- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
- Pemprov kalsel Dorong Penyusunan RUU Kab/Kota untuk 4 Wilayah di Banua
- Ditengah Lesunya Ekonomi, Warga Kotabaru Harus Beli Air Bersih Rp. 120 Ribu per Tandon
- Pemkab Kotabaru Promosikan Wisata Alam Mamake Lewat Trail Run Tahura Sebatung
- Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi
FGD Keja Sama Industri, Disperin Kalsel Fokus Dorong Hilirisasi Industri

Keterangan Gambar : Di FGD Keja Sama Industri, Disperin Kalsel Fokus Dorong Hilirisasi Industri
Kalsel, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kerja Sama Industri dengan Perusahaan Besar, Perguruan Tinggi dan Lembaga Lainnya se-Kalimantan Selatan sebagai upaya memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan sektor industri dan perekonomian daerah.
Baca Lainnya :
- Pemkab Kotabaru Sambut 27 Mahasiswa UGM0
- Jamaah Haji Kloter 013 BDJ Tiba di Embarkasi Banjarmasin Dengan Selamat 0
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, Miftahul Chair, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk membangun hubungan kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan berbagai lembaga pendukung industri di Kalimantan Selatan.
“Dinas Perindustrian memiliki peran penting dalam mendukung visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan melalui program Kalsel Bekerja. Salah satu fokus yang terus kita dorong adalah hilirisasi industri, pengembangan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus, serta penguatan industri halal yang diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Miftahul Chair di Banjarmasin, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, tantangan industrialisasi saat ini semakin kompleks sehingga tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media agar kebijakan, inovasi, serta kebutuhan industri dapat berjalan selaras.
“Kolaborasi menjadi kunci. Melalui FGD ini, kami ingin membangun kemitraan yang lebih konkret dengan perusahaan besar, perguruan tinggi, dan berbagai lembaga lainnya untuk mendukung pembinaan Industri Kecil dan Menengah (IKM), penguatan kemitraan usaha, serta pemanfaatan teknologi tepat guna bagi pelaku industri di Kalimantan Selatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Miftahul Chair berharap forum diskusi tersebut mampu menghasilkan langkah nyata yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.
“Kami berharap FGD ini tidak hanya menjadi ruang diskusi dan pertukaran gagasan, tetapi juga menghasilkan roadmap kerja sama yang terukur dan implementatif. Dengan sinergi yang kuat, percepatan industrialisasi di Banua dapat terwujud, sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kontribusi sektor industri terhadap PDRB Kalimantan Selatan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem industri yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing guna menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banua.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250




.jpg)








