- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
- Pemprov kalsel Dorong Penyusunan RUU Kab/Kota untuk 4 Wilayah di Banua
- Ditengah Lesunya Ekonomi, Warga Kotabaru Harus Beli Air Bersih Rp. 120 Ribu per Tandon
- Pemkab Kotabaru Promosikan Wisata Alam Mamake Lewat Trail Run Tahura Sebatung
- Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi
Inspektorat Kalsel Tegaskan Pengawasan Berbasis Risiko Kunci Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel

Keterangan Gambar : Inspektur Kalsel, Akhmad Fydayeen, diruang kerjanya, di Banjarbaru, Selasa (18/11/2025).
Banjarbaru, Borneopos.com - Inspektorat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang efisien, efektif, dan akuntabel melalui implementasi pengawasan internal berbasis risiko.
Baca Lainnya :
- PT. SSC Bina Sanggar Seni Kuda Lumping di Desa Bekambit Asri 0
- Indocement Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Pabrik, Pemkab Banjar Terbantu Atasi TPA0
Penegasan ini disampaikan langsung oleh Inspektur Provinsi Kalimantan Selatan, Akhmad Fydayeen, dalam keterangan resminya di Banjarbaru, Selasa (18/11/2025).
Menurutnya, di tengah dinamika pembangunan yang semakin kompleks mulai dari tantangan global hingga meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang berkualitas pengawasan dan manajemen risiko harus menjadi fondasi utama dalam setiap proses pengambilan keputusan strategis.
“Penyelenggaraan negara dan pembangunan daerah adalah perjalanan yang penuh ketidakpastian. Di sinilah peran Pengawasan dan Manajemen Risiko menjadi sangat krusial keduanya adalah navigator kita. Pengawasan yang efektif memastikan kepatuhan, sementara manajemen risiko memungkinkan kita mengidentifikasi potensi kegagalan secara dini dan mengambil tindakan korektif, bukan hanya reaktif,” tegas Akhmad Fydayeen.
Ia menekankan bahwa Manajemen Risiko (MR) tidak boleh dipandang sekedar sebagai pemenuhan kewajiban administratif, melainkan harus menjadi budaya sadar risiko di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Kalsel.
Adapun Tiga Pilar Prioritas Inspektorat Kalsel yaitu pertama Pengawasan Berbasis Risiko (RBA) Memastikan sumber daya pengawasan seperti auditor dan P2UPD difokuskan pada program dan kegiatan berisiko tinggi terhadap pencapaian tujuan pembangunan daerah.
Kedua Integrasi Manajemen Risiko dalam Perencanaan Setiap SKPD wajib menyusun Peta Risiko yang terintegrasi dengan perencanaan sejak tahap RPJMD hingga implementasi program tahunan.
Ketiga Penguatan Kapasitas SDM Pelaksanaan bimbingan teknis dan pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi ASN dalam mengelola, menganalisis, dan memitigasi risiko.
“Tujuan kita jelas meminimalkan dampak negatif dari potensi risiko baik operasional, keuangan, maupun strategis sehingga sumber daya daerah dapat digunakan optimal dan tujuan pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan tercapai tepat waktu dan tepat sasaran,” tutup Akhmad Fydayeen. (Red/MCKalsel)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250




.jpg)








