Breaking News
- Dispora Kalsel Seleksi Wirausaha Muda Berprestasi, Dorong UMKM Berbasis Kearifan Lokal
- Duta Pepelingasih Kalsel 2026 Resmi Terpilih, Siap Jadi Agen Perubahan Pelestarian Lingkungan
- Perkuat Sektor Perkebunan dan Peternakan Daerah, Disbunnak Kalsel Dukung Program KDMP
- Pemprov Kalsel Perkuat Sinergi Lintas Sektoral untuk Tingkatkan Kerukunan Umat Beragama
- Diskominfo Kalsel Sosialisasikan Aplikasi E-Absen dan E-Performance kepada Admin SMA dan SMK
- Dispora Kalsel Tingkatkan Profesionalisme Wasit dan Juri Tiga Cabor Melalui Pelatihan Bersertifikat
- Gubernur H. Muhidin Sampaikan Rancangan KUPA dan PPAS di Rapat Paripurna DPRD Kalsel
- HUT ke-76, IGTKI-PGRI Kotabaru Kukuhkan Pengurus Baru
- 16 Tim Pelajar Putri Rebut juara diPERWOSI CUP I 2026
- Pemkab Kotabaru Hadiri Sosialisasi ASN Pra Pensiun dan Silaturahmi Pengajian Nasabah Pensiunan BSI
Pemerintah Jamin Distribusi BBM ke Wilayah 3T

Keterangan Gambar : Pengangkutan BBM menggunakan pesawat Air Tractor dari Bandara Juwata, Tarakan, Kaltara, menuju Bandara Yuvai Semaring, Desa Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kaltara, yang berbatasan dengan wilayah Serawak, Malaysia, Sabtu (28/3/2026).
Jakarta, Borneopos.com - Pemerintah menjamin ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) terus terjaga hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui program BBM Satu Harga, salah satunya di Kalimantan Utara (Kaltara).
Pasokan BBM ke wilayah tersebut pengirimannya menggunakan pesawat khusus Air Tractor dari Bandara Juwata, Tarakan, menuju Bandara Yuvai Semaring, Krayan, Nunukan, Sabtu (28/3/2026).
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas menyatakan, penyediaan BBM di wilayah 3T merupakan tugas negara meskipun medannya tidak mudah dijangkau dan penuh risiko tinggi. Pengiriman dilakukan dengan transportasi multimoda (darat, laut, dan udara). "Ini merupakan tugas negara dalam rangka menyiapkan dan distribusi BBM hingga ke wilayah 3T. Wilayah tersebut bukan wilayah yang mudah dijangkau," ujar Wahyudi dalam keterangan resmi, Minggu (29/3/2026).
Adapun, Wahyudi menyaksikan langsung proses pengangkutan BBM menggunakan pesawat Air Tractor.
Menurut Wahyudi Anas, upaya keras dan risiko sangat tinggi diperlukan untuk mengirimkan BBM ke masyarakat yang benar-benar sulit terjangkau, mengingat BBM merupakan barang yang mudah terbakar (flammable). "Perlu diberikan apresiasi atas segala upaya yang dilakukan, karena BBM ini adalah barang yang flammable dan ini dikelola oleh transportasi pesawat khusus, Air Tractor yang disewa oleh Pertamina Patra Niaga untuk melakukan pengiriman BBM ke wilayah 3T," katanya.
Pesawat Air Tractor yang dioperasikan hanya oleh pilot bersertifikasi khusus itu mampu menampung 3.000 liter Biosolar atau 4.000 liter Pertalite. Pengiriman dilakukan maksimal tiga kali sehari dengan total waktu tempuh pulang-pergi sekitar dua jam perjalanan dari Bandara Juwata.
Setibanya di Bandara Yuvai Semaring, BBM dipindahkan ke mobil double cabin berkapasitas 1 kiloliter untuk disalurkan ke empat penyalur BBM Satu Harga di empat kecamatan di Kabupaten Nunukan.
Lama pengiriman darat bervariasi, misalnya ke Krayan Selatan mencapai 30-40 kilometer dengan waktu tempuh 2-3 hari tergantung kondisi cuaca. "Insya Allah, komitmen negara untuk hadir menyediakan BBM satu harga di wilayah 3T terus dapat dijalankan dengan baik dan lancar," ujar Wahyudi.(red/mcIP)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments

.jpg)
1.jpg)











