- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
Proyek Di SDN Peramasan 2x9 Diduga Dipecah Jadi Lima, Berikut Penjelasan Kepala Sekolah

Keterangan Gambar : Proyek pembangunan fisik di SDN Peramasan 2x9, Hampang, Kotabaru.
Borneopos.com, Kotabaru - Proyek pengadaan bangunan beserta perabot di SDN Peramasan 2x9 di Jl. Kodeco KM.83 RT.02 RW.01, Desa Peramasan, Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru yang dibiayai menggunakan dana APBN Tahun 2024 kini menjadi sorotan publik.
Baca Lainnya :
Adanya 5 pekerjaan dalam satu lokasi, dengan jenis kegiatan yang hampir sama mengundang tanya bagi publik.
Baca juga berita terkait :
Terkait proyek di SDN Peramasan 2x9 diduga dipecah jadi lima, Kepala Sekolah SDN Peramasan 2x9, Sahlan, mengatakan pekerjaan itu bukan dipecah-pecah, tapi per paket.

"Itu memang dari pusat (Kementerian PUPR RI) ada lima paket pekerjaan," katanya, dikonfirmasi, Minggu (6/10/2024).
Lebih jauh Sahlan mengungkapkan, karena pihaknya tidak ada kemampuan, maka pekerjaan diserahkan kepada pihak ketiga (kontraktor).
"Lima paket itu dikerjakan satu orang," akunya.
Saat di tanya, CV konsultan pengawas, Sahlan mengatakan bahwa konsultan pengawas pekerjaan ini tidak pakai Commanditaire Vennootschap (CV)
"Gini pak, memang ini tidak pakai cv, konsultan dan pengawas, pengerjaan ini sifatnya swakelola, hanya fasilitator, namanya Hendra," terang Sahlan, Minggu (6/10/24). (Ril/red)





Baca Lainnya :
Berita Kotabaru













