- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
- Pemprov kalsel Dorong Penyusunan RUU Kab/Kota untuk 4 Wilayah di Banua
- Ditengah Lesunya Ekonomi, Warga Kotabaru Harus Beli Air Bersih Rp. 120 Ribu per Tandon
- Pemkab Kotabaru Promosikan Wisata Alam Mamake Lewat Trail Run Tahura Sebatung
- Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi
- Disparpora Kotabaru Gelar Diseminasi Edukasi Aplikasi Si AKRAB
- Pemkab Kotabaru Laksanakan Nusantara Creative Walk Serentak Bersama 17 Negara
- Disparpora Kotabaru Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Festival Akrab 2026
- GMPD Banjarbaru: Kejati Kalsel Jangan Pandang Bulu Soal Kasus Dugaan Korupsi Kepala BKSDA
Wakil Ketua DPRD Kotabaru: FBS Identitas Kotabaru, Mari Jaga Keberagaman Budaya

Keterangan Gambar : FBS Identitas Kotabaru, Wakil Ketua DPRD : Menjaga Keberagaman Budaya
Kotabaru, Borneopos.com - Festival Budaya Saijaan atau FBS baru saja dihelat. Momentum ini bahkan bagian terpenting, karena mengangkat adat budaya yang menjadi salah satu identitas Kabupaten Kotabaru berjuluk Bumi Saijaan.
Baca Lainnya :
- Suwanti: Perbaikan Kantor Baru di Sebelimbingan Kembali Dianggarkan di APBD Perubahan 20260
- DPRD Kotabaru Dorong PT Darma Henwa Prioritas Tenaga Kerja Lokal0
Diketahui, FBS digemakan sejak beberapa tahun silam berdiri dari cerita sejarah, nilai dan karakter masyarakat Kotabaru, jadi sebuah identitas dan harus dijaga keberagamannya.
Disampaikan Wakil Ketua DPRD Kotabaru Awaludin. Keberagaman identitas harus dijaga agar tetap dikenal dan tidak tergerus di tengah perkembangan zaman.
“Melalui Festival Budaya Saijaan, kita merawat warisan leluhur, memperkuat persatuan, sekaligus memperkenalkan potensi budaya Kotabaru kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Melalui momentum FBS juga dapat menjaga akar budaya lokal sambil membuka diri kepada dunia.
Kedepan, Kotabaru tidak hanya dikenal masyarakat sendiri, tetapi menjadi daya tarik bagi wisatawan dan dapat dikenal lebih luas.
Awaludin berpesan, masyarakat bersatu untuk menjaga dan mewariskan ke setiap generasi, sehingga identitas Kotabaru ini dapat dikenal dimata dunia.
“Festival ini menjadi wadah merajut keberagaman, karena mempertemukan berbagai suku, budaya, dan komunitas dalam satu ruang yang sama,” katanya.
Perbedaan yang ada bukan menjadi pemisah, tetapi justru menjadi kekuatan untuk saling mengenal, menghargai, dan mempererat persaudaraan
“Pemerintah dan DPRD terus mendukung lewat kebijakan, anggaran, serta program pelestarian budaya. Yang tidak kalah penting adalah melibatkan generasi muda agar mereka bangga mengenal dan melestarikan budayanya,” sambung Awaludin.
Salah satu bukti, DPRD berkomitmen mendukung melalui kebijakan dan penganggaran agar festival dapat terus berlangsung. Memberikan fasilitas dan terus mengembangkan potensi yang ada.
“Jangan malu mencintai budaya sendiri. Kenali, pelajari, dan lestarikan, karena budaya adalah identitas yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan menjaga budaya, kita juga menjaga jati diri daerah dan bangsa,” tutupnya.(red/ril)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250












