- Pemkab Kotabaru Gelar Pra Musrenbang PPPS Tahun 2026
- Prabowo Perintahkan Percepatan Waste to Energy, Sampah Jadi Energi di Kota-Kota Besar
- Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi, Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional
- Ribuan SPPG Disetop Sementara, Pengelola Diminta Perbaiki Pelayanan
- Kasus Kuota Haji, KPK Tahan Stafsus Eks Menag
- Wali Kota Lisa: Setiap Jam 10 Pagi Lagu Indonesia Raya Dikumandangkan, Hentikan Aktivitas Sejenak!
- 1.251 Dapur MBG Disanksi, Neng Eem Minta Akreditasi Tak Sekadar Formalitas
- Pemerintah Batalkan Wacana PJJ, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Paling Optimal
- Kapolda Kalsel Cek Kesiapan Pengamanan, Rantis Randurlap, dan Dapur Umum Jelang Haul Datu Kalampayan
- CSR SCG Dampingi dan Kembangkan UMKM Dapur Nany Produksi Putu Ayu
Rombongan Pimpinan DPRD Kotabaru Sambangi BPBD Kalsel Bahas Strategi Penanganan Banjir Rob

Keterangan Gambar : Rombongan DPRD Kotabaru saat berkunjung ke BPBD Kalsel Bahas soal banjir rob, Rabu (14/1/2026).
Banjarbaru, Borneopos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan menerima kunjungan konsultasi dan koordinasi dari Pimpinan DPRD Kabupaten Kotabaru guna membahas dampak kenaikan banjir rob yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dalam beberapa waktu terakhir, Kantor BPBD Kalsel, Banjarbaru, Rabu (14/1/2026).
Baca Lainnya :
- Peringati Bulan K3, Pelindo Kotabaru dan PT. AKR Hibahkan APAR ke Warga Desa Stagen0
- Pemkab Kotabaru Gelar Peringatan Isra Miraj Sekaligus Haul ke-21 Guru Sekumpul0
Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut difokuskan pada penyampaian kondisi terkini wilayah terdampak serta pembahasan solusi dan strategi penanganan banjir rob, khususnya di Kabupaten Kotabaru.
“Wilayah yang terdampak akibat adanya kenaikan banjir rob di Kalimantan Selatan cukup signifikan akhir-akhir ini. Karena itu tadi kami berdiskusi ringan mengenai beberapa solusi dan strategi yang dapat kami sampaikan kepada DPRD Kotabaru,” ujar Ronny.
Salah satu langkah strategis yang diusulkan BPBD Kalsel adalah pembangunan embung di sejumlah titik rawan di Kabupaten Kotabaru sebagai upaya menampung air hujan dan mengurangi dampak banjir terhadap masyarakat.
“Yang pertama mungkin terkait dengan pembuatan embung di daerah Kotabaru, dalam rangka menampung air hujan yang turun sehingga banjir rob tidak terlalu berdampak kepada masyarakat,” jelasnya.
Menurut Ronny, pembangunan embung menjadi bagian dari pendekatan mitigasi jangka menengah yang perlu dikombinasikan dengan perencanaan tata ruang, penguatan sistem drainase, serta edukasi kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman banjir rob yang berulang.
BPBD Kalsel berharap melalui koordinasi lintas lembaga ini, perencanaan penanganan banjir rob di Kabupaten Kotabaru dapat berjalan lebih terpadu, terukur, dan berkelanjutan demi melindungi keselamatan masyarakat serta meminimalisasi kerugian akibat bencana. (Red/MC)


Baca Lainnya :
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0
- Proyek Jembatan Gantung Dinas PUPR, Kastel Kejari Kotabaru: Kerugian Negara Harus Dikembalikan 0














