- WALHI Sebut RSPO is Greenwashing! Buyers Diminta Hentikan Pembelian Dari Pemasok Terkait Karhutla
- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
Polres Samosir Amankan Aksi Damai Keturunan OTRS Di Desa Partungko Naginjang Kecamatan Harian

Keterangan Gambar : Aksi Damai Keturunan OTRS Di Desa Partungko Naginjang, Samosir, Kami (12/12/24).
Samosir, Borneopos.com - Polres Samosir berhasil mengamankan jalannya aksi damai yang dilakukan oleh keturunan Ompu Tuan Rikkar Sinaga (OTRS) di Desa Partungko Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, pada Kamis (12/12/2024).
Baca Lainnya :
- Dukung Swasembada Pangan, Camat Pulau Laut Tengah Himbau Kaum Milenial Tekuni Usaha Pertanian0
- DPRD Kotabaru Dan Diskominfo Kunjungi BAKTI KOMDIGI RI Sampaikan Usulan Soal Blankspot0
Aksi berlangsung di depan Tugu ORUS, dengan tujuan menolak peresmian tugu tersebut dan penguasaan fisik atas tanah adat ORUS di Baneara.
Aksi damai yang dipimpin oleh ES sebagai penanggung jawab dan VS sebagai orator, diikuti oleh sekitar 100 orang. Para peserta aksi menggunakan delapan kendaraan roda empat, 20 kendaraan roda dua, serta alat peraga berupa sound system dan spanduk.
Di lokasi aksi, secara bersamaan juga dilaksanakan kegiatan ibadah dan pesta syukuran atas pembangunan Tugu ORUS oleh Lembaga Pemangku Adat Pomparan/Keturunan ORUS. Acara tersebut dihadiri sekitar 80 orang, yang meliputi kegiatan kebaktian dan pertunjukan budaya manortor.
Personel Polres Samosir dan Polsek Harian dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan keamanan di kedua kegiatan yang berlangsung berdekatan tersebut. Aksi damai berlangsung aman tanpa adanya timbul tundkanpidnaa antara peserta aksi dengan kelompok lain.
Pada pukul 11.00 WIB, kegiatan syukuran selesai dan diikuti dengan orasi dari peserta aksi damai. Setelah itu, peserta aksi meninggalkan lokasi dengan pengawalan petugas hingga tiba kembali di titik kumpul awal.
Pejabat Sementara Kasi Humas Polres Samosir menyampaikan bahwa aksi damai ini mencerminkan dinamika hubungan internal antara Keturunan ORUS dan OTRS, yang berasal dari satu marga dan memiliki leluhur yang sama.
"Meskipun ada perbedaan pendapat, kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan aman. Ini adalah komitmen Polres Samosir dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat," jelasnya.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa dengan pengamanan yang baik, dialog dalam masyarakat dapat berjalan dengan tertib dan damai, tanpa mengorbankan nilai-nilai persaudaraan yang sudah lama terjalin. (ril/red)



Baca Lainnya :
- 35 Anggota DPRD Kotabaru Periode 2024-2029 Resmi Dilantik0
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0
Berita SAMOSIR














