- Dispora Kalsel Seleksi Wirausaha Muda Berprestasi, Dorong UMKM Berbasis Kearifan Lokal
- Duta Pepelingasih Kalsel 2026 Resmi Terpilih, Siap Jadi Agen Perubahan Pelestarian Lingkungan
- Perkuat Sektor Perkebunan dan Peternakan Daerah, Disbunnak Kalsel Dukung Program KDMP
- Pemprov Kalsel Perkuat Sinergi Lintas Sektoral untuk Tingkatkan Kerukunan Umat Beragama
- Diskominfo Kalsel Sosialisasikan Aplikasi E-Absen dan E-Performance kepada Admin SMA dan SMK
- Dispora Kalsel Tingkatkan Profesionalisme Wasit dan Juri Tiga Cabor Melalui Pelatihan Bersertifikat
- Gubernur H. Muhidin Sampaikan Rancangan KUPA dan PPAS di Rapat Paripurna DPRD Kalsel
- HUT ke-76, IGTKI-PGRI Kotabaru Kukuhkan Pengurus Baru
- 16 Tim Pelajar Putri Rebut juara diPERWOSI CUP I 2026
- Pemkab Kotabaru Hadiri Sosialisasi ASN Pra Pensiun dan Silaturahmi Pengajian Nasabah Pensiunan BSI
Rayakan HUT ke-27, Pemko Banjarbaru Lakukan Skrining Ratusan Warga Binaan

Keterangan Gambar : semarak memperingati Hari Jadi Kota Banjarbaru yang ke-27 tahun, Pemerintah Kota Banjarbaru melalui kolaborasi tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Cempaka sukses melaksanakan kegiatan skrining kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Banjarbaru, Rabu (08/04/2026).
Banjarbaru, Borneopos.com - Dalam semarak memperingati Hari Jadi Kota Banjarbaru yang ke-27 tahun, Pemerintah Kota Banjarbaru melalui kolaborasi tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Cempaka sukses melaksanakan kegiatan skrining kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Banjarbaru, Rabu (08/04/2026).
Baca Lainnya :
- Era Baru Pengawasan Medsos Anak, Diskominfo Banjarbaru Perkuat Literasi Digital dan Peran Keluarga0
- Ribuan Karateka Kalselteng Berlaga di Kejuaraan Karate Piala Pangdam XXII 20260
Kegiatan proaktif yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 14.15 WITA ini menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah kota di momen hari jadinya, dengan memfokuskan pemeriksaan pada tiga penyakit menular utama: Tuberkulosis (TBC), Human Immunodeficiency Virus (HIV), dan Hepatitis.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Juhai Triyanti Agustina, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin pemerataan layanan kesehatan, termasuk bagi warga binaan. Dari target sasaran sebanyak 200 orang warga binaan, tim kesehatan berhasil merealisasikan skrining terhadap 162 orang.
“Telah dilaksanakan skrining kesehatan yang menyasar Warga Binaan Lapas Kelas II Banjarbaru. Dari hasil pemeriksaan hari ini, kami menemukan beberapa kasus yang akan segera ditindaklanjuti secara medis. Terdapat 4 orang reaktif HIV, 1 orang reaktif Hepatitis C, dan 20 orang terduga TBC,” jelas Juhai.
Pemerintah Kota Banjarbaru telah menyiapkan langkah penanganan komprehensif bagi warga binaan yang terindikasi reaktif dan terduga:
- Tindak Lanjut HIV: Bagi 4 orang yang reaktif HIV, akan dilakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan reagen 1 dan 2 dalam kurun waktu 2 hingga 4 pekan ke depan. Jika hasil pemeriksaan lanjutan tetap reaktif, pengobatan Antiretroviral (ARV) akan segera dimulai.
- Tindak Lanjut Hepatitis C: Satu orang yang dinyatakan reaktif Hepatitis C akan menjalani pemeriksaan Viral Load (VL) di RSUD Idaman Banjarbaru. Pemeriksaan ini dijadwalkan bersamaan dengan pemeriksaan VL bagi pasien Orang Dengan HIV (ODHIV) yang berada di Lapas.
- Tindak Lanjut TBC: Untuk 20 orang terduga TBC, petugas kesehatan akan segera melakukan pemeriksaan lanjutan secara lebih spesifik menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM).
Pelaksanaan kegiatan skrining kesehatan di Lapas Kelas II Banjarbaru ini juga mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Anggota Komisi IX DPR RI, Ibu Mariana, turut hadir meninjau langsung jalannya pemeriksaan. Kunjungan tersebut kemudian disusul oleh kehadiran Rafiqie, Anggota Komisi XIII DPR RI, yang meninjau lokasi untuk memberikan dukungan langsung terhadap program layanan kesehatan di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
Melalui deteksi dini ini, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap dapat mencegah penularan penyakit di dalam fasilitas pemasyarakatan sekaligus memberikan hak akses pengobatan yang tepat sasaran dan cepat bagi warga binaan yang membutuhkan.(red/mcbjb)

Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250














