- Bupati Rusli Buka MTQ Nasional ke-56 Tingkat Kabupaten Kotabaru di Tanjung Seloka
- Gubernur Kalsel Tekankan Peran Strategis Pengawas Sekolah dalam Menjaga Mutu Pendidikan
- Pemkab Kotabaru Resmi Lantik 872 PNS
- Bupati Kotabaru Kukuhkan Dewan Hakim dan Lepas Pawai Taaruf MTQ ke-56
- Pantai Nusa Dua, Balinya Kotabaru, Ayo Kunjungi
- Pantai Teluk Tamiang Terus Berbenah, Berbagai Fasilitar di Lengkapi Pemkab Kotabaru.
- Mendagri: WFH untuk ASN Berlaku Mulai 1 April, Simak Jabatan dan Unit yang Tetap Berkantor
- Efisiensi BBM Imbas Perang, Pemerintah Tetapkan WFH Untuk ASN Setiap Jumat
- Sekretaris KNPI Kalsel, Andi Rustianto: Pemuda Kreatif Bukan Tren, Tapi Fondasi Masa Depan
- Pemprov Kalsel Serahkan 14 LKPD Unaudited, Ditarget Rampung dalam 60 Hari
Tanpa Papan Informasi, Proyek Kementrian Perhubungan Di Bandara GSA Dipertanyakan Warga

Keterangan Gambar : Proyek Kementrian Perhubungan di Bandara GSA Kotabaru
1. Mengapa Plang Proyek tidak di pasang?
Baca Lainnya :
- Proyek Pelebaran Bandara Gusti Syamsir Alam Di Genjot0
- Pengukuhan Pengurus BKMT dan Pelantikan WI Kotabaru di Hadiri Sekda0
2. Berapa nilai kontrak proyek pelebaran bandara SGA ini?
3. Ada apa dengan proyek bandara SGA, mengapa begitu sulit di akses publik?
4. Apakah bandara masuk proyek strategis nasional (PSN)?
Sekelumit pertanyaan yang hingga kini masih belum terjawab. Meski sudah beberapa kali dilakukan upaya oleh wartawan untuk mengkonfirmasi kepada kepala bandara dan humas bandara Gusti Sjamsir Alam Kotabaru, namun hasilnya nihil.
Keberadaan proyek kementrian perhubungan di bandara Gusti Sjamsir Alam Kotabaru semakin membuat warga penasaran dan ingin mengetahui lebih dalam, apa penyebab hingga informasi yang harusnya bisa di konsumsi publik, ditutup rapat, rapi dan sulit diakses.

Sebelumnya, kru media Borneo Pos mencoba mengkonfirmasi terkait proyek kementrian perhubungan ini kepada kepala bandara, namun pejabat yang dimaksud tidak ada di tempat.
"Beliau lagi dinas luar" ujar salah satu staf bandara SGA, kepada awak media, Selasa (23/04/24) lalu.
Dua minggu berselang, kru media Borneo Pos kembali menghubungi Humas Bandara Gusti Syamsir Alam, Sigit, pada Selasa (14/05/2024) menanyakan terkait jadwal konfirmasi dengan kepala bandara.
"Beliau masih Dinas luar ke Surabaya dan nanti lanjut ke Kantor pusat, belum pasti kapan kembali," ujarnya.
Lanjut Humas Bandara mengungkapkan, "kalau mau Konfirmasi bisa tunggu kepala bandara".
Menurut data yang dihimpun media ini proyek kementrian perhubungan ini dibiayai oleh APBN 2024 dengan nilai kontrak lebih dari 46 Milyar, saat ini baru memasuki tahap I.
Berikut kegiatan tahap I dimaksud :
Panjang landas pacu (Runway) saat ini 1.650 x 30 M², akan diperlebar menjadi 2.300 x 45 M².
Strip landasan pacu (Runway Stripe) saat ini 1.770 x 150 M² akan diperlebar menjadi 2.420 x 300
Jenis pesawat terbesar saat ini yang mendarat di bandara Gusti Sjamsir Alam adalah ATR72, setelah di pelebaran maka pesawat jenis CRJ1000 bisa turun di bandara GSA.
Namun demikian, kepastian kebenaran data-data diatas masih akan di konfirmasi kepada kepala bandara Gusti Syamsir Alam Kotabaru.
Salah satu warga Desa Stagen yang di jumpai media saat melintas di depan bandara, yang tak mau namanya disebut, berkata bahwa kami tau dan melihat proyek bandara ini sudah mulai dikerjakan.
"Soal berapa anggaran, siapa kontraktor, berapa lama waktu pengerjaan, sebenarnya kami warga sini juga bertanya-tanya, ada apa dengan proyek bandara, tidak ada plang proyeknya," ucapnya, Jumat (17/05/2024).
Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa dulu diawal proyek, waktu pengurukan tanah, jalan aspal yang dilalui truck pembawa tanah urug dari desa gunung sari sempat diproses warga, karena jalan aspal menjadi sangat bebek dan licin, hingga beberapa kali nyaris terjadi kecelakaan.
Diakhir penjelasannya, warga stagen ini berharap, mudahan kontraktor yang mengerjakan proyek kementrian perhubungan ini mau menerima warga Desa Stagen untuk ikut bekerja.(red*)

Alat berat pendukung kegiatan proyek bandara GSA
Baca Lainnya :
- Proyek Pelebaran Bandara Gusti Syamsir Alam Di Genjot0
- Jalan dan Jembatan Penghubung Antara Desa Pantai Baru Dengan Megasari Butuh Perhatian0














