- GMPD Banjarbaru: Kejati Kalsel Jangan Pandang Bulu Soal Kasus Dugaan Korupsi Kepala BKSDA
- Polda Kalsel Kerahkan Ratusan Personel Amankan Aksi Demo di DPRD Kalsel
- Kendalikan Inflasi, Pemkab Kotabaru Gelar Gerakan Pangan Murah
- Pemkab Kotabaru Peringati Hari Santri Nasional 2026, Teguhkan Peran Santri Menuju Indonesia Emas
- Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla di Banjarbaru
- Tumbuhkan Minat Baca, Dispersip Kotabaru Gelar Lomba Bercerita
- Kepala BKN RI Apresiasi Pemkab Kotabaru, Bersih Dari Isu Negatif Kepegawaian
- Geospasial Banua Award 2026; Kotabaru Raih Juara Harapan 2
- Pengukuhan KORPRI Kotabaru, Kepala BKN RI Tekankan Pelayanan Digital dan Promosi Potensi Daerah
- Lantik 41 Kepala Desa, Pesan Bupati Kotabaru: Rangkul Seluruh Elemen Masyarakat
BPBD Kalsel Catat 157 Kejadian Karhutla, Operasi Darat dan Udara Terus Diperkuat

Keterangan Gambar : BPBD Kalsel Catat 157 Kejadian Karhutla, Operasi Darat dan Udara Terus Diperkuat
Kalsel, Borneopos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat sebanyak 157 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 20 Juli 2026.
Baca Lainnya :
- Jemput Bola GISA, Disdukcapil Kalsel Dekatkan Layanan Administrasi Kependudukan ke Warga Balangan0
- Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Diskominfo Kalsel Gelar Asistensi PPID se-Kalsel0
Penanganan terus dioptimalkan melalui operasi darat dan udara guna menekan dampak kebakaran, khususnya di kawasan sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, mengatakan berdasarkan data hingga 20 Juli 2026, luas lahan terdampak karhutla mencapai sekitar 459,68 hektare dengan total 3.010 titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Kalimantan Selatan.
“Hingga 20 Juli 2026 terdapat 157 kejadian kebakaran hutan dan lahan. Luas lahan yang terdampak sekitar 459,68 hektare dengan total 3.010 hotspot yang terpantau,” ujar Ronny di Kantor BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, dari seluruh kejadian tersebut terdapat sekitar 0,2 hektare kawasan hutan yang terdampak kebakaran di wilayah Banjarbaru. Sementara itu, tim gabungan telah melakukan penanganan di area yang luasnya mencapai sekitar 46,30 hektare melalui berbagai upaya pemadaman dan pengendalian.
Ronny juga mengungkapkan, pada Sabtu (18/7) terjadi beberapa kebakaran hutan dan lahan hingga malam hari di kawasan selatan bandara yang menyebabkan kabut asap cukup tebal pada Senin pagi.
“Sabtu kemarin memang terjadi beberapa kebakaran di area selatan bandara yang menyebabkan kabut asap cukup tebal pada Senin pagi. Kami langsung melaksanakan operasi water bombing, sehingga pada hari ini, Selasa, asap pekat sudah mulai berkurang,” katanya.
Menurut Ronny, operasi udara menggunakan helikopter water bombing memiliki keterbatasan waktu karena hanya dapat dilakukan hingga pukul 18.00 demi menjaga aspek keselamatan penerbangan.
“Operasi udara hanya dimungkinkan sampai pukul 18.00. Apabila titik api belum berhasil dipadamkan, maka operasi tetap dilanjutkan melalui jalur darat. Heli water bombing tidak diperbolehkan beroperasi pada malam hari karena mempertimbangkan faktor keselamatan,” jelasnya.
BPBD Provinsi Kalimantan Selatan bersama TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD kabupaten/kota, serta berbagai unsur terkait terus meningkatkan koordinasi dalam penanganan karhutla agar penyebaran api dapat segera dikendalikan dan dampaknya terhadap masyarakat maupun aktivitas penerbangan dapat diminimalkan.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250



.jpg)










