- Pemkab Kotabaru Gelar Pra Musrenbang PPPS Tahun 2026
- Prabowo Perintahkan Percepatan Waste to Energy, Sampah Jadi Energi di Kota-Kota Besar
- Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi, Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional
- Ribuan SPPG Disetop Sementara, Pengelola Diminta Perbaiki Pelayanan
- Kasus Kuota Haji, KPK Tahan Stafsus Eks Menag
- Wali Kota Lisa: Setiap Jam 10 Pagi Lagu Indonesia Raya Dikumandangkan, Hentikan Aktivitas Sejenak!
- 1.251 Dapur MBG Disanksi, Neng Eem Minta Akreditasi Tak Sekadar Formalitas
- Pemerintah Batalkan Wacana PJJ, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Paling Optimal
- Kapolda Kalsel Cek Kesiapan Pengamanan, Rantis Randurlap, dan Dapur Umum Jelang Haul Datu Kalampayan
- CSR SCG Dampingi dan Kembangkan UMKM Dapur Nany Produksi Putu Ayu
Ketua DPRD Kotabaru, Syairi Mukhlis Tanggapi Soal Proyek Molor Dan Mangkrak

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Kotabaru, Syairi Muklis
Borneopos.com, Kotabaru - Tanggapan miring atas rendahnya kinerja Dinas PUPR Kotabaru semakin sentral terdengar.
Baca Lainnya :
- Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis Ikuti Baksos Adventure Trail 2024 0
- Sayed Jafar Janjikan Aspal Jalan Penghubung Desa Pantai Baru dan Megasari Tahun 20240
Hal ini buntut dari munculnya kepermukaan proyek-proyek yang di tangani oleh Dinas PUPR Kotabaru banyak tidak sesuai dengan harapan maayarakat.
Adapun proyek-proyek yang dianggap warga tidak di tangani dengan baik oleh Dinas PUPR Kotabaru adalah :
1. Gagalnya pekerjaan peningkatan ruas jalan Tarjun-Serongga dengan dana APBD pada tahun 2023.
2. Molornya mega proyek Siring Laut (mesjid apung).
3. Mangkraknya jembatan gantung di Desa Gendang Timburu pada 2023.
4. Pekerjaaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DIR Gunung Calang yang amburadul (APBD 2024).
Selain deretan daftar proyek diatas yang menuai kritik dari warga, terdapat juga proyek-proyek 2024 yang seharusnya sudah mulai di kerjakan, namun dilapangan belum terlihat ada kegiatan, seperti jembatan silver blok F, Pembangunan Mesjid Agung Husnul Khatimah dan lainnya.
Atas rendahnya kinerja serta meluasnya ketidakpuasan warga terhadap Dinas PUPR, Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis buka suara.
"Terkait proyek-proyek yang mangkrak dan terlambat penyelesaiannya dalam hal ini tentu yang dirugikan masyarakat sebagai pengguna fasilitas tersebut serta pemerintah daerah," terang Syairi kepada borneopos.com disela-sela kegiatan baksos adventure trail 2024, Kamis (11/7/2024) di Selaru.
Lebih jauh Syairi menyarankan agar Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Kotabaru lebih cermat lagi dalam menentukan pemenang setiap proyek.
"Unsur pengawasan juga sangat penting, konsultan pengawas harus benar-benar melakukan pengawasan pada setiap proyek, jangan sampai pengawasnya tidak ada dilapangan saat pekerjaan berlangsung," terang Syairi.
Diakhir penjelasannya, Syairi juga menyinggung soal perencanaan setiap proyek.
"Saya berharap semua proyek direncanakan dengan baik dan matang, karena tanpa perencanaan yang baik maka hasilnya pasti amburadul," tutup Syairi. (red)


Baca Lainnya :
- Dinas PUPR Kotabaru Gagal Selesaikan Proyek Mesjid Apung, Meski Beri Perpanjang 90 Hari0
- Suwanti Kandidat Kuat Gantikan Posisi Ketua DPRD Kotabaru, Jika Syairi Mundur0














