- Gubernur Muhidin Perintahkan Pelayanan Secepatnya untuk Korban Kapal Virgo Transport 8 yang Dirawat
- Genjot Kemajuan Daerah, Bupati Tinjau Pembagunan Jalan Tembus Jembatan Tanjung Serdang
- Gekrafs Binaan Disparpora Siap Promosikan Gula Aren Tirawan Kotabaru di CAEXPO 2026 China
- Pantai Risalo Tanjung Selayar, Tawarkan Keindahan Asri nan Alami
- Kadisparpora Kotabaru Dorong Kaum Muda Saijaan Lahirkan Karya Film
- Penutupan Pelatihan Paskibraka Kalsel 2026; Gubernur Titipkan Masa Depan Daerah, Bangsa dan Negara
- Gubernur H. Muhidin: Kalsel Perkuat Pilar Indonesia Merawat Kehidupan Beragama
- Sekdaprov Kalsel Pimpin Visitasi PKN Tingkat II Angkatan XVIII ke Jawa Timur
- Momentum Harjad ke 76 Kalsel, Gubernur H. Muhidin Berikan Berbagai Penghargaan
- Pamor Borneo 2026 Himpun LoI Investasi Senilai Rp64,45 Triliun
Mendes PDT Yandri Susanto: 100% Keuntungan KDMP Kembali ke Masyarakat Desa

Keterangan Gambar : Gedung Koperasi Merah Putih (ilustrasi).
Baca Lainnya :
- Silaturahmi Bupati Kotabaru di Kediaman H. Isam, Pererat Kebersamaan dan Bahas Masa Depan Daerah0
- Open House Istana: Rasa Haru dan Bahagia Warga Saat Bertemu Presiden Prabowo0
“Kopdes ini sebagai alat negara untuk pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan. Karena uangnya berputar di desa, keuntungannya ada di desa,” ujar Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, dalam keterangannya terkait acara peninjauan progres pembangunan Kopdes Merah Putih di Desa Palaksiring dan Desa Sukamaju, Bengkulu, seperti dilansir pada Minggu (22/3/2026)
Ia menegaskan, keberadaan Kopdes Merah Putih sejalan dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan dari desa sebagai upaya pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Menurut Yandri, Kopdes Merah Putih merupakan terobosan ekonomi desa dengan konsep retail modern yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pupuk, sembako, hingga LPG, namun dengan orientasi manfaat yang berbeda dari sektor swasta.
“Kopdes Merah Putih tidak hanya akan menyerap tenaga kerja yang ada di desa, tetapi yang menikmati keuntungan koperasi juga masyarakat desa sebagai anggota koperasi,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa Kopdes menjadi alternatif model ekonomi yang berbeda dari jaringan retail modern, karena seluruh keuntungan usaha dikembalikan kepada masyarakat desa.
“Kopdes adalah antitesis dari model ekonomi yang memusatkan kekayaan pada segelintir orang. Di sini, 100 persen keuntungan kembali ke masyarakat desa,” tegasnya.
Selain memberikan manfaat ekonomi langsung, Kopdes juga diwajibkan berkontribusi terhadap pembangunan desa melalui alokasi minimal 20 persen dari keuntungan bersih sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes), sementara sisanya digunakan untuk pengembangan usaha dan program sosial masyarakat.
Pemerintah berharap kehadiran Kopdes Merah Putih di berbagai daerah dapat mengurangi ketergantungan distribusi logistik dari kota serta memperkuat daya beli masyarakat desa.
Jika model ini berhasil dan diterapkan secara luas, desa diharapkan tidak lagi hanya menjadi pasar, melainkan mampu menjadi pelaku utama dalam perputaran ekonomi nasional.(red/IP)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250

.jpg)


.jpg)
.jpg)






