- Perkuat Ekosistem Digital, Diskominfo Kalsel Hadiri Forkomsanda di DIY
- Dispora Kalsel Bekali Wirausaha Muda Kuasai Strategi Pemasaran Digital
- RSGM Gusti Hasan Aman Sosialisasikan SI BEKANTAN NASAR, Perkuat Transformasi Digital
- WALHI Kalsel Desak Pemerintah Tindak Tegas Perusahaan Perusak Lingkungan
- Pemkab Kotabaru Apresiasi Kelulusan Siswa SMPN 1 Kotabaru, Dorong Generasi Muda Raih Prestasi
- Kadispapora Hadiri Musen VIII Dewan Kesenian Kabupaten Kotabaru
- SLB-C Pembina Lahirkan Kemandirian Siswa Melalui Program Vokasi Berprestasi Internasional
- Hari Jadi ke-76 Kalsel Akan Dipusatkan di Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari
- Jaga Inflasi dan Jaga Daya Beli, Pemprov Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah
- Dispora Kalsel Siapkan Pelatihan Wasit dan Juri untuk Tingkatkan Mutu Tenaga Keolahragaan
Ancaman Siber Kian Kompleks, BSSN Dorong Masyarakat Jadi Garda Keamanan Digital

Keterangan Gambar : Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Berty B.W. Sumakud menjelaskan keamanan siber merupakan upaya adaptif untuk melindungi seluruh lapisan ruang digital, termasuk aset informasi, dari ancaman teknis maupun sosial.
Bandung, Borneopos.com- Penguatan keamanan digital menjadi bagian penting dalam konsep pertahanan semesta di era modern, seiring meningkatnya ancaman siber yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyerang ruang sosial dan informasi publik.
Baca Lainnya :
- Menaker: RUU PPRT Perkuat Pelindungan Bagi Pekerja Rumah Tangga0
- Perkuat Administrasi, Disdukcapil Kalsel Sosialisasikan Dokumen Pencatatan Sipil di Tanah Laut0
Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Berty B.W. Sumakud menjelaskan keamanan siber merupakan upaya adaptif untuk melindungi seluruh lapisan ruang digital, termasuk aset informasi, dari ancaman teknis maupun sosial.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Gaskeun Camp: Kolab Jadi Jawara dengan tema: “#GaskeunJagaInfo: Kolaborasi Ala Muda, Bela Negara Ala Bandung” yang digelar di Kota Bandung pada Kamis (23/4/2026). "Ancaman siber tidak hanya berupa serangan teknologi seperti peretasan, malware, atau kebocoran data, tetapi juga manipulasi informasi yang memengaruhi opini publik," kata Berty.
Menurutnya, disinformasi, misinformasi, hingga manipulasi informasi asing (Foreign Information Manipulation and Interference/FIMI) dapat menjadi “senjata” dalam konflik modern karena mampu merusak kepercayaan publik, memecah belah masyarakat, hingga mengganggu stabilitas nasional .
Berty menyoroti bahwa lanskap informasi saat ini telah berubah drastis akibat perkembangan platform digital dan kecerdasan buatan, sehingga informasi dapat menyebar lebih cepat daripada fakta. "Karena itu, masyarakat dituntut untuk lebih kritis dan proaktif dalam menjaga keamanan ruang digital, termasuk dengan melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya serta berkontribusi sebagai produsen konten positif," kata Berty.
Sebelumnya, Direktur Informasi Publik Kemkomdigi, Nursodik Gunarjo menegaskan pertahanan negara kini tidak lagi terbatas pada aspek militer seperti TNI atau BSSN. Namun ujung tombak sebenarnya adalah para mahasiswa, konten kreator, dan pegiat komunitas.
Ia menambahkan, ancaman terhadap bangsa saat ini tidak selalu berbentuk fisik, melainkan juga melalui manipulasi informasi yang dapat memecah belah persatuan.
Ancaman itu tidak selalu datang dalam bentuk bom atau peluru, tetapi bisa berupa tautan, meme, atau komentar yang dirancang untuk memecah belah kita. Dalam konteks tersebut, Nursodik mengingatkan bahwa aktivitas digital masyarakat memiliki peran strategis dalam bela negara. “Ingat, jempol kalian adalah senjata, dan unggahan kalian adalah benteng terakhir bangsa di era digital,” kata Nursodik.
Kegiatan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem keamanan siber nasional, termasuk peran aktif generasi muda sebagai agen literasi digital. Pemerintah berharap tercipta ruang digital yang sehat, aman, dan mampu memperkuat persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi global.
Gaskeun Camp: Kolab Jadi Jawara menghadirkan narasumber dari Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Brigjen TNI Berty B.W. Sumakud, Perwakilan Pandawara Group Mochamad Agung Permana, dan Founder Festival Pelajar Unggulan sekaligus influencer pemberdayaan anak muda Safhira Alfarisi.
Mahasiswa yang hadir dalam kegiatan ini Universitas Pasundan (Unpas), Universitas Padjadjaran (Unpad), Univ. Islam Bandung (Unisba), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), UIN Sunan Gunung Jati, Universitas Komputer Indonesia (Unikom).(red/mcIP)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250

.jpg)
1.jpg)











