- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
Jumlah Penduduk Indonesia 2024 Sebanyak 282.477.584 jiwa, 6,18 Persennya Berada Di Kalimantan
.jpg)
Keterangan Gambar : Dirjen Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi saat doorstop dengan awak media
Borneopos.com, Jakarta - Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi menyatakan, pihaknya terus bekerja sama dalam mengembangkan statistik hayati lewat data kependudukan.
Baca Lainnya :
- Kepala BPSDM Kemendagri dan UI Bahas Kerja Sama Peningkatan Kapasitas ASN Dan Anggota DPRD0
- Kemendagri Dorong Peningkatan Kualitas Pengelolaan Layanan Pengaduan Pemda0
Ini bertujuan meningkatkan nilai manfaat dari data kependudukan dengan mengintegrasikannya dalam peta tematik Geographic Information System (GIS) Dukcapil.
"Pemetaan [tematik GIS Dukcapil] ini memungkinkan analisis yang lebih mendalam dan platform data yang lebih efektif dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, khususnya dalam konteks kebijakan kesehatan, sosial, dan pembangunan," ujarnya pada acara Rilis Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester I Tahun 2024 di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (7/8/2024).
Kerja sama ini dilakukan Kemendagri dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Upaya pengembangan statistik hayati sekaligus pemanfaatan data lebih baik ini diharapkan dapat menghasilkan informasi yang lebih akurat dan berguna. Ini khususnya untuk mendukung program-program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat dan efektivitas pelayanan publik.
Selain itu, Teguh menyebutkan bahwa data kependudukan telah dimanfaatkan secara luas oleh sejumlah lembaga pusat dan daerah untuk proses verifikasi dan validasi data.
Tercatat sebanyak 6.535 lembaga dari berbagai sektor, termasuk pelayanan publik, administrasi pemerintah, dan program-program sosial telah bekerja sama dengan Kemendagri.
Mereka menggunakan data tersebut untuk memastikan keakuratan dan konsistensi informasi dalam pengambilan keputusan, penyusunan kebijakan, serta pelaksanaan program-program yang memengaruhi kehidupan masyarakat.
"Dengan adanya kerja sama ini, data kependudukan menjadi dasar yang penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik," jelas Teguh.
Di lain sisi, Teguh berharap, rilisnya DKB semester I tahun 2024 dapat bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia memiliki database kependudukan yang berkontribusi besar dalam pembangunan nasional.
"Dengan data kependudukan yang akurat dan mutakhir, Indonesia mampu menyusun kebijakan yang lebih baik dan tepat sasaran," pungkasnya.
Adapun DKB semester I tahun 2024 mencatat, jumlah total penduduk Indonesia sebanyak 282.477.584 jiwa.
Pulau Jawa menjadi daerah dengan tingkat konsentrasi penduduk terbanyak sebesar 55,93 persen, diikuti oleh Sumatra sebesar 21,81 persen, Sulawesi 7,36 persen, Kalimantan 6,18 persen, Bali dan Nusa Tenggara 5,56 persen, Papua 2,00 persen, serta Maluku 1,17 persen.
Kemudian tiga provinsi dengan jumlah penduduk tertinggi yakni Jawa Barat dengan total 50.489.208 jiwa, diikuti Jawa Timur 41.714.928 jiwa dan Jawa Tengah 38.280.887 jiwa. Sebaliknya, provinsi dengan jumlah penduduk terendah yaitu Papua Selatan dengan total 545.861 jiwa, diikuti Papua Barat 569.910 jiwa dan Papua Barat Daya 616.132 jiwa. (rls/Puspen Kemendagri/red)
Baca Lainnya :
- Ditjen Bina Adwil Latih Aparatur Kecamatan di 4 Provinsi Secara Serentak0
- Kemendagri Dorong Peningkatan Kualitas Pengelolaan Layanan Pengaduan Pemda0


.jpg)
1.jpg)










