- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
- Pemprov kalsel Dorong Penyusunan RUU Kab/Kota untuk 4 Wilayah di Banua
- Ditengah Lesunya Ekonomi, Warga Kotabaru Harus Beli Air Bersih Rp. 120 Ribu per Tandon
- Pemkab Kotabaru Promosikan Wisata Alam Mamake Lewat Trail Run Tahura Sebatung
- Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi
- Disparpora Kotabaru Gelar Diseminasi Edukasi Aplikasi Si AKRAB
- Pemkab Kotabaru Laksanakan Nusantara Creative Walk Serentak Bersama 17 Negara
- Disparpora Kotabaru Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Festival Akrab 2026
Warga Keluhkan Biaya Rujukan Mahal, Ketua Komisi II DPRD Kotabaru Beri Respon Cepat

Keterangan Gambar : Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, Abu Suwandi.
Kotabaru Borneopos.com - Keluhan warga Kecamatan Pulau Sembilan terkait tingginya biaya transportasi laut untuk merujuk pasien darurat mendapat respon positif dari Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, Abu Suwandi.
Baca Lainnya :
- Agus Subejo Apresiasi Pimpinan DPRD Kotabaru Yang Turun Langusng Cek Jalan Rusak0
- Disparpora Kotabaru Tekankan Pegembangan Kepariwisataan dan Kepemudaan pada Program 20270
Hal tersebut disampaikan Abu Suwandi kepada awak media, Sabtu (7/3/2026). Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut agar ke depan pelayanan bagi warga, khususnya dalam kondisi darurat, dapat lebih terbantu.
Menurutnya, persoalan biaya transportasi laut yang tinggi sering terjadi ketika tidak ada kapal perintis yang beroperasi. Kondisi ini membuat warga harus menggunakan transportasi alternatif dengan biaya yang cukup besar untuk membawa pasien ke rumah sakit di Kotabaru.
Abu Suwandi juga menjelaskan bahwa saat ini pengadaan kapal kayu tidak lagi diperbolehkan. Namun demikian, pihaknya akan tetap berupaya mencari solusi agar kebutuhan transportasi masyarakat tetap bisa terpenuhi.
Ia menambahkan, bantuan tersebut nantinya akan diupayakan melalui berbagai jalur, baik melalui pokok-pokok pikiran (pokran) dewan maupun melalui program sektoral pemerintah.
Respon positif dari Ketua Komisi II DPRD Kotabaru tersebut menjadi angin segar bagi warga Pulau Sembilan yang selama ini mengeluhkan mahalnya biaya transportasi laut, khususnya saat harus merujuk pasien dalam kondisi darurat.(red/ril)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250













