- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
- Pemprov kalsel Dorong Penyusunan RUU Kab/Kota untuk 4 Wilayah di Banua
- Ditengah Lesunya Ekonomi, Warga Kotabaru Harus Beli Air Bersih Rp. 120 Ribu per Tandon
- Pemkab Kotabaru Promosikan Wisata Alam Mamake Lewat Trail Run Tahura Sebatung
- Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi
Gencarkan Event dan Promosi, Geopark Meratus Optimistis Tarik Wisatawan

Keterangan Gambar : Kunjungan wisata ke kawasan Geopark Meratus pada triwulan pertama tahun 2026 mengalami penurunan, sejalan dengan tren sektor pariwisata yang masih melambat di awal tahun. Kondisi ini tercermin dari data tingkat hunian kamar hotel yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
Kalsel, Borneopos.com - Kunjungan wisata ke kawasan Geopark Meratus pada triwulan pertama tahun 2026 mengalami penurunan, sejalan dengan tren sektor pariwisata yang masih melambat di awal tahun. Kondisi ini tercermin dari data tingkat hunian kamar hotel yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
Baca Lainnya :
- Dinsos Kalsel Dorong Akreditasi LKS Guna Tingkatkan Kualitas Layanan Sosial0
- Kloter Pertama Jemaah Haji Berangkat, Gubernur Kalsel Ingatkan Jaga Kesehatan di Tanah Suci0
Wakil Sekretaris Badan Pengelola Geopark Meratus UNESCO Global Geopark, Theodorik Rizal Manik, mengungkapkan bahwa tingkat hunian kamar pada Desember 2025 tercatat sebesar 59,80 persen, namun mengalami penurunan cukup signifikan pada awal tahun 2026.
“Berdasarkan data BPS, pada Januari tingkat hunian kamar turun menjadi 49 persen dan kembali turun di Februari menjadi 44 persen. Ini menunjukkan bahwa di triwulan pertama memang terjadi penurunan aktivitas pariwisata,” ujarnya saat diwawancarai di Banjarbaru, Kamis (23/4/2026).
Menurut Theodorik, kondisi tersebut merupakan fenomena yang relatif wajar, mengingat pada awal tahun belum banyak kegiatan atau agenda pariwisata berskala besar yang digelar di daerah.
“Kalau kita bandingkan dengan Desember, saat itu ada berbagai kegiatan seperti Haul Sekumpul dan event lainnya yang mendorong mobilitas masyarakat dan wisatawan, sehingga tingkat hunian meningkat. Sementara di awal tahun, kalender event belum berjalan optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, belum aktifnya agenda pariwisata di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota turut memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi, termasuk kawasan Geopark Meratus.
Meski demikian, pihaknya tetap optimistis kondisi tersebut akan membaik seiring mulai digelarnya berbagai event pariwisata sepanjang tahun 2026.
“Ke depan, kita akan didukung oleh sejumlah kegiatan dari Dinas Pariwisata baik di tingkat provinsi maupun daerah. Ini akan menjadi momentum untuk meningkatkan kembali kunjungan wisatawan,” katanya.
Selain mengandalkan event, status Geopark Meratus sebagai UNESCO Global Geopark juga menjadi salah satu kekuatan utama dalam menarik wisatawan, khususnya dari mancanegara.
“Status UNESCO ini memberikan nilai tambah dari sisi exposure internasional. Kita tidak hanya menjual wisata, tetapi juga kekayaan geologi, budaya, biodiversitas, dan potensi penelitian,” tegas Theodorik.
Dalam waktu dekat, Geopark Meratus juga akan menerima kunjungan tim peneliti dari Prancis yang dipimpin oleh seorang gemologis, Agatha, bersama lima orang anggota tim.
“Kunjungan ini bukan hanya untuk penelitian, tetapi juga menjadi bagian dari promosi internasional. Harapannya, exposure Geopark Meratus semakin luas dan dapat menarik minat wisatawan mancanegara,” tambahnya.
Ia pun berharap sinergi antara event, promosi, dan penguatan branding UNESCO dapat mempercepat pemulihan sektor pariwisata di kawasan Geopark Meratus.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250




.jpg)








