- Bupati H.M Rusli Lantik Ahmad Romansa Jadi Kepala Disdikbud Kotabaru
- OPINI Ambin Demokrasi | CeO Di Bali, Kada Mambuang Taruh
- WALHI Kalsel | Krisis Sungai Barito Bukan Takdir Ilahi, Melainkan Rakusnya Oligarki
- Pesan Menkomdigi Pada HPN 2026, Pers Yang kredibel Dan Independen Bukan pilihan Tapi Kebutuhan
- Perjuangan Wali Kota Lisa Gaungkan Cempaka Sebagai Living Museum, Menteri Fadli Zon Siap Dukung
- Gubernur Muhidin Lantik 292 Pejabat, Evaluasi 6 Bulan Jika kurang Baik Non Job
- Tiga Kampus Bumi Saijaan Apresiasi Terobosan Pendidikan Bupati Rusli
- Sekjen KNPI Kalsel Andi Rustianto Himbau Pemuda Jauhi Judi Online
- Perkuat Integritas, Pelindo Kotabaru Gandeng Kejaksaan Sosialisasikan Larangan Pungli dan Gratifikas
- Banjarbaru Dorong Ekonomi Kreatif, Wali Kota Lisa Perkuat Sinergitas Dengan Menteri Ekraf RI
Ganjar: Banjarmasin Kotor, Banyak Sampah!

Keterangan Gambar : Gambar ilustrasi (istimewa)
Oleh: Noorhalis Majid
Banjarmasin, Borneopos.com - Saat dialog bersama anak muda siang kemaren (12/11/2025), di Gedung Batas Kota (GBK) Banjarmasin, moderator yang juga anak muda, bertanya kepada Ganjar Pranowo, “apa saja aktivitas hari ini di Banjarmasin?”. Spontan Ganjar menjawab, hari ini lari pagi 10 km, menanam pohon, dialog di Fisip ULM dan lanjut dialog di tempat ini (GBK). “Apa kesannya tentang Banjarmasin?”, Ganjar menjawab, “kotanya keren, tapi kotor, banyak sampah”. Sambil tersenyum dia melanjutkan kalimatnya. “Semoga saja anak muda tersinggung, sehingga sepulang dari acara ini, langsung menyingsingkan tangan untuk turun membersihkan sampah yang mengotori kota”.
Baca Lainnya :
- Pengawas Akui Ada Pekerjaan Tak Sesuai RAB, Pembangunan UPT Damkar Banjarbaru, Progres 70%0
- Program KUR Khusus Tebu serta Kredit Alat dan Mesin Pertanian Ala Kementan RI0
Sudah lama orang bijak berkata, untuk dapat melihat sebuah gambar, kita harus berada di luar bingkai. Berada di dalam bingkai, tidak akan bisa melihat gambar. Artinya, perlu mata orang lain untuk melihat kota ini, dan Ganjar mewakili mata orang lain tersebut yang dengan jujur mengatakan, kota ini kotor, banyak sampah. Sebelumnya, beberapa hari lau, juga ada reuni dokter-dokter se Indonesia di Banjarmasin, saat diajak berkeliling kota, mereka shock, kaget melihat sampah berserakan di mana-mana.
Ganjar lupa, yang mestinya lebih tersinggung bukan hanya anak muda yang hadir ikut dialog di GBK siang itu. Tapi juga anak muda yang sekarang memimpin kota ini, yaitu Walikota dan Wakil Walikota. Dua anak muda yang sudah dipercaya memimpin kota. Dengan segala kewenangan, anggaran, regulasi, serta perangkat aparat yang jumlahnya sejibun dari Balaikota hingga Kelurahan, mestinya dapat menyelesaikan problem sampah dan kekotoran kota ini dengan sat set, tanpa banyak gaya dan drama.
Sayangnya itu tidak terjadi. Kekotoran kota dan sampah yang menumpuk, berserakan di berbagai sudut kota, termasuk di lingkungan-lingkungan tempat tinggal, tidak diselesaikan secara sungguh-sungguh dan sistematis, dengan menggerakkan semua unsur, termasuk anak muda. Tentu ada upaya, tapi sangat tidak memadai.
Gerakan yang sistematis, pasti melahirkan budaya. Bila kebersihan sudah menjadi budaya dan habit, maka kelak Walikota tidak perlu susah payah mengurus kebersihan kota ini, karena kebudayaan itu sendiri telah mendisiplinkan warganya untuk peduli pada kebersihan kota.
Tidak salah Ganjar menyindir anak muda, sebab masa depan kota ini milik anak muda. Hanya saja, kalau anak muda tidak tersinggung dengan sindiran Ganjar, termasuk anak muda yang sedang berkuasa, berarti ada kepekaan dan sensitifitas yang terlanjur uzur sebelum waktunya. (nm)
Baca Lainnya :
- Lagi, Polres Kotabaru Bekuk Penjual Zenith0
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
Berita KALSEL



.jpg)
.jpg)

.jpg)
1.jpg)




