- KNPI Kal-Sel Apresiasi Kinerja Polda pada HUT Bhayangkara ke-80
- BPSDMD Kalsel Tingkatkan Kompetensi ASN Melalui Sertifikasi Level-1 Pengadaan Barang dan Jasa
- Museum Lambung Mangkurat Gelar Pekan Cinta Museum 2026, Perkuat Edukasi Sejarah dan Budaya
- Hari Bhayangkara ke-80, Gubernur Kalsel Tegaskan Sinergi Pemprov dan Polri Jaga Keamanan Daerah
- Lebih dari 90 Persen Indikator EPSS Terpenuhi, Diskominfo Kalsel Optimistis Raih Nilai Lebih Baik
- Diskominfo Kalsel Optimalkan Anggaran 2027, Fokus Jaga Kualitas Layanan Publik Berbasis Digital
- Pemprov Kalsel Optimalkan Lumbung Pangan untuk Jaga Ketersediaan Beras di Daerah
- Pemprov Kalsel Perkuat Keamanan Pangan, Pelaku Usaha PSAT Didorong Kantongi Sertifikasi
- Lagi! Indocement Tarjun Raih Penghargaan Nasional atas Dukungan Program Imunisasi di Indonesia
- Lagi! Polsek Samarinda Ungkap Kasus Sabu
Tingkatkan Kompetensi Petugas, Pemprov kalsel Gelar Diklat Kualifikasi Pemadam I

Keterangan Gambar : Diklat Kualifikasi Pemadam I, Selasa (28/10/2025) di Banjarbaru.
Banjarbaru, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) menggelar Diklat Kualifikasi Pemadam I angkatan VI, sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme petugas pemadam kebakaran dalam menghadapi berbagai situasi darurat di lapangan.
Baca Lainnya :
- Pemkab Kotabaru Gelar Apel Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 20250
- Plt Kadis PUPR Kalsel, Yasin Toyib: Tukang Harus Memahami Soal K3 dan BPJS Ketenagakerjaan 0
Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra, menyampaikan bahwa tantangan dalam pengelolaan bahaya kebakaran semakin kompleks dari waktu ke waktu.
“Pesatnya pembangunan, padatnya pertumbuhan penduduk, dan perubahan iklim semakin meningkatkan potensi risiko kebakaran di berbagai sektor, baik di permukiman, industri, maupun lingkungan alam terbuka,” kata Ronny, Banjarbaru, Selasa (28/10/2025).
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut semua pihak untuk lebih waspada dan memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi, pelatihan, serta penerapan standar keselamatan yang lebih ketat.
Gubernur berharap diklat ini dapat menjadi sarana bagi peserta untuk memperdalam kemampuan teknis, meningkatkan kesiapan mental, serta memperkuat semangat disiplin dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas di lapangan.
Lebih lanjut, Ronny menyampaikan bahwa peningkatan suhu ekstrem juga menjadi perhatian serius, karena secara langsung meningkatkan risiko kebakaran di berbagai daerah.
“Martapura bahkan sempat tercatat dalam daftar 10 kota terpanas di dunia versi pemantauan realtime Air Quality Index (AQI) dengan suhu mendekati 37°C. Dengan kondisi yang semakin kering, potensi kebakaran, baik akibat faktor manusia maupun alam, menjadi semakin besar dan perlu penanganan yang sungguh-sungguh,” jelasnya.
Melalui kegiatan Diklat Kualifikasi Pemadam I angkatan VI ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami prosedur dan teknik pemadaman, tetapi juga memiliki kemampuan analisis risiko dan kesiapsiagaan mental dalam menghadapi potensi bencana kebakaran.
“Tugas kita bukan hanya memadamkan api setelah muncul, tetapi juga mencegah agar api tidak muncul sama sekali. Jika pun terjadi, harus dapat segera dikendalikan dengan cepat dan tepat,” tegasnya.
Adapun kegiatan ini diikuti oleh para petugas pemadam kebakaran dari berbagai Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan dan berlangsung selama 7 hari, dengan materi meliputi teori dan praktik lapangan terkait penanggulangan kebakaran serta keselamatan kerja. (red/MCKalsel)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita KALSEL














