- Dispora Kalsel Seleksi Wirausaha Muda Berprestasi, Dorong UMKM Berbasis Kearifan Lokal
- Duta Pepelingasih Kalsel 2026 Resmi Terpilih, Siap Jadi Agen Perubahan Pelestarian Lingkungan
- Perkuat Sektor Perkebunan dan Peternakan Daerah, Disbunnak Kalsel Dukung Program KDMP
- Pemprov Kalsel Perkuat Sinergi Lintas Sektoral untuk Tingkatkan Kerukunan Umat Beragama
- Diskominfo Kalsel Sosialisasikan Aplikasi E-Absen dan E-Performance kepada Admin SMA dan SMK
- Dispora Kalsel Tingkatkan Profesionalisme Wasit dan Juri Tiga Cabor Melalui Pelatihan Bersertifikat
- Gubernur H. Muhidin Sampaikan Rancangan KUPA dan PPAS di Rapat Paripurna DPRD Kalsel
- HUT ke-76, IGTKI-PGRI Kotabaru Kukuhkan Pengurus Baru
- 16 Tim Pelajar Putri Rebut juara diPERWOSI CUP I 2026
- Pemkab Kotabaru Hadiri Sosialisasi ASN Pra Pensiun dan Silaturahmi Pengajian Nasabah Pensiunan BSI
Tenggelam Saat Bermain Disungai, Pelajar Kotabaru Ditemukan Tak Bernyawa

Keterangan Gambar : Jenazah saat dirumah duka, Selasa (11/2/25).
Kotabaru, Borneo Pos – Seorang pelajar berusia 15 tahun, IYP meninggal dunia akibat tenggelam di aliran Sungai Manunggul Km. 18, Desa Rantau Buda, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru. Kejadian ini terjadi pada Selasa, (11/2/2025) sekira pukul 17.00 WITA. Korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa setelah terbawa arus sungai yang deras.
Baca Lainnya :
- Radio Gema Saija-an Dan Kejari Kotabaru Sosialisasikan Program Jaga Desa0
- Lagi, Polresta Samarinda Ungkap Kasus Peredaran Ganja, Dua Tersangka Diamankan0
Kapolres Kotabaru AKBP Doli M. Tanjung, S.I.K melalui Kapolsek Sungai Durian IPTU Tri Wibawa menyampaikan menurut laporan saksi, kejadian bermula ketika Intan bersama dua temannya, Andik Fajrian dan Kesya Farida Nurliani, bermain di sungai tersebut.
"Intan dan Andik mandi di pinggir sungai, sementara Kesya hanya menunggu di pinggir. Sekitar 30 menit kemudian, Intan dan Andik mencoba menyeberang untuk mendatangi Kesya yang berada di atas batu. Namun, keduanya terbawa arus menuju pusaran air. Andik berhasil menyelamatkan diri, tetapi Intan tidak dapat melawan arus dan hanyut," ucapnya.
Saksi ketiga, Supriyono, yang mendengar teriakan minta tolong, segera datang membantu. Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil karena arus sungai yang kuat dan kedalaman pusaran air yang mencapai 3-4 meter. Intan akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa sekitar pukul 17.00 WITA dan dibawa ke rumah untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dokter dari Puskesmas Sungai Durian memeriksa korban dan menyatakan bahwa Intan meninggal dunia akibat tenggelam tanpa adanya tanda-tanda kekerasan atau luka pada tubuhnya. Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi.
Atas kejadian ini Polsek Sungai Durian, akan melakukan sosialisasi lebih intensif kepada masyarakat, terutama di daerah-daerah yang rawan seperti Sungai Manunggul.
"Kami juga akan bekerja sama dengan pihak sekolah dan pemerintah setempat untuk memberikan pemahaman tentang risiko bermain di sungai,” ujar Kapolsek.
Lebih jauh Tri Wibawa berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Masyarakat diharapkan lebih waspada dan selalu memprioritaskan keselamatan, terutama saat berada di dekat sungai atau daerah berair,” tambah Kapolsek.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap kejadian darurat kepada pihak berwajib agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat. (ril/Humas Polres Kotabaru).

Baca Lainnya :
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0
Berita Kotabaru














