- Filipina Darurat Energi, Menteri ESDM: Stok Energi Kita Aman di Tengah Krisis Global
- [HOAKS] Presiden Prabowo Minta Maaf terkait Ikut Board of Peace dan akan Kembalikan Rp17 Triliun
- Kemlu: Iran Beri Lampu Hijau untuk Kapal Tanker Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz
- 177 ASN Banjarbaru Naik Pangkat, Kinerja Jadi Penentu
- Pemprov Kalsel Sampaikan RLPPD 2025, Indikator Kinerja Pemerintahan Semakin Meningkat
- Tentunda 7 Tahun, Pemprov Kalsel Usulkan Ulang Rencana Pembangunan Rusun ASN
- Seleksi JPT Pratama Resmi Dibuka, Pemprov Kalsel Gelar Seleksi Terbuka dan Transparan
- Mendagri Pastikan WFH Tak Ganggu Layanan Esensial
- Pemkab Kotabaru Gelar Pra Musrenbang PPPS Tahun 2026
- Prabowo Perintahkan Percepatan Waste to Energy, Sampah Jadi Energi di Kota-Kota Besar
OPINI | Kotabaru Sambut Pemimpin Baru, Evaluasi Pejabat Tak Kompeten

Keterangan Gambar : Muzakir Fachmi, Kamis (23/01/25).
Oleh : Muzakir Fachmi
Pasca penetapan oleh DPRD Kotabaru atas pasangan terpilih bupati Kotabaru periode tahun 2025 - 2030, masyarakat tinggal menunggu saat-saat pelantikan (6 Februari 2025) untuk dapat merasakan janji-janji kampanye yang telah diucapkan pasangan terpilih.
Baca Lainnya :
- Kepala Daerah Non-Sengketa Dilantik 6 Februari 20250
- Debat Diwarung Tuak Berujung Penikaman Hingga Tewas0
Slogan "Kotabaru Hebat" yang diusung tentu bukan sekedar bombastis tapi sebuah komitmen pembangunan yang ingin diwujudkan.
Untuk mewujudkan komitmen itu sudah pasti pasangan bupati terpilih harus didukung pejabat bawahan yang juga punya komitmen dan kinerja yang bagus. Bagaimana pun, kualitas pejabat yang akan membantu pasangan bupati harus sesuai dengan kualifikasi baik kapasitasnya maupun kapabilitasnya.
Bercermin dari pemerintahan yang ada saat ini tentu ini harus menjadi catatan penting pasangan terpilih untuk melakukan evaluasi dan reformasi mengingat banyak pejabat yang diangkat tidak berbasis pada kualifikasi dan kinerja yang dimiliki tapi lebih pada unsur ABS.
Akibatnya banyak pembangunan yang tidak berjalan dengan semestinya sehingga merugikan keuangan daerah dan masyarakat.
Sudah bukan rahasia kalau beberapa tahun terakhir banyak sekali proyek-proyek daerah yang mangkrak dan molor pembangunannya. Ini tentu menjadi preseden buruk pemimpin yang ada.
Selamat kepada pasangan H. Rusli dan Syairi Mukhlis atas terpilihnya untuk memimpin Kotabaru lima tahun ke depan. Kami tunggu bukti dari janji-janjinya.(*red)
Baca Lainnya :
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0














