Mendes PDT Yandri Susanto: 100% Keuntungan KDMP Kembali ke Masyarakat Desa

Reported By Pimred Borneo Pos 24 Mar 2026, 16:19:39 WIB Kotabaru
Mendes PDT Yandri Susanto: 100% Keuntungan KDMP Kembali ke Masyarakat Desa

Keterangan Gambar : Gedung Koperasi Merah Putih (ilustrasi).





Jakarta, Borneopos.com - Pemerintah terus mendorong percepatan pemerataan ekonomi berbasis desa melalui pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai penguatan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.


Baca Lainnya :

“Kopdes ini sebagai alat negara untuk pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan. Karena uangnya berputar di desa, keuntungannya ada di desa,” ujar Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, dalam keterangannya terkait acara peninjauan progres pembangunan Kopdes Merah Putih di Desa Palaksiring dan Desa Sukamaju, Bengkulu, seperti dilansir pada Minggu (22/3/2026)


Ia menegaskan, keberadaan Kopdes Merah Putih sejalan dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan dari desa sebagai upaya pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.


Menurut Yandri, Kopdes Merah Putih merupakan terobosan ekonomi desa dengan konsep retail modern yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pupuk, sembako, hingga LPG, namun dengan orientasi manfaat yang berbeda dari sektor swasta.


“Kopdes Merah Putih tidak hanya akan menyerap tenaga kerja yang ada di desa, tetapi yang menikmati keuntungan koperasi juga masyarakat desa sebagai anggota koperasi,” katanya.


Ia juga menekankan bahwa Kopdes menjadi alternatif model ekonomi yang berbeda dari jaringan retail modern, karena seluruh keuntungan usaha dikembalikan kepada masyarakat desa.


“Kopdes adalah antitesis dari model ekonomi yang memusatkan kekayaan pada segelintir orang. Di sini, 100 persen keuntungan kembali ke masyarakat desa,” tegasnya.


Selain memberikan manfaat ekonomi langsung, Kopdes juga diwajibkan berkontribusi terhadap pembangunan desa melalui alokasi minimal 20 persen dari keuntungan bersih sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes), sementara sisanya digunakan untuk pengembangan usaha dan program sosial masyarakat.


Pemerintah berharap kehadiran Kopdes Merah Putih di berbagai daerah dapat mengurangi ketergantungan distribusi logistik dari kota serta memperkuat daya beli masyarakat desa.


Jika model ini berhasil dan diterapkan secara luas, desa diharapkan tidak lagi hanya menjadi pasar, melainkan mampu menjadi pelaku utama dalam perputaran ekonomi nasional.(red/IP)


Baca Lainnya :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment