- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
- Pemprov kalsel Dorong Penyusunan RUU Kab/Kota untuk 4 Wilayah di Banua
- Ditengah Lesunya Ekonomi, Warga Kotabaru Harus Beli Air Bersih Rp. 120 Ribu per Tandon
- Pemkab Kotabaru Promosikan Wisata Alam Mamake Lewat Trail Run Tahura Sebatung
- Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi
- Disparpora Kotabaru Gelar Diseminasi Edukasi Aplikasi Si AKRAB
- Pemkab Kotabaru Laksanakan Nusantara Creative Walk Serentak Bersama 17 Negara
- Disparpora Kotabaru Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Festival Akrab 2026
- GMPD Banjarbaru: Kejati Kalsel Jangan Pandang Bulu Soal Kasus Dugaan Korupsi Kepala BKSDA
- Polda Kalsel Kerahkan Ratusan Personel Amankan Aksi Demo di DPRD Kalsel
OPINI | Mewujudkan Lumbung Pangan Daerah

Keterangan Gambar : Program Pangan Lestari di Pondok Pesantren Al-Muslimun Mandin, Jumat (29/2/2025).
Oleh : Muzakir Fachmi
Baca Lainnya :
- LSM BP3K-RI dan AKGUS Kompak Tindak Lanjuti Dugaan Korupsi Kadis PUPR Kotabaru, Suprapti Tri Astuti0
- Diduga Korupsi, LSM BP3K-RI Laporkan Kepala Dinas PUPR Ke Kejati Kalsel0
Ancaman krisis pangan yang telah melanda berbagai negara diprediksi akan terus melebar ke berbagai negara lainnya.
Kondisi ini terjadi tidak terlepas dari dampak kerusakan lingkungan yang semakin parah, perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan regenerasi petani yang tidak terprogram baik.
Kondisi ini juga dipastikan akan terjadi di Kotabaru. Mengingat selama ini tidak ada perencanaan terpadu dalam membangun ketahanan pangan di daerah ini. Dampaknya terlihat dari tingginya angka inflasi yang sering kali dirasakan masyarakat daerah ini.
Semua itu tidak terlepas dari tingginya tingkat ketergantungan daerah ini terhadap _supply_ komoditi pertanian dari daerah lain. Mulai dari bahan sayuran, buah-buahan bahkan beras pun harus didatangkan dari luar daerah. Tentu saja dengan biaya transportasi akan menjadi beban tambahan yang sangat mempengaruhi harga komoditi dipasaran. Sehingga tidak heran komoditi cabe bisa mencapai harga hingga Rp. 140 ribu/kilo di pasar Kotabaru.
Sayangnya, langkah yang diambil oleh pemkab Kotabaru untuk mengatasi lonjakan harga pangan seringkali hanya bersifat spontan dan partial. Mereka lebih senang membuat operasi pasar murah ketimbang membangun sistem dan strategi ketahanan pangan yang bersifat _sustainable_
Tidak ada pilihan bagi kita kecuali masyarakat harus membangun inisiatif sendiri. Oleh karena itu, kami menginisiasi untuk membangun program pangan lestari melalui jaringan pondok pesantren yang ada di Kotabaru. Langkah pertama adalah membangun Pangan Lestari Pesantren di Pondok Pesantren Al-Muslimun Mandin. Mulai dari pengembangan komoditi sayuran yang terdiri dari terong, tomat, pare, sawi dan cabe serta peternakan dengan pembukaan lahan diluasan kurang lebih 1/2 Ha dan cadangan pengembangan sekitar 5 Ha. Disamping itu, kami juga akan membangun rantai pasok pangan dengan membangun Jaringan Pesantren Sai-jaan di seluruh kabupaten Kotabaru.
Strategi pengembangan komoditas pangan ini tentu saja kami lakukan dengan penguatan kelembagaan dan pemberdayaan SDM yang baik sehingga kita bisa membangun kemandirian pangan.
Sudah saatnya pemkab Kotabaru untuk melakukan _reinventing_ ketahanan pangannya dengan komitmen yang lebih serius agar kita bisa menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di daerah ini. (red)


Baca Lainnya :
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
- 35 Anggota DPRD Kotabaru Periode 2024-2029 Resmi Dilantik0














