- Gubernur Muhidin Imbau Waspada Karhutla, Liang Anggang Jadi Perhatian
- Gubernur Muhidin: Kalsel Tidak Terapkan WFH, Kinerja ASN Harus Tetap Optimal!
- Pemkab Kotabaru Targetkan Masuk 8 Besar Pada MTQ Tingkat Provinsi 2026 di Batola
- Pemkab Kotabaru Resmi Tutup MTQ ke-56 Tahun 2026
- Anggota DPRD Tanbu Andi Rustianto dan Wakil Bupati Hadiri Wisuda & Khataman Al-Quran
- BMKG Kalsel: Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal dan Cenderung Lebih Kering
- DLH Kalsel Bagikan 2.000 Ember dan Tong Sampah, Dorong Pemilahan dari Rumah Tangga
- Andi Rustianto, Sekretaris KNPI Kalsel: Pemerintah Tanpa Pemuda Tidak Akan Kuat
- Bupati Rusli Buka MTQ Nasional ke-56 Tingkat Kabupaten Kotabaru di Tanjung Seloka
- Gubernur Kalsel Tekankan Peran Strategis Pengawas Sekolah dalam Menjaga Mutu Pendidikan
Kemdiktisaintek Buka Penerimaan Siswa SMA Unggul Garuda 2026, 640 Siswa Dapat Beasiswa Penuh

Keterangan Gambar : Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mempercepat pembangunan ekosistem pendidikan unggul berbasis sains dan teknologi melalui pendirian SMA Unggul Garuda Baru. Program strategis ini dirancang untuk menjaring talenta terbaik bangsa, khususnya di luar Pulau Jawa, dengan skema pendidikan berasrama dan beasiswa penuh. (Foto: Dok Kemendiktisaintek)
Jakarta, Borneopos.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mempercepat pembangunan ekosistem pendidikan unggul berbasis sains dan teknologi melalui pendirian SMA Unggul Garuda Baru. Program strategis ini dirancang untuk menjaring talenta terbaik bangsa, khususnya di luar Pulau Jawa, dengan skema pendidikan berasrama dan beasiswa penuh.
Baca Lainnya :
Melalui Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek), pemerintah membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027 serta rekrutmen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) secara selektif dan transparan.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani, menegaskan SMA Unggul Garuda lahir dari keberpihakan terhadap talenta unggul yang selama ini belum mendapatkan ruang optimal dalam sistem pendidikan.
“Sebanyak satu persen yang sering terlewatkan adalah anak-anak pintar dengan potensi sangat tinggi, tetapi belum bisa berkembang maksimal karena keterbatasan finansial. Ini salah satu filosofi dibentuknya Sekolah Garuda,” ujar Dirjen Najib dalam agenda Ngopi Bareng bersama media, Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan, sekolah ini sengaja dibangun di wilayah yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi tantangan akses pendidikan. Empat lokasi yang siap beroperasi pada Juni 2026 berada di Belitung Timur, Soe, Konawe Selatan, dan Bulungan. Pada tahun ajaran perdana, sebanyak 640 siswa akan diterima melalui seleksi nasional dan memperoleh beasiswa penuh mencakup biaya pendidikan serta biaya hidup di asrama.
Menurut Najib, SMA Unggul Garuda merupakan instrumen pemerataan pendidikan sekaligus penguatan talenta di bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika). Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan minat generasi muda pada bidang strategis serta memenuhi kebutuhan industri dan riset nasional.
“Talenta terbaik ini akan dididik dengan karakter, kecintaan terhadap Indonesia, dan menjadi agent of change,” tegasnya.
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT), Ardi Findyartini, menambahkan bahwa kurikulum SMA Unggul Garuda dirancang komprehensif dengan empat pilar utama: penguatan STEM, kurikulum nasional, pengembangan karakter berbasis sekolah berasrama, serta kurikulum internasional.
Seluruh proses seleksi, baik untuk siswa maupun GTK, dilaksanakan dengan tata kelola akuntabel dan transparan. Pendaftaran GTK telah dibuka sejak 2 Februari 2026, PPDB sejak 5 Februari 2026, dan pendaftaran tenaga kependidikan dibuka mulai 20 Februari 2026.
Untuk mendukung operasional empat sekolah rintisan tersebut, Ditjen Saintek menyiapkan kebutuhan 96 PPPK Guru, 96 tenaga kependidikan, empat kepala sekolah, dan 16 wakil kepala sekolah.
Sebagai bagian dari ekosistem pembinaan talenta nasional, lulusan SMA Unggul Garuda akan diproyeksikan melanjutkan pendidikan tinggi terbaik dunia melalui program Beasiswa Garuda. Skema terbaru tidak hanya berbasis Letter of Acceptance (LoA), tetapi juga membuka jalur seleksi menggunakan nilai rapor semester 1–5 pada jurusan yang telah terdaftar di laman resmi program.
“Program ini memberi kesempatan talenta terbaik, baik dari sekolah umum maupun Sekolah Garuda, untuk berkompetisi dan melanjutkan studi sarjana di luar negeri,” jelas Ardi.
Pembangunan sekolah berikutnya tengah berjalan di Rejang Lebong, Manokwari, dan Mempawah, serta akan diperluas ke berbagai daerah strategis lainnya.
Melalui penguatan SMA Unggul Garuda, Kemdiktisaintek menegaskan komitmen menghadirkan pendidikan unggul yang inklusif, berkeadilan, dan berbasis sains-teknologi, sekaligus membangun fondasi talenta nasional yang mampu bersaing di tingkat global. (red/IP)
Baca Lainnya :














