- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
- Pemprov kalsel Dorong Penyusunan RUU Kab/Kota untuk 4 Wilayah di Banua
- Ditengah Lesunya Ekonomi, Warga Kotabaru Harus Beli Air Bersih Rp. 120 Ribu per Tandon
- Pemkab Kotabaru Promosikan Wisata Alam Mamake Lewat Trail Run Tahura Sebatung
- Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi
- Disparpora Kotabaru Gelar Diseminasi Edukasi Aplikasi Si AKRAB
- Pemkab Kotabaru Laksanakan Nusantara Creative Walk Serentak Bersama 17 Negara
- Disparpora Kotabaru Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Festival Akrab 2026
Lagi, Lagi dan Lagi! Kotabaru Dikepung Banjir

Keterangan Gambar : Rumah warga yang tenggelam akibat banjir, Kamis (28/8/2025).
Kotabaru, Borneopos.com - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kotabaru sejak Rabu malam (27/08/2025) hingga Kamis pagi (28/08/2025) menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Genangan air merendam jalan raya, permukiman warga, serta fasilitas umum, dengan dampak terparah terjadi di beberapa desa di Kecamatan Pulau Laut Utara dan Pulau Laut Sigam.
Baca Lainnya :
- Sabu Senilai 2,5 Miliar Dimusnahkan Ditresnarkoba Polda Kalsel0
- Pemprov Kalsel Launching E-Optima TJSLP Guna Perkuat Tata Kelola CSR0
Banjir yang mencapai ketinggian lutut hingga pinggang dewasa ini merendam rumah, kendaraan bermotor, mobil, serta barang-barang lainnya yang larut terbawa air. Pasca banjir, genangan air meninggalkan tanah dan sampah yang menyebar di seluruh area. Beberapa kantor juga terpaksa tutup sementara, salah satunya kantor PDAM Kotabaru.
Didapat informasi, PDAM Kotabaru juga turut terdampak banjir ini, mengakibatkan penyumbatan pada pipa transmisi air baku yang masuk ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Ulin. Akibatnya, pompa untuk wilayah Karya Utama tidak dapat beroperasi, yang mengganggu distribusi air di beberapa wilayah layanan.
Selain itu, proyek tanjakan baharu yang sedang dalam pembangunan kembali mengalami penutupan sementara. Kondisi jalan yang sebelumnya dipadatkan menjadi tidak stabil akibat intensitas hujan yang tinggi, menyebabkan material perkerasan LPA lepas dan menumpuk di area bawah jalan.
Banjir kali ini kembali menunjukkan kerentanannya Kabupaten Kotabaru terhadap bencana banjir, terutama ketika curah hujan tinggi.
"Kotabaru + Hujan = Banjir," ungkap Pradana, salah seorang warga yang menggambarkan betapa setiap kali hujan deras turun, banjir hampir selalu terjadi di wilayah tersebut.
Pradana juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah yang dinilai kurang responsif dalam menangani peristiwa ini.
"Di tempat saya, setiap kali curah hujan tinggi, pasti banjir. Rumah, toko, sekolah dan lainnya. Kami sebagai warga merasa khawatir setiap hujan deras tempat tinggal kami selalu terendam dengan air yang berwarna coklat dan lumpur," ujar Pradana, Kamis (28/08/2025)
Dia juga menyebutkan kerugian akibat banjir, seperti perabotan rumah yang terseret air. Pradana juga menuturkam sarannya untuk mengurangi dampak banjir untuk kedepannya.
"Perbaiki gorong-gorong atau saluran air yang ada. Perbanyak tempat pembuangan sampah agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Pohon seharusnya menjadi benteng alami penahan air, tapi kini banyak hutan yang gundul akibat penebangan liar. Pemerintah juga perlu menghentikan pembangunan yang tidak terkendali di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS)," tutup Pradana. (Ali)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250













