- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
- Pemprov kalsel Dorong Penyusunan RUU Kab/Kota untuk 4 Wilayah di Banua
- Ditengah Lesunya Ekonomi, Warga Kotabaru Harus Beli Air Bersih Rp. 120 Ribu per Tandon
- Pemkab Kotabaru Promosikan Wisata Alam Mamake Lewat Trail Run Tahura Sebatung
- Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi
Museum Lambung Mangkurat Jadi Referensi Penelitian Tim Gemologi Internasional

Keterangan Gambar : Kunjungan tim peneliti gemologi internasional dari Prancis ke Kalimantan Selatan
Kalsel, Borneopos.com - Kunjungan tim peneliti gemologi internasional dari Prancis ke Kalimantan Selatan tidak hanya berfokus pada penelitian lapangan di kawasan pertambangan dan perdagangan intan, tetapi juga menaruh perhatian pada aspek sejarah dan edukasi melalui kunjungan ke Museum Lambung Mangkurat.
Baca Lainnya :
- Bupati Muhammad Rusli Lantik Kepala Dinas, Administrator dan Pengawas0
- Tenis Lapangan Bupati Cup 2026 Turut Meriahkan HUT ke-23 Tanah Bumbu dan Mappanre Ritasi’e0
Kunjungan yang menjadi bagian dari rangkaian penelitian pada 26 April hingga 2 Mei 2026 ini dilakukan oleh tim dari Laboratoire de Gemmologie yang dipimpin Agatha Cristol, didampingi Badan Pengelola Geopark Meratus, Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan.
Plt. Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat, Raudati Hildayati mengatakan, di Museum Lambung Mangkurat, tim peneliti memperdalam pemahaman mengenai sejarah geologi, budaya, serta perkembangan industri intan di Kalimantan Selatan.
“Berbagai koleksi museum ditinjau, terutama artefak yang menggambarkan hubungan masyarakat lokal dengan kekayaan alam, khususnya intan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Ia menambahkan, kunjungan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang pertukaran pengetahuan antara peneliti internasional dan pengelola museum. Melalui diskusi interaktif, kedua pihak membahas karakteristik geologis intan Kalimantan yang memiliki keunikan tersendiri serta potensi pengembangan studi gemologi berbasis warisan lokal.
Pihak Museum Lambung Mangkurat menyambut positif kunjungan tersebut karena dinilai memperkuat fungsi museum sebagai pusat edukasi dan referensi ilmiah, tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi peneliti dari mancanegara.
Kunjungan ke museum ini menjadi pelengkap penting dalam rangkaian kegiatan lapangan tim peneliti, selain agenda peninjauan ke situs penambangan tradisional intan Cempaka, lokasi pengolahan, dan pasar intan. Aspek historis dan edukatif yang diperoleh dari museum dinilai memberi perspektif yang lebih komprehensif terhadap penelitian yang dilakukan.
“Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang lebih luas antara institusi lokal dan komunitas ilmiah internasional dalam pengembangan studi gemologi, khususnya terkait potensi serta warisan intan Kalimantan Selatan,” pungkasnya.(red/mcksl)



Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250




.jpg)








