- Ketua DPK APINDO Kotabaru, Putra: APINDO Menjadi Rumah Bersama Para Pengusaha
- Ketua DPRD Kotabaru Hadiri Pengukuhan DPK APINDO Kotabaru periode 2026–2031
- WALHI Sebut RSPO is Greenwashing! Buyers Diminta Hentikan Pembelian Dari Pemasok Terkait Karhutla
- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
Wujudkan Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2026, Kapolda Kalsel Gelar FGD di Tanah Laut

Keterangan Gambar : FGD Akselerasi Kabupaten Tanah Laut Menjadi Setara Jagung Kalimantan Selatan Menuju Idonesia Emas 2045
KALSEL, Borneopos.com - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan, Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung jalannya Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Akselerasi Kabupaten Tanah Laut Menjadi Sentra Jagung Kalsel Menuju Indonesia Emas 2045". Kegiatan yang berlangsung di Balairung Tuntung Pandang, Kabupaten Tanah Laut, Jumat (20/2/2026) pukul 09.00 WITA ini dihadiri oleh puluhan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Tanah Laut serta Bhabinkamtibmas jajaran Polres Tanah Laut.
Baca Lainnya :
- Disbunnak Kalsel Pastikan Ketersediaan Pasokan Daging Aman dan Harga Stabil0
- Pemprov Kalsel Perkuat Program Strategis Menuju Swasembada Daging0
FGD ini digelar di tengah kondisi darurat ketahanan pangan di tingkat provinsi. Berdasarkan data yang dipaparkan, produksi jagung Kalimantan Selatan saat ini baru mencapai 130.000 ton per tahun, sementara kebutuhan riil masyarakat dan industri mencapai 325.000 ton per tahun. Artinya, Kalsel masih mengalami defisit hingga 195.000 ton.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam pernyataannya Kapolda Kalsel mengajak untuk bergerak cepat menutup defisit dengan optimalisasi lahan dan peningkatan produktivitas. Terlebih Tanah Laut memiliki modal besar untuk menjadi lumbung jagung Kalsel.
Menurut Kapolda Kalsel, Kabupaten Tanah Laut dinilai memiliki prospek strategis. Dengan luas wilayah mencapai 3.631,35 km² yang didominasi dataran rendah, daerah ini telah menjalin kerjasama dengan PT Inhutani I. Dari total lahan yang disiapkan seluas 3.700 hektare, sebanyak 700 hektare dinyatakan siap garap pada tahap awal. Potensi ini menjadi fondasi utama untuk menjadikan Bumi Tuntung Pandang sebagai episentrum jagung baru di Kalimantan Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menegaskan bahwa peran Kepolisian tidak hanya sebatas pengawas, tetapi sebagai penggerak dan fasilitator ekosistem pertanian dari hulu ke hilir. Polda Kalsel berkomitmen untuk:
1. Menjamin distribusi pupuk subsidi tepat sasaran.
2. Menjaga stabilitas harga melalui Satgas Pangan.
3. Memfasilitasi kolaborasi dengan offtaker.
4. Memberikan kepastian hukum terkait harga berbasis kualitas.
5. Mendorong kesejahteraan petani.
FGD ini juga menyepakati sejumlah langkah taktis terintegrasi agar petani tidak berjalan sendiri:
- Masa Tanam: Penyediaan alat berat, sarana produksi, serta bantuan bibit unggul Bisi-18 secara gratis. Pengawalan ketat juga dilakukan untuk memastikan pupuk subsidi tersedia.
- Pra Panen: Pengerahan 4 unit Corn Combine (alat panen jagung) untuk efisiensi biaya panen petani.
- Pasca Panen: Adanya kepastian pembelian jagung dengan harga menguntungkan, serta fasilitasi pengeringan dan penyimpanan di gudang.
- Off Taker: Penjualan terintegrasi dengan offtaker untuk mempercepat swasembada pangan.
Sebagai strategi keberlanjutan program, Polda Kalsel juga menyiapkan skema reward atau penghargaan khusus bagi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Bhabinkamtibmas berprestasi yang mampu mendongkrak produktivitas di lapangan. Pendekatan kolaboratif berbasis kinerja ini diyakini akan menciptakan efek domino positif bagi peningkatan hasil panen.
Dengan sinergi antara penyuluh pertanian yang menguasai aspek teknis dan Bhabinkamtibmas yang menguasai aspek keamanan dan pembinaan masyarakat, Kapolda optimistis target akselerasi dapat tercapai.
"Kabupaten Tanah Laut kita proyeksikan sebagai sentra jagung Kalimantan Selatan. Model kolaborasi ini adalah wujud nyata dukungan kepolisian terhadap swasembada pangan nasional dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045" tutup Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan. (red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250




.jpg)

.jpg)







