- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
Kepala Dinas Dikbud Kalsel Diduga Ajak Adu Bacok Ketua LSM, Merasa Terancam Aliansyah Lapor Polisi

Keterangan Gambar : Aliansyah saat melaporkan dugaan pengancaman ke Polda Kalsel
Borneopos.com, BANJARMASIN – Beredar rekaman percakapan antara Koordinator LSM LSM Barisan Anak Bangsa Anti Kecurangan (BABAK) Aliansyah dengan seseorang yang mengaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammadun.
Dalam percakapan yang berdurasi sekitar dua menit 18 detik itu, seseorang yang mengaku Madun awalnya menanyakan nama yang diajak bicara, lalu setelah itu mengajak bertemu yang bersangkutan.
Baca Lainnya :
- Plt. Sekjen Kemendagri Harap Anggota DPRD Lakukan Perbaikan Dan Pahami Tugas Wewenang0
- Konpers Polres Kotabaru : Paparkan Hasil Ungkap Kasus Periode Agustus 20240
“Handak apa ikam, kam Aliansyah lo,” tanyanya dalam rekaman.
Setelah itu, suara tersebut mengajak Aliansyah bertemu.
“Kam Aliansyah lo, yang demo semalam, dimana kita ketemu, kam bawa parang aku bawa parang juga. Mau di hutan atau di laut, kam timpas aku bedahulu,” ucap suara dalam rekaman itu.
Sementara dalam rekaman yang beredar Aliansyah sempat beberapa kali bertanya dan meyakinkan apakah yang bicara benar Kepala Dinas Pendidikan, Muhammadun.
“Bujur lah ini Madun, masa Kepala Dinas Bepandernya kaya ini,” tanya Aliansyah dalam percakapan.
Buntut dari telepon yang merasa mengancam dirinya tersebut, Aliansyah melaporkan dugaan ancaman tersebut ke Polda Kalsel.
Karena menurutnya, usai melakukan demo di depan kantor gubernur Kalsel beberapa hari lalu, dirinya kerap mendapat ancaman dari orang tak dikenal.
“Hari ini kami ke Polda Kalsel bermaksud melapor menyampaikan adanya ancaman dari seseorang yang mengaku Madun Kadisdik Kalsel, mengajak betimpas (membacok -red). Setelah kami demo kemarin itu luar biasa ancamannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Pengacara, Budi Khairannoor mengatakan, pada Senin (9/9/2024) sekitar pukul 13.50 wita, saudara Aliansyah sempat ditelpon oleh orang yang mengaku sebagai Kadisdikbud Kalsel Madun.
“Setelah di cek nomor tersebut di aplikasi Get Contact tercantum inisial S atau diduga ajudan dari Madun itu sendiri,” ucap Budi Khairannoor, Selasa (10/9/2024).
Budi menyebut, hal itu kuat dugaan bahwa yang menelpon Aliansyah kemarin adalah benar saudara Madun.
“Karena sebelumnya itu, melalui nomor tersebut sempat me WhatsApp yang berbunyi ‘ini pa Madun mau nelpon, tolong diangkat,” sebut Budi.
Karena itu, ujar Budi, saudara Aliansyah lantas menerima telpon dan terjadi komunikasi yang kurang mengenakan.
“Dalam komunikasi itu, ada kata-kata provokasi mengarah kepada tindakan kriminal,” cetusnya.
Atas dasar itu, Aliansyah dan kuasa hukum turut melaporkan kejadian ini didukung dengan beberapa bukti untuk perlindungan hukum.
“Kami mengajukan permohonan perlindungan hukum karena ancaman ini telah mengganggu kestabilan mental dan emosional keluarga Aliansyah. Kami khawatir akan kemungkinan tindakan yang tidak diinginkan jika ancaman ini tidak ditanggapi dengan serius,” jelasnya.
Seharusnya, ujar Budi, hal ini bisa dilakukan secara kekeluargaan dan tidak langsung menyimpulkan, seolah-olah Aliansyah pelakunya.
“Padahal kemarin itu kasus ibu Amalia dikawal semua orang, tidak hanya Aliansyah. Antar kedua belah pihak pun tidak saling mengenal. Tapi komunikasi awal sudah mengarah pada perkelahian , ini rasanya tidak elok sebagai kepala dinas,” pungkasnya.(rls/red)

Baca Lainnya :
- 35 Anggota DPRD Kotabaru Periode 2024-2029 Resmi Dilantik0
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0




.jpg)








