- Pemkab Kotabaru Resmi Tutup Turnamen Voli Perwosi Cup I 2026
- DPRD Kotabaru Dorong Pembinaan Atlet Lewat Perwosi Cup I 2026
- Wakil Ketua DPRD Kotabaru Apresiasi Turnamen Voli Antar Pelajar
- DPRD Kotabaru Pastikan Distribusi Solar Bersubdisi Tepat Sasaran
- Warga Tarjun Usul Paving dan JPU, Sahrani: Akan Diperjuangkan Hingga Terealisasi
- Sahrani Serap Aspirasi pada Reses di Desa Tarjun
- Gewsima Serap Aspirasi Warga Semayap pada Reses Tahap II 2026
- DPRD Kotabaru Apresiasi Kegiatan FBS 2026
- Dispora Kalsel Seleksi Wirausaha Muda Berprestasi, Dorong UMKM Berbasis Kearifan Lokal
- Duta Pepelingasih Kalsel 2026 Resmi Terpilih, Siap Jadi Agen Perubahan Pelestarian Lingkungan
Plt. Sekjen Kemendagri Harap Anggota DPRD Lakukan Perbaikan Dan Pahami Tugas Wewenang

Keterangan Gambar : Tomsi Tohir saat orientasi anggota DPRD provinsi, Selasa (10/9/24)
Borneopos.com, Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir berharap jajaran anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi dapat melakukan perbaikan kinerja di daerah masing-masing. Perbaikan itu terutama dalam mempraktikkan terobosan ketika menjalankan tugas di daerah.
“Tentunya [pada] pembekalan yang tidak lama ini [saya] sangat-sangat berharap dapat betul-betul bisa sangat berarti nantinya, karena ada banyak perubahan-perubahan yang diperlukan,” ujar Tomsi saat membuka Orientasi bagi Anggota DPRD Provinsi di Hotel Aryaduta Jakarta, Selasa (10/9/2024).
Baca Lainnya :
- TPID Pemkot Samarinda Ikuti Rapat Koordinasi Inflasi Dengan Kemendagri RI0
- PPSDM Kemendagri Gelar Diklat Pengelolaan BLUD : Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik0
Menurutnya, perubahan yang lebih baik dalam bekerja sangat diperlukan. Dia mencontohkan, Kemendagri setiap waktu terus melakukan perbaikan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), yang di dalamnya juga memuat sistem keuangan daerah. Hal ini diharapkan akan mampu memudahkan daerah dalam meningkatkan kinerja.
Tomsi mewanti-wanti, seluruh anggota DPRD provinsi untuk mengikuti pembekalan secara serius. Dirinya menegaskan, peningkatan kapasitas melalui pembekalan tersebut nantinya akan berguna bagi masyarakat. Karena itu, semua pihak yang terlibat didorong untuk menjalaninya dengan penuh tanggung jawab.
“Tentunya di dalam tugas serta wewenang bagi yang baru ini juga sudah tidak asing, karena sudah dipelajari, terkait dengan penganggaran, pembentukan Perda dan pengawasan,” imbuhnya.
Menurut catatannya, selama ini masih terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki oleh pemerintah daerah (Pemda) dan jajaran DPRD, salah satunya konsistensi dokumen perencanaan dengan penganggaran.
Pemda didorong untuk memperbaiki manajemen yang masih kurang optimal. Hal itu, imbuh Tomsi, dapat dimulai dari sistem perencanaan yang matang.
Dalam kesempatan itu, Tomsi juga meminta anggota DPRD agar dapat memperkuat tugas dan fungsinya dalam membentuk peraturan daerah (Perda) bersama kepala daerah. Pembentukan Perda didorong agar mampu menjadi wadah kepentingan nasional, serta memuat aspirasi rakyat.
“Perda tidak boleh bermasalah, tumpang tindih dengan peraturan-peraturan di atasnya, atau tidak boleh ada aturan-aturan yang menghambat layanan publik termasuk investasi,” pungkasnya.(rld/Puspen Kemendagri/red)
Baca Lainnya :
- Jumlah Penduduk Indonesia 2024 Sebanyak 282.477.584 jiwa, 6,18 Persennya Berada Di Kalimantan0
- Ditjen Bina Adwil Adakan Pelatihan ToT Penguatan Kecamatan, Serentak di Empat Provinsi0













