bantuannya lebih besar karena tidak hanya rumah, tetapi juga dilengkapi sanitasi sehingga mendukung terciptanya hunian yang sehat bagi masyarakat,” jelasnya.
Program pembangunan 17 unit rumah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting melalui penyediaan rumah yang layak dan lingkungan yang sehat bagi keluarga penerima manfaat.(red/mcksl)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita KALSEL














