- Perkuat Ekosistem Digital, Diskominfo Kalsel Hadiri Forkomsanda di DIY
- Dispora Kalsel Bekali Wirausaha Muda Kuasai Strategi Pemasaran Digital
- RSGM Gusti Hasan Aman Sosialisasikan SI BEKANTAN NASAR, Perkuat Transformasi Digital
- WALHI Kalsel Desak Pemerintah Tindak Tegas Perusahaan Perusak Lingkungan
- Pemkab Kotabaru Apresiasi Kelulusan Siswa SMPN 1 Kotabaru, Dorong Generasi Muda Raih Prestasi
- Kadispapora Hadiri Musen VIII Dewan Kesenian Kabupaten Kotabaru
- SLB-C Pembina Lahirkan Kemandirian Siswa Melalui Program Vokasi Berprestasi Internasional
- Hari Jadi ke-76 Kalsel Akan Dipusatkan di Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari
- Jaga Inflasi dan Jaga Daya Beli, Pemprov Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah
- Dispora Kalsel Siapkan Pelatihan Wasit dan Juri untuk Tingkatkan Mutu Tenaga Keolahragaan
Obyek Wisata Hutan Meranti Jadi Tempat Acara Grebeg Kampung
.jpg)
Keterangan Gambar : Grebeg kampung di Hutan Meranti Kotabaru, Minggu (30/11/2025).
Kotabaru, Borneopos.com - Pemerintah Kabupaten Kotabaru menggelar Grebeg Kampung, sebagai Puncak Acara Penutupan Meranti Putih Perform Art Festival (MP2AF) di Hutan Meranti, Desa Sebelimbingan, Minggu (30/11/2025).
Baca Lainnya :
- Kontingen Kalsel Raih Peringkat 6 Nasional di Kejurnas Tenis Meja 20250
- BMKG Prediksi Wilayah Kalsel Insensitas Hujan Menengah dan Tinggi di Desember 20250
Dalam sambutan Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, S. Sos menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terlaksananya tradisi dan warisan lokal yang kaya dengan nilai sejarah, kebersamaan dan spiritual masyarakat.
Wakil juga memotivasi warga agar kegiatan Grebeg Kampung ditahun depan dapat lebih ditingkatkan lagi.
“Kalau bisa tahun depan lebih besar lagi, disinikan ada tiga desa, yaitu Desa Megasari, Sebelimbingan, dan Gunungsari, biar jadi satu, ramai-ramai lebih besar lagi nanti acaranya,” ucapanya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan, Kholil menjelaskan, Grebeg Kampung adalah warisan lama yang dikenal dengan Grebeg Suro, dan kembali dihidupkan melalui event meranti yang mempunyai makna kebersamaan. Sekaligus menguatkan kembali semangat gotong royong.
“Tujuan utama grebeg kampung adalah untuk menyampaikan dan mewujudkan kebersamaan,” paparnya.
Ia juga menyebutkan, kegiatan ini memiliki keunikan dimana dalam penyajiannya mempunyai makna-makna menggunakan bahasa jawa kuno.
Dimana, Tumpeng yang berisi hasil panen terbaik masyarakat setempat, mulai dari sayur- mayur hingga buah-buahan, sebagai wujud rasa syukur atas berlimpahnya panen yang mereka terima.
tumpeng yang berisi hasil bumi itu juga menjadi rebutan masyarakat, yang mereka percaya membawa berkah, yang sebelumnya telah didoakan.
Ditempat yang sama, juga dilaksanakan kegiatan rangkaian penanaman pohon dan pemeliharaan pohon ulin yang diinisiasi Lembaga Pelatihan Kursus Mitra Insan Prima (LPK MIP).
Penamaman pohon diawali oleh Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis, yang sebagai upaya menjaga kawasan hutan sekaligus mendorong tetap tumbuhnya ruang hijau di Kabupaten Kotabaru, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Serta Diharapkan dengan penanaman diarea Ekowisata Hutan Meranti, bibit-bibit pohon ulin yang ditanam bisa tumbuh dengan baik serta terjaga dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.
Tampak hadir dalam kegiatan, Wakil Ketua DPRD Kotabaru, Awaludin, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga sonny Tua Halomoan, Pimpinan LPK MIP Noor Irfansyah ,undangan ,Pelajar, dan Masyarakat sekitar. (ril/adv)
.jpg)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250














