- Pemkab Kotabaru Gelar Pra Musrenbang PPPS Tahun 2026
- Prabowo Perintahkan Percepatan Waste to Energy, Sampah Jadi Energi di Kota-Kota Besar
- Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi, Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional
- Ribuan SPPG Disetop Sementara, Pengelola Diminta Perbaiki Pelayanan
- Kasus Kuota Haji, KPK Tahan Stafsus Eks Menag
- Wali Kota Lisa: Setiap Jam 10 Pagi Lagu Indonesia Raya Dikumandangkan, Hentikan Aktivitas Sejenak!
- 1.251 Dapur MBG Disanksi, Neng Eem Minta Akreditasi Tak Sekadar Formalitas
- Pemerintah Batalkan Wacana PJJ, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Paling Optimal
- Kapolda Kalsel Cek Kesiapan Pengamanan, Rantis Randurlap, dan Dapur Umum Jelang Haul Datu Kalampayan
- CSR SCG Dampingi dan Kembangkan UMKM Dapur Nany Produksi Putu Ayu
Tingkatkan Kompetensi Petugas, Pemprov kalsel Gelar Diklat Kualifikasi Pemadam I

Keterangan Gambar : Diklat Kualifikasi Pemadam I, Selasa (28/10/2025) di Banjarbaru.
Banjarbaru, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) menggelar Diklat Kualifikasi Pemadam I angkatan VI, sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme petugas pemadam kebakaran dalam menghadapi berbagai situasi darurat di lapangan.
Baca Lainnya :
- Pemkab Kotabaru Gelar Apel Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 20250
- Plt Kadis PUPR Kalsel, Yasin Toyib: Tukang Harus Memahami Soal K3 dan BPJS Ketenagakerjaan 0
Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra, menyampaikan bahwa tantangan dalam pengelolaan bahaya kebakaran semakin kompleks dari waktu ke waktu.
“Pesatnya pembangunan, padatnya pertumbuhan penduduk, dan perubahan iklim semakin meningkatkan potensi risiko kebakaran di berbagai sektor, baik di permukiman, industri, maupun lingkungan alam terbuka,” kata Ronny, Banjarbaru, Selasa (28/10/2025).
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut semua pihak untuk lebih waspada dan memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi, pelatihan, serta penerapan standar keselamatan yang lebih ketat.
Gubernur berharap diklat ini dapat menjadi sarana bagi peserta untuk memperdalam kemampuan teknis, meningkatkan kesiapan mental, serta memperkuat semangat disiplin dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas di lapangan.
Lebih lanjut, Ronny menyampaikan bahwa peningkatan suhu ekstrem juga menjadi perhatian serius, karena secara langsung meningkatkan risiko kebakaran di berbagai daerah.
“Martapura bahkan sempat tercatat dalam daftar 10 kota terpanas di dunia versi pemantauan realtime Air Quality Index (AQI) dengan suhu mendekati 37°C. Dengan kondisi yang semakin kering, potensi kebakaran, baik akibat faktor manusia maupun alam, menjadi semakin besar dan perlu penanganan yang sungguh-sungguh,” jelasnya.
Melalui kegiatan Diklat Kualifikasi Pemadam I angkatan VI ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami prosedur dan teknik pemadaman, tetapi juga memiliki kemampuan analisis risiko dan kesiapsiagaan mental dalam menghadapi potensi bencana kebakaran.
“Tugas kita bukan hanya memadamkan api setelah muncul, tetapi juga mencegah agar api tidak muncul sama sekali. Jika pun terjadi, harus dapat segera dikendalikan dengan cepat dan tepat,” tegasnya.
Adapun kegiatan ini diikuti oleh para petugas pemadam kebakaran dari berbagai Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan dan berlangsung selama 7 hari, dengan materi meliputi teori dan praktik lapangan terkait penanggulangan kebakaran serta keselamatan kerja. (red/MCKalsel)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250












