- Ketua DPK APINDO Kotabaru, Putra: APINDO Menjadi Rumah Bersama Para Pengusaha
- Ketua DPRD Kotabaru Hadiri Pengukuhan DPK APINDO Kotabaru periode 2026–2031
- WALHI Sebut RSPO is Greenwashing! Buyers Diminta Hentikan Pembelian Dari Pemasok Terkait Karhutla
- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
Mulai 1 April, Pintu Masuk Kebun Raya Banua Berpindah ke Gerbang Utara

Keterangan Gambar : UPTD Kebun Raya Banua melakukan penyesuaian kebijakan akses masuk kawasan terhitung sejak 1 April 2026. Akses pintu masuk yang sebelumnya berada di gerbang utama kini dialihkan ke gerbang utara sebagai upaya meningkatkan kenyamanan dan kualitas kunjungan masyarakat.
Kalsel, Borneopos.com - UPTD Kebun Raya Banua melakukan penyesuaian kebijakan akses masuk kawasan terhitung sejak 1 April 2026. Akses pintu masuk yang sebelumnya berada di gerbang utama kini dialihkan ke gerbang utara sebagai upaya meningkatkan kenyamanan dan kualitas kunjungan masyarakat.
Baca Lainnya :
- Ketua Komisi II DPRD Kotabaru Ucapkan Selamat HUT ke-23 Tanah Bumbu0
- Satgas Pangan Polda Kalsel Pantau Stabilitas Harga Bapok di Pasar Kuripan0
Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Rahmat Maidiyanto, menjelaskan bahwa perubahan ini merupakan respons atas masukan dari masyarakat yang menginginkan pengaturan akses yang lebih efektif dan nyaman.
“Perubahan ini kami lakukan berdasarkan saran dari masyarakat, yang sebelumnya juga pernah merasakan akses dari pintu utara. Kami melihat ini menjadi solusi yang lebih baik untuk mendukung kelancaran kunjungan,” ujarnya saat diwawancarai di Banjarbaru, Jum’at (10/4/2026).
Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan untuk mengatasi keterbatasan armada transportasi internal, khususnya bus angkutan pengunjung. Selama ini, kerap terjadi penumpukan pengunjung akibat antrean bus yang belum memadai.
“Kendala kita memang ada pada keterbatasan armada. Beberapa kali terjadi penumpukan pengunjung yang menunggu bus. Dengan akses dari gerbang utara, pengunjung dapat lebih leluasa menikmati kawasan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada transportasi internal,” jelas Rahmat.
Lebih lanjut, pihaknya juga menyediakan alternatif layanan berupa paket wisata dari area utara menuju kawasan utama menggunakan bus. Layanan ini dikenakan biaya sebesar Rp5.000 per orang.
“Dengan biaya tersebut, pengunjung tidak hanya mendapatkan layanan transportasi, tetapi juga sudah termasuk retribusi masuk ke Museum Nature Exhibition yang ada di kawasan Kebun Raya Banua,” tambahnya.
Ia menuturkan, Museum Nature Exhibition menjadi salah satu daya tarik edukatif yang menyajikan berbagai informasi menarik terkait keanekaragaman hayati dan lingkungan, sehingga sangat direkomendasikan untuk dikunjungi oleh masyarakat.
Melalui kebijakan ini, UPTD Kebun Raya Banua berharap pengalaman berkunjung masyarakat menjadi lebih nyaman, teratur, serta memberikan nilai edukasi yang lebih optimal.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250




.jpg)

.jpg)







