- Perkuat Ekosistem Digital, Diskominfo Kalsel Hadiri Forkomsanda di DIY
- Dispora Kalsel Bekali Wirausaha Muda Kuasai Strategi Pemasaran Digital
- RSGM Gusti Hasan Aman Sosialisasikan SI BEKANTAN NASAR, Perkuat Transformasi Digital
- WALHI Kalsel Desak Pemerintah Tindak Tegas Perusahaan Perusak Lingkungan
- Pemkab Kotabaru Apresiasi Kelulusan Siswa SMPN 1 Kotabaru, Dorong Generasi Muda Raih Prestasi
- Kadispapora Hadiri Musen VIII Dewan Kesenian Kabupaten Kotabaru
- SLB-C Pembina Lahirkan Kemandirian Siswa Melalui Program Vokasi Berprestasi Internasional
- Hari Jadi ke-76 Kalsel Akan Dipusatkan di Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari
- Jaga Inflasi dan Jaga Daya Beli, Pemprov Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah
- Dispora Kalsel Siapkan Pelatihan Wasit dan Juri untuk Tingkatkan Mutu Tenaga Keolahragaan
TPID Pemkot Samarinda Ikuti Rapat Koordinasi Inflasi Dengan Kemendagri RI

Keterangan Gambar : Tim TPID Pemkot Samarinda ikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi Kemendagri RI
Borneopos.com, SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kembali menegaskan komitmennya dalam pengendalian inflasi daerah dengan mengikuti Rapat Koordinasi Pembahasan Langkah Kongkret Pengendalian Inflasi.
Baca Lainnya :
- PPSDM Kemendagri Gelar Diklat Pengelolaan BLUD : Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik0
- Dr. H. Andi Harun Wakili Presiden RI, Berikan Penghargaan Satyalancana Karya Satya 2024 Kepada 145 A0
Rapat yang diselenggarakan secara hybrid oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia tersebut berlangsung pada Senin (19/08/2024), di mana perwakilan TPID Kota Samarinda menghadiri kegiatan ini secara tatap muka di ruang rapat Sembuyutan, Balaikota Samarinda.
Kepala Bagian Perekonomian, Yuyum Puspitaningrum, hadir langsung dalam rapat ini, bersama dengan perwakilan lainnya dari TPID Samarinda.

Rapat koordinasi dipimpin oleh Plt. Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, yang menekankan pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.
"Dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan seperti saat ini, pemanfaatan sumber daya lokal bukan hanya sebuah pilihan, tetapi sebuah keharusan. Dengan memberdayakan potensi lokal, kita dapat menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan," ujar Tomsi dalam sambutannya.
Tomsi juga mengajak seluruh kepala daerah untuk bekerja sama dalam merumuskan langkah-langkah konkret yang dapat segera diimplementasikan di daerah masing-masing.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengelola kebijakan impor dan ekspor komoditas bahan pokok, terutama untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dalam negeri dan kepentingan ekspor.
Berdasarkan laporan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendagri, beberapa komoditas seperti bawang merah, daging ayam ras, dan cabai rawit memberikan andil signifikan terhadap deflasi pada bulan Agustus 2024.
Namun, data hingga minggu ketiga Agustus menunjukkan bahwa cabai rawit mengalami kenaikan harga sebesar 16,20%, sementara cabai merah turun 1,83% dibandingkan bulan Juli 2024, dan harga beras masih mengalami kenaikan sebesar 0,17% dibandingkan Juli 2024.
Dengan keterlibatan aktif dalam rapat koordinasi ini, Pemkot Samarinda melalui TPID berharap dapat terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.(rls/KMF-SMR/Saiful)

Baca Lainnya :
- Jumlah Penduduk Indonesia 2024 Sebanyak 282.477.584 jiwa, 6,18 Persennya Berada Di Kalimantan0
- Andi Harun Serahkan Bantuan Sosial Non Tunai kepada 1.242 Keluarga Miskin dan Miskin Ekstrim0
Berita KALTIM

.jpg)












