- Perkuat Pondasi Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi, LK3 Banjarmasin Gelar Expo Religi Ke-11
- MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana, Hadirkan Tokoh
- Opini | Tegas! KBB Keluarkan Tiga Rekomendasi Soal Demokrasi dan Kebangsaan
- Karhutla Kalsel, Gubernur Minta 300 Perusahaan di Banua Aktif Bantu Tangani Kebakaran
- Menhut dan Kepala BNPB Monitoring Karhutla di Kalsel, Lebih 23 ribu Hektar Lahan Terbakar
- Tandatangani PKS, Pemkab Kotabaru Optimis Pelayanan Administrasi Kependudukan Semakin Meningkat
- Gubernur Muhidin Turun Langsung Padamkan Titik Api di Kawasan Rumah Sakit Sambang Lihum
- Pemprov Kalsel Perkuat Pengembangan Meratus UNESCO Global Geopark
- Pemprov Kalsel Terus Jaga Kestabilan Harga, Pantau Distrubusi Pangan di Daerah
- Ayo Bersantai Sambil Nikmati Live Musik di Bukit Mamake
Opini | Good Governance Ala Dedi Mulyadi

Keterangan Gambar : Noorhalis Majid
Oleh: Noorhalis Majid
Tema tentang Good Governance atau tata kelola pemerintah yang baik dan bersih, terdengar jadul - ketinggalan zaman. Padahal, substansinya masih sangat relevan dan dibutuhkan dalam pengelolaan pemerintahan.
Baca Lainnya :
Kepemimpinan berbasis “gaya” personal, kembali menjadi sorotan, dianggap mampu menerobos tujuan good governance yang kurang tercapai. Pernah popular sosok Jokowi yang blusukan, Risma yang suka turun langsung sambil “bamamai”, dan yang sekarang lagi viral Dedi Mulyadi yang transparan. Padahal semua itu menjadi bagian dari prinsif good governance, yang berarti bukan hal baru bila ingin menerapkan tata kelola pemerintah yang baik dan benar.
Forum Ambin Demokrasi mendiskusi gaya Dedi Mulyadi, sebagai strategi memberikan “efek kejut” dalam mengelola pemerintahan di daerahnya. Setidak beberapa hal yang ia lakukan, layak menjadi inspirasi bagi kepala daerah di tempat lain.
Misal, Dedi Mulyadi membongkar pendapatan dan pemanfaatan dana pajak kendaraan bermotor; membongkar pembangunan masjid Al Jabbar yang ternyata hasil ngutang; Dana bantuan desa yang tidak tepat sasaran; Hibah untuk KNPI dan BPKPRMI yang jumlahnya milyaran; mengungkap ratusan ribu ijasah siswa SMA Swasta yang ditahan; realisasi makan bergizi gratis; dan berbagai hal yang dirasakan warga, dibongkar lugas oleh Dedi Mulyadi.
Gaya Dedi Mulyadi, bagi Forum Ambin Demokrasi, menjadi menarik di tengah krisis contoh kepemimpinan dalam mewujudkan harapan warga. Pemimpin mestinya menjawab segala persoalan dan menjadi solusi dari banyak masalah. Bukan justru menjadi masalah dan menambah masalah.
Terbayang berbagai persoalan yang memerlukan sosok kepemimpinan bergaya Dedi Mulyadi, misal bagaimana menertibkan pertambangan agar ramah terhadap lingkungan dan hasilnya berdampak bagi kesejahteraan bersama, sehingga tidak ada lagi warga miskin yang terpaksa meminta-minta di perempatan jalan; pemimpin yang berani menertibkan jalan raya agar tidak dilewati truk Batubara dan berpotensi merugikan pengguna jalan lainnya; pemimpin yang tegas menertibkan IMB agar sesuai konsep rumah panggung dan tidak mengalahkan sungai atau pun kawasan resapan; pemimpin yang membangun secara efektif dan efisien untuk kebutuhan warga, bukan sekedar memuaskan keinginannya sendiri; pemimpin yang mampu mengatasi sampah yang menggunung dan merubahnya jadi potens; dan lain sebagainya, seperti berbagai hal yang sudah dibongkar Dedi Mulyadi.
Kalau Dedi Mulyadi bisa menjadi contoh, pasti pemimpin di Kalimantan Selatan yang sudah terpilih pada Pemilu 2024 juga ada yang mampu melakukannya, karena warga menunggu dan membutuhkan pemimpin seperti itu. (nm)
Baca Lainnya :














