- Perkuat Pondasi Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi, LK3 Banjarmasin Gelar Expo Religi Ke-11
- MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana, Hadirkan Tokoh
- Opini | Tegas! KBB Keluarkan Tiga Rekomendasi Soal Demokrasi dan Kebangsaan
- Karhutla Kalsel, Gubernur Minta 300 Perusahaan di Banua Aktif Bantu Tangani Kebakaran
- Menhut dan Kepala BNPB Monitoring Karhutla di Kalsel, Lebih 23 ribu Hektar Lahan Terbakar
- Tandatangani PKS, Pemkab Kotabaru Optimis Pelayanan Administrasi Kependudukan Semakin Meningkat
- Gubernur Muhidin Turun Langsung Padamkan Titik Api di Kawasan Rumah Sakit Sambang Lihum
- Pemprov Kalsel Perkuat Pengembangan Meratus UNESCO Global Geopark
- Pemprov Kalsel Terus Jaga Kestabilan Harga, Pantau Distrubusi Pangan di Daerah
- Ayo Bersantai Sambil Nikmati Live Musik di Bukit Mamake
Pemprov Kalsel Perkuat Program Strategis Menuju Swasembada Daging

Keterangan Gambar : Tim Disbunnak saat mengunjungi kandang sapi komunal, Senin (23/2/2026).
Kalsel, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat langkah menuju swasembada daging, khususnya daging merah, melalui berbagai program strategis berbasis integrasi lintas sektor.
Baca Lainnya :
- Momentum Imlek, Pemprov Kalsel Ajak Masyarakat Pererat Silaturahmi dan Kebersamaan0
- Komisi IX DPR RI Kunjungi Kalsel, Perkuat Sinergi Penanganan Stunting dan Program MBG0
“Kalau untuk daging sapi, kita sudah swasembada. untuk daging merah, kita fokus pada program pengembangan sapi yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan sektor perkebunan, tanaman pangan, kehutanan, hingga pertambangan,” ujar Suparmi, Senin (23/2/2026).
Program tersebut merupakan inovasi lanjutan dari integrasi kelapa sawit dan sapi yang sebelumnya telah dijalankan. Melalui skema ini, pengembangan sapi tidak hanya berdiri sendiri, tetapi dikolaborasikan dengan berbagai sektor pendukung untuk menciptakan ekosistem produksi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, Disbunnak Kalsel mengedepankan pola kemitraan strategis dengan berbagai entitas, termasuk perusahaan perkebunan, industri kehutanan, serta sektor pertambangan. Tanaman pakan ternak menjadi bagian penting dalam mendukung ketersediaan pakan berkelanjutan, sementara sektor kehutanan berperan dalam penyediaan lahan.
Sektor pertambangan juga dilibatkan melalui pemanfaatan lahan eks reklamasi tambang untuk pengembangan peternakan sapi. Selain itu, dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) produktif dari perusahaan pertambangan diarahkan untuk membantu peningkatan populasi sapi di Kalimantan Selatan.
“Pertambangan kita dorong untuk memanfaatkan lahan eks reklamasi dan CSR produktifnya guna mendukung peningkatan populasi sapi. Ini menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat produksi daging merah,” jelasnya.
Program ini telah mulai berjalan di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Ke depan, pemerintah daerah akan melakukan duplikasi dan perluasan program ke berbagai kabupaten/kota serta industri terkait lainnya agar dampaknya semakin luas.
Dengan pendekatan terintegrasi dan kolaboratif tersebut, Pemprov Kalsel optimistis target swasembada daging merah dapat tercapai secara bertahap, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak dan memperkuat ketahanan pangan daerah. (red/mckls)

Baca Lainnya :
- Pelatihan Kerja Gratis 2026! Segera Daftar di BLK Kalsel0
- Disdag Kalsel Dukung Koperasi Merah Putih Desa Indrasari, Harga Gas LPG 3 Kg Rp. 18.500 per Tabung0










