- Filipina Darurat Energi, Menteri ESDM: Stok Energi Kita Aman di Tengah Krisis Global
- [HOAKS] Presiden Prabowo Minta Maaf terkait Ikut Board of Peace dan akan Kembalikan Rp17 Triliun
- Kemlu: Iran Beri Lampu Hijau untuk Kapal Tanker Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz
- 177 ASN Banjarbaru Naik Pangkat, Kinerja Jadi Penentu
- Pemprov Kalsel Sampaikan RLPPD 2025, Indikator Kinerja Pemerintahan Semakin Meningkat
- Tentunda 7 Tahun, Pemprov Kalsel Usulkan Ulang Rencana Pembangunan Rusun ASN
- Seleksi JPT Pratama Resmi Dibuka, Pemprov Kalsel Gelar Seleksi Terbuka dan Transparan
- Mendagri Pastikan WFH Tak Ganggu Layanan Esensial
- Pemkab Kotabaru Gelar Pra Musrenbang PPPS Tahun 2026
- Prabowo Perintahkan Percepatan Waste to Energy, Sampah Jadi Energi di Kota-Kota Besar
Wanita Mantan Napi Ditangkap Tim Polresta Samarinda Di Yogyakarta, Diduga Terkait Narkoba

Keterangan Gambar : Terduga DW saat diamankan di Polresta Samarinda (14/12/24).
Samarinda, Borneopos.com -- Polresta Samarinda bekerjasama dengan Direktorat Narkoba Polda DIY serta Satresnarkoba Polres Sleman berhasil mengamankan Mantan Narpapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bontang berinisial DW Sabtu (14/12/2024).
Baca Lainnya :
- Polsek Sungai Durian Pastikan Ibadah Natal Jemaat GPDI Immanuel Berjalan Aman0
- Gubernur Kalsel Muhidin Setujui Usulan Dewan Pengupahan Kotabaru Soal UMSK 20250
Diketahui wanita 48 tahun itu masuk dalam jaringan narkotika yang dijalankan oleh oknum Napi di Lapas Kelas IIA Bontang dimana sebelumnya DW sempat menjalani hukuman di tempat tersebut.
DW diamankan Tim Gabungan di Cokrokusuman Baru Gang II, Kelurahan Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) setelah sempat jadi buronan dalam waktu 16 hari.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Dr.Ary Fadli,S.I.K.,M.H.,M Si melalui Kasat Resnarkoba Kompol Bambang Suhandoyo (16/12/2024) menjelaskan hal tersebut.
"Setelah melakukan penyelidikan kami mengetahui keberadaan DW dan anggota langsung kesana (Yogyakarta), berkoordinasi dengan Direktorat Narkoba Polda DIY serta Satresnarkoba Polres Sleman," jelas Bambang.
Saat hendak diamankan di sebuah indekost, DW tidak ada sehingga petugas pun kembali mencari informasi keberadaan wanita tersebut.
"Alhamdulillah ada informasi dimana keberadaan DW dan langsung kami amankan. Disana (Yogjakarta) dia cukup terkenal tapi informasi minim, tetapi berkat kolaborasi dengan kepolisian disana berhasil diringkus," terangnya.
Saat ini DW tengah dilakukan pemeriksaan terkait dengan jaringannya tersebut. "Yang jelas dia mengakui perbuatannya, hanya tinggal menyinkronkan keterangan dari dua napi di Lapas Bontang," sebut Kasat Resnarkoba.
DW sendiri dalam jaringan tersebut berperan sebagai perantara atau penghubung antara pemilik barang dan pembeli.
"Tetapi jelasnya masih kami dalami lagi keterangannya. Artinya semua masih dilakukan pemeriksaan ya," tutup Bambang.
Sebelumnya diberitakan Satresnarkoba Polresta Samarinda berhasil membongkar jaringan narkoba napi Lapas Bontang diawali dengan penangkapan terhadap dua kurir yakni Dimas Fadilla alias Dimas dan Nur Iqwal alias Iqwal yang sama-sama berusai 27 tahun, warga Kutai Timur (Kutim) yang mana keduanya diamankan di Jalan KH Mas Mansyur Kelurahan Loa Bakung Kecamatan Sungai Kunjang pada 1 Desember 2024 lalu sekitar pukul 13.30 WITA.
Dari keduanya diamankan barang bukti 11 bungkus sabu-sabu dengan berat total 181,2 gram bruto. Yang ternyata dari pengakuan tersangka, mereka merupakan suruhan dari dua narapidana (napi) lapas Bontang berinisial AS berusia 35 tahun dan ES berusia 47 tahun.
Kedua napi ini pun dari pengakuannya, diperintahkan oleh wanita berinisial DW, yang mana AS dan ES tersebut komunikasi menggunakan ponsel wartel yang disediakan Lapas untuk digunakan warga binaan menghubungi keluarga maupun kerabatnya. (ril/saiful)
Baca Lainnya :
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0
- 28 Rumah Ludes Dijilat Sijago Merah Di Kotabaru, Kerugian Capai Milyaran Rupiah0
Berita KALTIM














