- WALHI Sebut RSPO is Greenwashing! Buyers Diminta Hentikan Pembelian Dari Pemasok Terkait Karhutla
- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
Usai Sumbang 8 Emas di NTB, Atlet Karate Banjarbaru Pulang Kampung Dengan Uang Pinjaman

Keterangan Gambar : Tim FKTI Banjabaru
Banjarbaru, Borneopos.com – Kontingen Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) Banjarbaru sukses mencatat sejarah manis di ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII 2025 yang berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat, akhir Juli lalu.
Baca Lainnya :
- Remaja Tenggelam di Objek Wisata Liang Udut Kotabaru Ditemukan Meninggal Dunia0
- Kadisparpora Kotabaru Tutup Turnamen Mini Soccer Bamega Cup 2025: Sampai Jumpa di Tahun 20260
Tim asal Banua ini menjadi motor penggerak kejayaan FKTI Kalimantan Selatan yang berhasil menyabet gelar juara umum dengan raihan 33 medali. Dari jumlah tersebut, Banjarbaru menyumbang 14 medali yang terdiri dari 8 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.
Sayangnya, kegembiraan dan eforia di atas podium tidak seindah kenyataan. Para atlet yang mengharumkan nama daerah justru kebingungan soal biaya, saat hendak kembali ke kampung halaman.
Tiket pesawat ke Banjarbaru baru bisa terbeli setelah mendapat pinjaman dari seorang kenalan di NTB.
Lebih memilukan lagi, salah satu atlet andalan, Tsania Rizqa Weninda (22), harus menanggung cedera serius pada bagian lutut yang memerlukan tindakan operasi.
Dikutip dari media darahjuang.onlin pembina FKTI Banjarbaru, Nur Wakib menyampaikan bahwa semestinya perjuangan para atlet mendapatkan apresiasi lebih dari pemerintah daerah.
“Mereka tampil bukan atas nama pribadi, tapi mengibarkan nama Banjarbaru dan Kalimantan Selatan. Sampai sekarang belum ada bentuk penghargaan yang diberikan,” tegasnya, Minggu (24/8/2025).
Dari sembilan atlet yang diberangkatkan, hanya satu yang ditanggung Kormi Kalsel. Selebihnya harus menutup biaya sendiri.
“Untuk akomodasi dan kebutuhan lainnya, anak-anak sampai patungan dan mencari sponsor. Itu pun masih kurang,” ungkapnya.
Manajer tim, Irosina, mengaku awalnya menyiapkan 20 atlet. Namun keterbatasan dana memaksa jumlah kontingen dipangkas menjadi 9 orang saja. “Latihan sudah berjalan sejak awal tahun, sehingga tidak mungkin dibatalkan. Akhirnya hanya sebagian yang bisa ikut,” ujarnya.
Dari kebutuhan anggaran sebesar Rp141 juta, tim hanya mampu mengumpulkan sekitar Rp32 juta dari dukungan sejumlah pihak swasta dan donatur individu. Kekurangan biaya terpaksa ditutup dengan patungan dan berhutang.
Meski begitu, pelatih Irwan Januardi tetap bangga atas kerja keras anak didiknya. “Syukur alhamdulillah bisa membawa nama daerah ke tingkat nasional. Harapan kami, pemerintah daerah bisa lebih peduli, karena hingga sekarang beban hutang perjalanan masih kami pikul,” katanya penuh harap.(red/ril/drhjng)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250




.jpg)









