- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
- Pemprov kalsel Dorong Penyusunan RUU Kab/Kota untuk 4 Wilayah di Banua
- Ditengah Lesunya Ekonomi, Warga Kotabaru Harus Beli Air Bersih Rp. 120 Ribu per Tandon
- Pemkab Kotabaru Promosikan Wisata Alam Mamake Lewat Trail Run Tahura Sebatung
- Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi
Gubernur Muhidin: Idulfitri Momentum Perkuat Ibadah dan Sikapi Perbedaan dengan Bijak

Keterangan Gambar : Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin usai melaksanakan Salat Idulfitri di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Sabtu (21/3/2026).
Kalsel, Borneopos.com - Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menyampaikan bahwa perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kalimantan Selatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme masyarakat. Hal itu usai melaksanakan Salat Idulfitri di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Sabtu (21/3/2026).
Baca Lainnya :
- Perkuat APBN, Pemerintah Rencana Tambah Produksi Batu Bara Guna Tingkatkan Penerimaan Pajak0
- UPT Pengelola Objek Wisata Kotabaru Siap Sambut Wisatawan di Musim Libur Lebaran 20260
Didampingi Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, Sekretaris Daerah Kalsel Muhammad Syarifuddin, serta Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalsel Muhammad Tambrin, Muhidin mengungkapkan bahwa pelaksanaan Salat Idulfitri tahun ini dihadiri jamaah dalam jumlah besar hingga hampir memenuhi seluruh area masjid.
“Ini luar biasa, masyarakat yang hadir sangat banyak, hampir seluruh tempat penuh. Bahkan pelaksanaan sebelumnya juga sudah dipadati jamaah,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan salat yang dipimpin imam dengan kualitas bacaan yang sangat baik, sehingga menambah kekhusyukan ibadah. Menurutnya, hal tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Dengan imam yang luar biasa, ini mengingatkan kita bahwa kita masih memiliki kekurangan dan dosa. Mudah-mudahan setelah menjalani ibadah puasa, kita bisa terus meningkatkan ibadah dan mengakhiri hidup dalam keadaan baik,” katanya.
Terkait adanya perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri di tengah masyarakat, Muhidin menilai hal tersebut merupakan sesuatu yang lumrah dan kerap terjadi, baik di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia.
“Perbedaan itu biasa, ada yang melihat hilal, ada yang menggunakan metode lain. Yang penting masyarakat meyakini apa yang menjadi pedomannya, baik itu dari ormas, pemerintah, maupun keyakinan masing-masing,” jelasnya.
Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu mempermasalahkan perbedaan tersebut selama masing-masing menjalankan ibadah sesuai keyakinan dan tetap menjaga kerukunan.
“Siapapun, yang penting meyakini. Kalau sudah meyakini bahwa sudah masuk Idulfitri, maka silakan dirayakan. Tidak perlu diperdebatkan, karena perbedaan itu hal yang wajar,” tutupnya. (red/mcksl)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250




.jpg)








