- Pemkab Kotabaru Gelar Pra Musrenbang PPPS Tahun 2026
- Prabowo Perintahkan Percepatan Waste to Energy, Sampah Jadi Energi di Kota-Kota Besar
- Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi, Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional
- Ribuan SPPG Disetop Sementara, Pengelola Diminta Perbaiki Pelayanan
- Kasus Kuota Haji, KPK Tahan Stafsus Eks Menag
- Wali Kota Lisa: Setiap Jam 10 Pagi Lagu Indonesia Raya Dikumandangkan, Hentikan Aktivitas Sejenak!
- 1.251 Dapur MBG Disanksi, Neng Eem Minta Akreditasi Tak Sekadar Formalitas
- Pemerintah Batalkan Wacana PJJ, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Paling Optimal
- Kapolda Kalsel Cek Kesiapan Pengamanan, Rantis Randurlap, dan Dapur Umum Jelang Haul Datu Kalampayan
- CSR SCG Dampingi dan Kembangkan UMKM Dapur Nany Produksi Putu Ayu
Wabup Kotabaru Apresiasi Festival Budaya 2025 di Obyek Wisata Kampung Nelayan

Keterangan Gambar : Suasana festival budaya di Obyek Wisata Kampung Nelayan Kotabaru, Minggu (21/12/2025).
Kotabaru, Borneopos.com – Desa Sarang Tiung, Kecamatan Pulaulaut Sigam, Kabupaten Kotabaru, menggelar Festival Budaya Sarang Tiung 2025 yang berlangsung meriah di kawasan wisata Kampung Nelayan, Minggu (21/12/2025).
Baca Lainnya :
- Bupati Kotabaru: Pembangunan di Kabupaten Kotabaru Harus Lebih Meningkat Pada 20260
- Pameran Kepariwisataan Kotabaru di Q-Mall Banjarbaru Ditutup Sukses0
Festival budaya tahunan ini menampilkan beragam rangkaian kegiatan, di antaranya lomba bagasing, bersanji, pencak silat kuntau, tarian daerah, lampion apung, bagang miniatur, perahu hias, hingga puncak acara Massalama Ri Tasie atau selamatan laut.
Selain kegiatan budaya, panitia juga menyuguhkan berbagai makanan tradisional secara gratis kepada pengunjung, seperti jepa, soto condro, serta aneka kuliner oleh UMKM lokal di kawasan wisata Kampung Nelayan.
Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis, Ketua GOW Kotabaru Siti Hadijah Syairi Mukhlis, anggota DPRD Kotabaru, Kepala Disparpora, Sonny Tua Halomoan, Camat Pulau Laut Sigam, unsur Forkopimda, pimpinan SKPD, ketua panitia pelaksana, tokoh masyarakat, serta warga Desa Sarang Tiung.
Prosesi selamatan laut "Massalama Ri Tasie" dilaksanakan dengan membawa berbagai sesajen menggunakan perahu rakit yang diikuti Wakil Bupati Kotabaru bersama rombongan dan perahu hias lainnya, bergerak menuju tengah laut sebagai simbol rasa syukur masyarakat nelayan.
Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis mengatakan, atas nama Pemerintah Daerah dirinya mengapresiasi pelaksanaan festival budaya yang digagas masyarakat Desa Sarang Tiung.
“Kegiatan di Kampung Nelayan dengan tajuk Massalama Ri Tasie, yang berarti selamatan laut atau bepalas di laut, merupakan bentuk rasa syukur masyarakat pesisir nelayan atas rezeki yang diberikan Allah SWT. Ini dikolaborasikan dengan konsep wisata Kampung Nelayan sehingga menjadi destinasi wisata dengan daya tarik tersendiri,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan budaya yang dikolaborasikan dengan pariwisata ini menjadi wujud komitmen masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur, serta dapat terus dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kotabaru dengan dukungan berbagai dinas terkait.
Sementara itu, Anggota DPRD Kotabaru H. Abdul Kadir menyampaikan bahwa pengembangan budaya dan adat istiadat merupakan tanggung jawab bersama, baik legislatif maupun eksekutif.
“Budaya ini perlu terus kita gali dan kembangkan. Masyarakat sangat antusias, tinggal bagaimana kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan pihak perusahaan untuk mendukung kegiatan seperti ini agar ke depan lebih meriah lagi,” katanya.
Menurutnya, tradisi Massalama Ri Tasie memiliki makna spiritual sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas hasil laut yang diperoleh masyarakat nelayan, sehingga patut dijaga dan dilestarikan sebagai identitas budaya daerah. (*)


Baca Lainnya :
- PORSENI Pelkat PKB Kalsel-Teng GPIB Sukses Digelar, Kotabaru Raih Juara Umum dan Dirigen Terbaik0
- Mengenal Wisata Religi Bumi Saijaan : Makam Raja Pulau Laut0














