- Dispora Kalsel Seleksi Wirausaha Muda Berprestasi, Dorong UMKM Berbasis Kearifan Lokal
- Duta Pepelingasih Kalsel 2026 Resmi Terpilih, Siap Jadi Agen Perubahan Pelestarian Lingkungan
- Perkuat Sektor Perkebunan dan Peternakan Daerah, Disbunnak Kalsel Dukung Program KDMP
- Pemprov Kalsel Perkuat Sinergi Lintas Sektoral untuk Tingkatkan Kerukunan Umat Beragama
- Diskominfo Kalsel Sosialisasikan Aplikasi E-Absen dan E-Performance kepada Admin SMA dan SMK
- Dispora Kalsel Tingkatkan Profesionalisme Wasit dan Juri Tiga Cabor Melalui Pelatihan Bersertifikat
- Gubernur H. Muhidin Sampaikan Rancangan KUPA dan PPAS di Rapat Paripurna DPRD Kalsel
- HUT ke-76, IGTKI-PGRI Kotabaru Kukuhkan Pengurus Baru
- 16 Tim Pelajar Putri Rebut juara diPERWOSI CUP I 2026
- Pemkab Kotabaru Hadiri Sosialisasi ASN Pra Pensiun dan Silaturahmi Pengajian Nasabah Pensiunan BSI
Sebuku Coal Group Konsisten Dampingi Petani di Desa Megasari, Laos Jadi Sumber Cuan Signifikan

Keterangan Gambar : Tim CSR Sebuku Coal Group saat mendampingi petani panen laos di Desa Megasari Kotabaru.
Kotabaru, Borneopos.com - Program pemberdayaan pertanian yang dijalankan CSR Sebuku Coal Group terus menunjukkan hasil positif. Pada Minggu (4/1), Kelompok Tani Megasari Jaya melaksanakan panen rutin laos di Desa Megasari dengan hasil mencapai 10 hingga 20 kilogram setiap minggunya.
Baca Lainnya :
- 2026, Disdag Kalsel Fokus Peningkatan Ekspor dan Perluas Akses Pasar Luar Negeri0
- Tarik Minat Wisatawan, Pengelola Wisata Tumpang Dua Gelar Pertunjukan Reog dan Kuda Lumping0
Kegiatan panen ini turut diikuti oleh Akhdiat dan Ali Akbar selaku tim CSR Sebuku Coal Group. Kehadiran tim CSR bertujuan untuk melihat langsung progres serta perkembangan usaha pertanian yang telah dijalankan oleh kelompok tani selama ini.
Para anggota kelompok menyampaikan bahwa hasil panen laos tersebut dijual dengan harga sekitar Rp10.000 per kilogram, sehingga dalam sebulan kegiatan ini mampu memberikan tambahan pemasukan yang cukup signifikan bagi para anggota.
“Alhamdulillah, setiap minggu kami bisa panen sekitar 10 sampai 20 kilogram. Hasilnya kami jual dan ini sangat membantu ekonomi keluarga,” ungkap salah satu anggota Kelompok Tani Megasari Jaya.
Program budidaya laos ini menjadi salah satu contoh hasil pertanian warga dan selanjutnya secara berkelanjutan menerima pendampingan CSR Sebuku Coal Group terutama dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa binaan, khususnya melalui penguatan sektor pertanian berbasis potensi lokal.(*)
Baca Lainnya :
- Opini | UMKM Mama Khas Banjar MEMILIH MATI0
- Pameran Kepariwisataan dan UMKM Kotabaru di Q-Mall Berlangsung Meriah, Evy: Ini Langkah Strategis0
Berita Kotabaru














