- Ketua DPK APINDO Kotabaru, Putra: APINDO Menjadi Rumah Bersama Para Pengusaha
- Ketua DPRD Kotabaru Hadiri Pengukuhan DPK APINDO Kotabaru periode 2026–2031
- WALHI Sebut RSPO is Greenwashing! Buyers Diminta Hentikan Pembelian Dari Pemasok Terkait Karhutla
- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
Satgas Pangan Polda Kalsel Pantau Harga dan Stok Bapokting, Beberapa Komuditas Naik

Keterangan Gambar : Pemantauan dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok bagi masyarakat selama bulan suci Ramadhan.
Kalsel, Borneopos.com - Awal bulan Ramadhan 1447 H, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menggelar monitoring harga dan ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting) di Pasar Antasari Banjarmasin, Senin (23/2/2026) pagi. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh AKP Hotman Mangasi Purba, S.H., didampingi sejumlah personel, yaitu AKP Muhammad Rezky, S.Tr.K., S.I.K., Brigadir Willy P Lumban T, S.H., M.M., Brigadir Derissa Anggita Pebrianti, S.H., Brigadir Raka Gilang Wira Darmawan, S.H., M.M., Briptu Fahmi Mubarak, S.H., dan Briptu Muhammad Akbar Perdana, S.H.
Baca Lainnya :
- Awal Ramadhan, Satgas Pangan Polda Kalsel Pantau Harga Beras dan Bapokting0
- Jaga Daya Beli dan Stabilkan Harga, Pemprov Kalsel Subsidi Warga 25 Ribu Belanja di Pasar Raya TPID0
Pemantauan dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok bagi masyarakat selama bulan suci Ramadhan. Tim Satgas Pangan menyusuri area pasar dan berkomunikasi langsung dengan para pedagang untuk mendapatkan data terkini.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, berikut harga dan kondisi stok berbagai komoditas:
Komoditas dengan Harga Stabil/Menurun:
· Beras Premium: Rp15.400 per kg (sesuai Harga Eceran Tertinggi/HET), stok aman.
· Beras Medium: Rp12.000 – Rp14.000 per kg (di bawah HET), stok aman.
· Cabai Keriting: Rp35.000 per kg (sesuai HET), stok aman.
· Telur Ayam Ras: Rp30.000 per kg (sesuai HET), stok aman.
· Bawang Merah: Rp35.000 – Rp36.000 per kg (sesuai HET), stok aman.
· Bawang Putih: Rp35.000 – Rp40.000 per kg (sesuai HET), stok aman.
· Daging Sapi: Rp140.000 per kg (sesuai HET), stok aman. Pedagang tidak menjual daging sapi beku.
Komoditas dengan Harga Mengalami Kenaikan:
· Cabai Rawit Merah: Rp80.000 – Rp85.000 per kg (di atas HET), stok tergolong aman.
· Daging Ayam Ras: Rp42.000 – Rp44.000 per kg (di atas HET). Tim menemukan stok berkurang, dan harga beli dari distributor juga tercatat tinggi.
· Gula Pasir: Rp18.000 per kg (di atas HET), stok aman.
· Minyak Goreng Rakyat (Minyakita): Rp18.000 per liter (di atas HET), stok aman.
· Kedelai: Rp14.000 per kg (di atas HET), stok aman.
Menanggapi temuan di lapangan, AKP Hotman Mangasi Purba menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Perdagangan dan Bulog, untuk mengantisipasi lonjakan harga lebih lanjut, terutama pada komoditas yang harganya berada di atas HET.
"Kami mengimbau para pedagang untuk tidak menimbun barang dan menjual dengan harga wajar. Masyarakat juga diharapkan dapat berbelanja secara bijak. Satgas Pangan Polda Kalsel akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan pasokan aman dan harga terkendali selama Ramadhan," ujar AKP Hotman.
Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sektor pangan, serta melindungi masyarakat dari praktik-praktik yang merugikan.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Jaga Daya Beli dan Stabilkan Harga, Pemprov Kalsel Subsidi Warga 25 Ribu Belanja di Pasar Raya TPID0
- Awal Ramadhan, Satgas Pangan Polda Kalsel Pantau Harga Beras dan Bapokting0




.jpg)

.jpg)







